Ikhtiar Mengubah Masa Depan dengan Perencanaan Keuangan Terbaik Bersama Moxa

Perencanaan-keuangan
Melakukan perencanaan keuangan sedini mungkin bisa mengubah hidup kita di masa depan ke arah yang lebih baik secara finansial. Meski membuat lebih dekat dengan impian, tujuan keuangan dan kebebasan finansial, tapi masih banyak yang enggan melakukanya. Kamu salah satunya? Coba baca dulu artikel ini sampai akhir ya ^^

***

Siapa yang tak ingin mempunyai masa depan yang cemerlang, bahagia, sehat, damai dan dalam kondisi finansial yang aman? Kamu? Nggak mungