Caraku Meyiapkan Dana Pernikahan dan Mengatur Keuangan Keluarga Bersama InvestasiKu

mengatur keuangan keluarga bersama InvestasiKu

InvestasiKu adalah platform Investasi yang memberikan pilihan investasi berupa saham, reksa dana maupun obligasi dalam satu aplikasi. Bisakah InvestasiKu membantu mengatur keuangan dan tujuan keuanganmu?

Mengatur keuangan keluarga jadi hal yang menarik untuk dilakukan juga didiskusikan bersama pasangan. Pun begitu buatku dan suami yang usia pernikahan masih seumur jagung. hehe

Aku sendiri menyadari betapa pentingnya mengatur keuangan saat telah hidup berdua. Saat masih sendiri aja aku sedemikian rutin dan rapinya mengatur keluar masuknya uang yang aku punya demi kelangsungan hidup, demi terhindar dari hutang berkepanjangan yang bukan untuk hal produktif dan tentu demi tujuan keuangan yang ingin ku capai.

Apalagi saat telah hidup berdua dimana tujuan keuangan ku dan suami pasti bertambah dan makin besar demi masa depan bersama dan juga masa depan keturunan kami nantinya (amin, hehe)

Mempersiapkan Dana Pernikahan Secara Mandiri

mengatur keuangan keluarga bersama InvestasiKu - 1

Bicara soal pernikahan, banyak teman yang bertanya bagaimana aku bisa melangsungkan pernikahan tanpa melibatkan dana atau uang dari orang tua sama sekali.

Tentu besaran biaya pernikahan sendiri setiap pasangan akan berbeda nominalnya ya. Tapi udah pasti dau digit ya kan?

Untuk seorang karyawan sepertiku dan suami, mengumpulkan uang untuk persiapan pernikahan tentu tak bisa satu dua bulan aja, apalagi kebutuhan bulanan kami lawannya juga masih ada.

Aku dan calon suami (saat itu) juga punya cara yang berbeda dalam menyiapkan dana pernikahan. Aku pun tak ingin terlalu ikut campur masalah keuangan dia sebelum kita benar-benar menikah. hanya aja aku percaya dia juga bisa menyiapkan dana yang seharusnya dia persiapkan.

Untuk ku sendiri, aku mempunyai cara dan tips menyiapkan dana sendiri yang bisa membuatku melangsungkan serangkaian acara pernikahan, berikut yang aku lakukan.

1. Tentukan Perkiraan Waktu Menikah

Yang pertama sudah pasti aku merencanakan kira-kira tahun kapan kami akan melangsungkan pernikahan, Meski belum tentu tepat 100%, setidaknya rencana itu udah ada. Jadi aku sendiri tahu aku punya waktu berapa lama untuk mempersiapkan dana pernikahan tersebut.

2. Menentukan Konsep Pernikahan

Konsep pernikahan yang diinginkan setiap wanita tentulah berbeda. Ada yang ingin penuh kemewahan tapi ada juga yang cukup sederhana saja. Sah-sah aja selama memang mampu sih dan keluarga kedua pihak juga saling memahami.

Aku sendiri dulu berniat melangsungkan pernikahan yang sederhana banget biar biaya nikahnya bisa ditekan semaksimal mungkin. Namun ya, namanya rencana, belum tentu sejalan dengan praktiknya.

Ayah dan ibuku ternyata ingin mengundang 600 orang karena ini pernikahan anak terakhir mereka. Ya apa boleh buat, dengan niat membahagiakan orang tua, aku pun berusaha untuk menyanggupi keinginan mereka. Untungnya, biaya pernikahan di desa tak se-fantastik biaya pernikahan di kota.

Dan alhamdulillah, aku dan suami juga sepakat mengadakan satu acara saja yaitu di desaku, Kebumen. Tanpa membuat acara kedua di Sidoarjo (tempat suami).

3. Buat Tujuan Keuangan Jangka Pendek

Selain melangsungkan acarpernikahaa, kami (aku dan calon suami saat itu) juga berencana untuk segera memiliki rumah pribadi sendiri. Sebelumnya aku tinggal di kamar kos, sedangkan suami tinggal bersama keluarga berjumlah 6 orang.

Pilihan tinggal di rumah mertua tidak mungkin kami ambil karena rumah sudah terlalu banyak orang menurut kami. Hidup lebih lama di kos-kos an juga pasti tidak nyaman. Bismillah kami niatkan untuk menyiapkan dana rumah selagi kami juga menyiapkan uang pernikahan.

Bukan perkara yang mudah pastinya. Bahkan kata orang sedikit nekad, tapi bismillah semoga tujuan pendek kami ini bisa tercapai dengan kerjasama yang apik. hehe

3. Mencatat Kisaran Biaya yang Dibutuhkan

Langkah selanjutnya sudah pasti menghitung biaya yang dibutuhkan untuk pernikahan dan juga untuk DP rumah. Aku menghitung dalam google sheet dan mempertimbangkannya baik-baik.

Masalah biaya pernikahan di desa aku juga banyak konsultasi dengan kakak perempuanku yang juga baru setahun lalu melangsungkan pernikahan di desa. dari situ, aku bisa tau berapa banyak biaya yang mungkin nanti kami butuhkan.

4. Evaluasi Keuangan Pribadi

Untuk mencapai semua tujuanku di atas, aku mengevaluasi semua laporan keuangan pribadiku setahun kebelakang. Dari situ aku bisa tahu biaya atau pengeluaran apa saja yang harus aku tekan dan benahi. Pengeluaran yang tak terlalu perlu aku usahakan untuk aku ulangi.

Tujuannya, agar dana yang bisa aku alokasikan untuk menikah bisa lebih besar dan uang target ku bisa cepat terkumpul atau bisa tepat waktu terkumpul.

5. Melunasi Hutang yang Masih Dimiliki Jauh-jauh hari

Sebelum berniat menyiapkan dana sekian puluh juta untuk keperluan pernikahan dan juga beli rumah, aku mengupayakan untuk melunasi semua cicilan atau hutang yang ada. Sebisa mungkin dipercepat pelunasannya biar nominal dana yang bisa disisihkan dari penghasilan sebulan bisa lebih besar dan juga buat mengurangi tanggungan makin berat.

Gimana cara melunasi hutang lebih cepat? Selain mengurangi sifat konsumtif dan belanja yang over, aku lakuin juga cara nomor ke 6 di bawah.

6. Lebih Giat Mencari Tambahan Penghasilan

Sebelum menikah aku masih ada tanggungan cicilan mobil yang sisa 5 bulan lagi. Kala itu, aku emang niat banget untuk melunasi lebih cepat biar aku bisa fokus siapin uang nikah dan uang buat rumah.

Alhamdulillah, dari pekerjaan utama di kantor dan pekerjaan sampinganku sebagai blogger dan content writer, aku bisa dapat rejeki lebih yang bisa aku pakai buat nutup cicilan tersebut.

7. Letakan Dana Pernikahan Pada Instrumen Investasi yang Aman

Setelah aku siapkan perencanaan keuangan ku untuk menuju tujuan keuangan yaitu menikah dan beli rumah, aku lanjut menghitung kisaran dana yang bisa aku simpan setiap bulannya.

Ya, emang sih kita bisa menyimpan uang yang ada di rekening tabungan aja. Tapi, buatku yang lagi berupaya mengurangi rasa ingin belanja terus-menerus, agak berat kalau liat uang nganggur di rekening. Aku pun memilih meletakan uangku pada instrumen investasi yang menurutku aman yaitu ke saham.

Emang niat diambil waktu mau menikah (kurang lebih 1.5 tahun dari awal invest), karena itu, aku meletakan pada emiten saham yang menurut analisa ku bagus dan aman yaitu saham BBCA (Bank BCA) dan BBRI (Bank BRI).

Kerjasama Membangun Tujuan Keuangan Bersama Pasangan

Kerjasama Membangun Tujuan Keuangan Bersama Pasangan

Alhamdulillah, tujuan kami berdua tercapai. Uang yang kami kumpulkan cukup untuk melangsungkan pernikahan tanpa bantuan suntikan dana dari orang tua. Meski pestanya juga sederhana aja mulai dari lamaran sampai resepsi, tak ada prewed ala ala atau bridal shower atau printilan pernikahan anak jaman now yang lagi ngetrend, alhamdulillah acara kami lancar.

Setelah menikah dan bisa ambil KPR rumah, tentu tujuan kami belum berarti selesai. Kami menyusun tujuan-tujuan kami selanjutnya bersama-sama. Aku rasa semua suami istri juga melakukan ini ya nggak sih?

Apa yang ingin kita lakuin bareng-bareng, apa yang ingin kita capai barang-bareng, gimana kita harus mengatur keuangan keluarga biar semua kebutuhan bisa tercukupi tanpa kekurangan.

Ternyata menyiapkan atau mengatur keuangan dua orang juga tak sesimpel yang aku bayangkan sebelumnya. Memang benar, saat penghasilan kami digabungkan akan jadi makin besar.

Namun ini juga selaras dengan kebutuhan kami berdua, padahal ya kami masih ingin mencapai banyak tujuan seperti menyiapkan dana darurat, dana pensiun, asuransi, melunasi rumah, menyiapkan dana pendidikan anak dan lain sebagainya.

Caraku Menjadi Manajer Keuangan Keluarga untuk Capai Tujuan Keuangan Bersama

mengatur keuangan keluarga bersama InvestasiKu

Direktur keuangan kami alias suami. Mengutusku untuk jadi manajer keuangan di rumah. Haha, iya iyalah, suami bukan tipe yang teliti dan jeli mengatur dan mencatat keluar masuknya uang. Jadi ya pasti lebih aman kalau keuangan aku yang pegang.

Kebetulan juga suami menyerahkan semua penghasilannya untuk masuk ke uang keluarga, ya tentu suami aku kasih jatah uang jajan sebulannya. Ekekeke. Selebihnya uang kami berdua aku yang atur dan suami tinggal melihat reportnya.

Lalu, bagaimana aku mengatur keuangan keluarga kecil kami? Berikut tip mengatur keuangan keluarga a la Rini.

1. Buat Monthly Financial Planner

Setiap bulan aku selalu membuat budgeting atau anggaran keuangan untuk beberapa bulan ke depan. Tujuannya, biar bisa tahu bulan depan atau seterusnya berapa pengeluaran wajib yang harus dipenuhi.

Memang sih, setiap bulan jumlah pengeluaran kita nggak selalu sama. Kadang juga ada biaya biaya tak terduga yang muncul. Tapi aku biasa mengalokasikan dana untuk biaya-biaya mengagetkan ini.

2. Masukan Uang Keluarga Pada Satu Akun Bank Tersendiri

Aku memisahkan rekening bank untuk uang keluarga. Jadi minimal suami punya 1 rekening sendiri, aku punya minimal 1 rekening sendiri, dan kita punya 1 akun bank digital yang aku install di HP. Meski begitu, suami juga bisa membuka bank digital tersebut dari handphone ku ya, alias tau passwordnya. Ya biar saling percaya aja.

Setiap habis gajian, uang gaji kami yang sudah dipotong uang untuk keperluan pribadi masing-masing, langsung kami masukan ke bank digital tersebut. Yap, kami punya itungan sendiri masing-masing berkontribusi berapa duit untuk uang keluarga karena kami sama sama masih kerja alhamdulillah.

3. Masukan Post-Post Biaya Bulanan pada Dompet-dompet Kecil di Mobile Banking

Nah, kenapa di point 2 aku memilih bank digital ketimbang bank konvensional biasa untuk uang keluarga?

Alasannya karena bank digital jaman sekarang mempunyai fitur yang berguna banget buat kontol keuangan atau membantu kita manage keuangan pribadi dan atau keuangan keluarga.

Fiturnya yaitu kantong-kantong atau dompet yang bisa memisahkan uang kita ke dalam pos-post biayanya masing-masing.

Misalnya, dalam 1 bulan aku mengalokasikan uang listrik sebesar 500.000 rupiah, nah aku masukan 500.000 ini dalam kantong atau dompet yang aku namai “uang listrik”.

Saat aku mau mengisi token listrik sebesar Rp100.000, maka aku akan memakan uang yang ada di dompet tersebut. Tersisalah Rp400.000 di dompet untuk alokasi listrik.

Begitu juga untuk saving jangka pendek. Misalnya untuk alokasi biaya servis/perbaikan kendaraan (baik service rutin atau perbaikan kerusakan yang tak disangka-sangka),, aku buat kantong tersendiri yang kunamai “Perawatan Kendaraan” dan aku anggarkan 500.000 setiap bulan ke kantong tersebut.

Jika nanti suami perlu untuk service atau perbaikan mobil, biayanya udah siap dan nggak akan mengganggu arus kas keuangan keluargaku. Untuk uang pajak mobil, uang mudik dsb nya juga aku buat post-post sendiri di kantong-kantong ini.

Caraa ini memudahkanku banget dalam mengatur keuangan keluarga. Suami juga enak melihat report keluarnya uang karena semua tercatat di bank digital.

4. Evaluasi Laporan Keuangan Keluarga

Setelah sekian bulan menikah, aku mengevaluasi pengeluaran apa yang kiranya berlebihan dan biaya apa yang bisa dikurangi. Enaknya kalau rutin membuat anggaran dan realisasi keuangan ya gini, gampang evaluasinya.

Aku sendiri udah memakai cara ini jauh sebelum menikah. Jadi meski penghasilan dulu masih pas-pasan aku masih bisa idup tanpa harus hutang sana sini karena aku tau banget kebutuhan dan pengeluaranku sebulan itu berapa.

5. Masak Sendiri dan Batasi Makan atau Jajan di Luar

Salah satu poin yang selalu masuk evaluasi dari jaman masih gadis hingga kini saat udah menikah dan ngatur duit sama suami adalah di pos biaya makan. Beneran deh, kebiasaan buka ojek online dan beli makanan via online itu bikin keuangan boncos.

Karena berbagai kemudahannya, jadi ketagiha  gitu beli makan di luar terus. Padahal kalau dibandingkan dengan masak nasi dan lauk sayur sendiri, selisihnya ketara banget.

Kami masih kok sesekali beli makan via ojol, tapi udah jauh banget intensitasnya dibanding dulu jaman belum nikah. Sekarang lebih sering nyambangin pasar, belanja, terus masak sendiri deh. Alhamdulillah, jauh lebih irit.

5. Punya Asuransi

Asuransi adalah salah satu topik yang kami bahas di awal pernikahan. Karena kami masih di usia produktif dan juga sedang menjalankan KPR untuk rumah kami maka kami memiliki asuransi kesehatan dan asuransi perlindungan utang/KPR.

Memiliki asuransi bagiku penting sih, sebelum kami memutuskan untuk merencanakan tujuan-tujuan keuangan kami yang lainnya. Pun asuransi juga dalam piramida keuangan yang aku pelajari, posisinya harus diprioritaskan setelah memenuhi pengeluaran pokok dan hutang. Ya, minimal sebaiknya kita punya BPJS lah ya kalau belum bisa pakai asuransi swasta.

6. Berinvestasi

Untuk mencapai tujuan keuangan keluarga kami (umroh, biaya pendidikan anak sampai kuliah, dana darurat, dana pensiun, banyak banget tujuannya hihi), tentu aku nggak mau membiarrkan uang kami ngendon gitu aja di rekening bank konvensional yang pasti akan terkena inflasi.

Aku memilih memasukan uang kami ke dalam beberapa instrumen investasi biar bisa bertambah karena return yang dihasilkan dari investasi tersebut.

Dan ya pasti tujuan utamanya untuk menghindari inflasi karena uang yang kami kumpulkan ini kami niatkan untuk digunakan dalam jangka panjang di atas 5 bahkan di atas 10 tahun lebih.

Kenapa Harus Mulai Berinvestasi

Kenapa Harus Mulai Berinvestasi - mengatur keuangan keluarga - 3

Beberapa waktu yang lalu, aku mengikuti sebuah Webinar bertema Keuangan bersama InvestasiKu. Webinar kali ini sebenarnya cocok banget untuk membuka mata masyarakat Indonesia akan pentingnya Investasi dan kenapa sebaiknya memulai Investasi.

Buat kalian yang udah memulainya, Good job!

Dan buat kalian belum berani memulai investasi, moga yang aku tuliskan dari hasil webinar kemarin bisa sedikit banyak membuat kamu berpikir ulang ya.

Jadi kenapa sih kita sebaiknya berinvestasi?

Alasan utamanya adalah karena nilai uang sekarang tak akan sama dengan nilai uang beberapa tahun kemudian. Ini yang dinamakan dampak Inflasi.

Secara gamblang juga dicontohkan dalam webinar InvestasiKu bersama Komunitas ISB kemarin, bahwa perkiraan perbedaan nilai uang ini akan sangat terlihat drastis gaes.

Coba lihat ilustrasi di bawah ini.

Kenapa Harus Mulai Berinvestasi - mengatur keuangan keluarga - 3

Bayangkan aja, andaikan pengeluaran kita di tahun 2022 ini sebesar Ro5.000.000 sebulan, itu sama dengan Rp30.000.000 di 10 tahun mendatang.

Lalu, andaikata biaya anak kuliah saat ini kisaran angka Rp80.000.000, jika saat ini anak kita saat ini duduk di kelas 2 SD, maka saat anak kita kuliah 10 tahun lagi, kita harus menyiapkan uang sekitar Rp250.000.000, banyak banget kan kenaikannya.

Jika kita mengendapkan uang kita di rekening tabungan bank biasa aja, uang kita akan tergerus inflasi dan bunga tabungan yang didapat tak akan sebanding dengan besarnya kenaikan nilai uang pada 10 tahun mendatang.

Kenapa Harus Mulai Berinvestasi - mengatur keuangan keluarga - 3

Gambar di atas adalah ilustrasi dampak inflasi yang dijelaskan pada webinar InvestasiKu kemarin, bukankah cukup mengerikan membayangkan hidup kita 15 tahun mendatang jika tanpa investasi?

Investasi Ternyaman Versi Kami

Don’t put your egg in one basket, begitu kata orang-orang yang punya pengalaman berinvestasi yang cukup panjang.

Yap, dan kami setuju sih akan kalimat tersebut. Pasalnya, kondisi perekonomian kan naik turun, investasi pun begitu, tak ada yang menjamin investasi bisa selalu memberikan return yang tinggi dan konsisten.

High risk high return, begitu kira-kira. Saat kita berharap pengembalian yang besar akan suatu instrumen investasi, maka udah sepatutnyalah kita juga siap akan resikonya yang besar. Ya, resiko ini bisa berupa penurunan nilai modal investasi karena instrumen investasi tidak berkembang atau turun nilai.

Lalu apa investasi yang paling aman?

Menjawab pertanyaan ini, aku kira semua orang punya pertimbangan dan analisanya masing-masing.

Kalau buatku dan suami, masih berinvestasi di 2 instrumen yaitu saham, reksa dana, dan emas. Meski nilai yang kami investasikan setiap bulan tak terlalu fantastis, tapi alhamdulillah karena konsisten, nggak terasa nominalnya sudah cukup lumayan.

Lebih Mudah Mencapai Tujuan Keuangan dan Masa Depan Gemilang Bersama InvestasiKu

Lebih Mudah Mencapai Tujuan Keuangan dan Masa Depan Gemilang Bersama InvestasiKu (2)

Masalah selanjutnya setelah niat investasi udah ada biasanya adalah bingung menentukan mau investasi dimana. Aku juga sempat mengalami momen ini kok, hihi. Dan aku yakin ya banyak yang juga udah kepingin investasi ini itu, tapi masih ribet memilih dan memutuskan mau investasi di platform apa.

Tapi sebenarnya memang kita harus pikir matang dulu sih sebelum memilih tempat untuk investasi. Investasi kan perkara mempercayakan uang atau harta kita dengan tujuan agar bisa berkembang dari return. Masalah uang tentu bukan perkara sepele.

Dan dengan merebaknya kasus investasi bodong dan abal-abal di negeri kita ini, udah sepatutnya kita ekstra hati-hati sebelum memutuskan untuk investasi. Jangan sampai hasil keringat jerih payah kita menghasilkan uang malah hilang begitu saja karena salah memilih tempat investasi.

Nah, kali ini, aku merekomendasikan kamu untuk mencari tahu dan memakai platform yang aman seperti InvestasiKu.  Apaan tuh InvestasiKu? Aku jelasin di bawah ya!

Apa itu InvestasiKu?

InvestasiKu adalah sebuah aplikasi keuangan yang dikelola dan dikembangkan oleh PT Mega Capital Sekuritas. Di InvestasiKu kita bisa melakukan investasi di beberapa instrumen mulai dari saham, reksa dana hingga obligasi.

InvestasiKu memiliki misi yaitu membuka akses yang lebih luas, aman dan terjangkau bagi masyarakat pada produk-produk keuangan.

Apa Bedanya InvestasiKu dengan Platform Investasi Lain?

Biasanya platform investasi lain bisa digunakan untuk salah satu jenis instrumen aja. Misalnya reksa dana aja atau saham aja. Tapi beda dengan InvestasiKu.

InvestasiKu memberikan pilihan investasi yaitu saham, obligasi dan reksa dana kepada penggunanya sesuai dengan karakteristik masing-masing. Konsep ini menurutku bagus ya, karena tiap orang bisa jadi beda preferensi kenyamanannya akan suatu instrumen investasi. Bisa jadi aku nyaman di saham dan reksadana, bisa jadi orang lain lebih nyaman di obligasi.

Nah, kabar baiknya, memang para ahli keuangan dan investasi pun menyarankan untuk investor menyebar portofolio investasinya pada banyak instrumen. Alasannya, kalau satu instrumen mengalami penurunan atau merugi, bisa jadi investasi di instrumen lainnya bisa naik. Kembali lagi, karena setiap investasi punya keunikan dan kelebihan masing-masing.

Keunggulan Investasi di InvestasiKu

Lebih Mudah Mencapai Tujuan Keuangan dan Masa Depan Gemilang Bersama InvestasiKu (2)

Selain memiliki keunggulan karena ada 3 instrumen investasi yang bisa kita pilih di InvestasiKu, platform ini juga memiliki kelebihan lain, seperti:

  1. Ada Poin Setiap Transaksi dan Terhubung dengan ekosistem CT Corpora

Jika kita rutin bertransaksi maka kita bisa mendapatkan poin dimana setiap poinnya sama dengan Rp1, – dan bisa ditukar di merchant CT-Corp.

  1. Terdapat Trading Ide Setiap Hari

InvestasiKu ini murah ilmu banget. Investasi bahkan rajin memberikan informasi seputar saham setiap harinya pukul 08.30 WIB di Live IG InvestasiKu.

  1. Buka Rekening Mudah

Buka rekening masih harus repot ke bank? Oh tidak perlu lagi. Di InvestasiKu kita bisa dengan mudah membuka rekening hanya dengan 1 hari kerja.

  1. Terdapat Menu Eduvest InvestasiKu untuk Belajar Investasi Lebih Mendalam

InvestasiKu memiliki menu Eduvest dimana pembelajaran seputar investasi gratis dibagikan baik dalam bentuk artikel maupun video. Ini berarti bahwa InvestasiKu peduli banget dengan literasi keuangan untuk masyarakat agar tidak tersesat saat berinvestasi.

  1. Platform Investasi yang Aman

Semua transaksi saham, reksa dana, dan obligasi di InvestasiKu ditangani atau difasilitasi oleh PT Mega Capital Sekuritas sebagai broker saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Selain itu berperan juga sebagai agen penjual reksa dana yang memiliki izin usaha dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

  1. Biaya Beli Saham Yang Lebih Rendah

Biaya Investasi di InvestasiKu yang lebih rendah yaitu 0.15% untuk fee beli saham dan 0.25% untuk fee jual saham (Keterangan: sudah termasuk biaya broker, biaya levy (BEI, KPEI, KSEI) 0,043%, PPN biaya broker 10%, dan PPh final untuk transaksi jual 0.1%)

Kata Mereka Tentang InvestasiKu

Kata Mereka Tentang InvestasiKu

Cara Investasi di InvestasiKu

cara daftar InvestasiKu

Cara investasi di Investasiku gampang kok, stepnya:

  1. Download aplikasi InvestasiKu di Playstore atau Appstore
  2. Buat akun/daftar
  3.  Masukan data diri mulai dari nama lengkap, email, no. handphone, password dan juga konfirmasi password
  4. Klik sign up

 

Buatku, merencanakan tujuan keuangan berarti merencanakan masa depan. Bagi sepasang suami istri, tentu ingin keluarganya tentram bahagia dan berkecukupan secara ekonomi agar semua harapan dan cita-cita mereka tercapai. Menyiapkan dana pendidikan, tabungan umroh, hingga tujuan keuangan lainnya akan makin mudah tercapai dengan investasi. Nah, InvestasiKu bisa jadi solusi platform investasi yang bisa kita pilih karena transaksinya mudah, aman, serta terdaftar dan diawasi oleh OJK. Buat kamu yang ingin memulai investasi, yuk mulai masuk dan belajar mengenai investasi bersama InvestasiKu.

Banner ISB - 4

Referensi:

Pengalaman pribadi

https://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/CMS/Category/6

https://www.investasiku.id/

 

0 Shares:
19 comments
  1. mesti belajar banyak ni sama kak rini cara mengatur keuangan sampai investasi, aku sampai saat ini belum bisa telaten nabung apalagi invest 🙁

  2. Belum terlambat kalau ingin memulai investasi. Apalagi InvestasiKu ini aman dan cocok buat pemula yang masih mau belajar berinvestasi. Pendaftarannya pun mudah. Semoga bisa merencanakan keuangan untuk kebebasan finansial kelak.

  3. Duh jadi malu nih mbak, soalnya aq sendiri belum bisa konsisten nabung. Harusnya aq udah mulai investasi biar buat tabungan masa depan ya

  4. Seru banget baca tulisannya.
    Btw aku kepo deh sama cara yang memasukan uang sesuai kasnya itu. Maksudnya di tabung di mbanking atau gimana?

  5. Terimakasih mba tipsnya. Lengkap komplit. Hihi. Belum bisa main saham nih. Akan saya telusuri lebih lanjut. Terimakasih ^^

  6. wah senangnya sekarang sudah banyak aplikasi KEUANGAN GINI YA, JADI MAKIN MUDAH ATUR KEUANGAN DAN INVESTASI BUAT PARA PEMULA NIH

  7. wah senangnya sekarang makin banyak aplikasi keuangan gini ya, jadi makin memudahkan kalau atur uang dan investasi buat pemula ya

  8. Wah, lengkap sekali mba informasinya.. Bener banget nih, masalah inflasi ini memang harus kita perhatikan.. Khususnya untuk pendidikan anak” kita kelak yg tentu saja harganya akan selalu naik saat masuk sekolah. Bisa juga digunakan untuk dana hari tua juga ya mba..

  9. investasi memang penting ya, sama dengan menabung tapi untuk jangka yang lebih panjang. boleh nih coba belaar investasi dari apilkasi investasiku..

  10. Dompet-dompet kecil di saku digital bagiku sangat membantu Sekali. Jika dijadikan dalam 1 saku kesannya yang jadi banyak, padahal kebutuhan juga banyak hehehe

  11. kita memang harus pandai mengatur keuangan ya, mbak. Dan menambah pendapatan rumah tangga dengan berinvestasi.

  12. kalo yang nulis orang keuangan jadi beda ya, eh pokoknya yangbiasa ngurus duit hahaha.. bagus nih persiapan pernikahannya sangat inspirtif. galfok ma mempelai putri cantik amat nih.. barokalloh.

    wah investasiku inibisa aku sampaikanke suami , soale doi yang pegang uang hahaa

  13. sama banget nih mbak, aku juga skrg pake kantong gitu karena lebuh bnyk cashless, kalau dlu soh amplop pakenya. ..

    Dari situ urusan menyisakan uang buat investasi jg makin gmpg karena sudah terbagi2 dgn jelas ya

  14. Hwaa AKU JUGA BARU INSTAL INVESTASIKU NIH MBA KMRN DAN TERTARIK SAMA BCA DAN GOTO HAHAHA, SUKA PWOLL LAHH..trus juga emang ini banyak mengedukasi juga si investasiku ini

  15. setuju nih mbak, dengan memasak sendiri memang bisa lebih hemat. kalau dihitung lumayan juga uang yang buat jajan d

  16. Keren mbak Nikah pakai uang sendiri. Salut saya. Saya pas dulu nikah uang ortu dan calon suami. Hehe. Sekarang semua orang udah melek investasi pula

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

You May Also Like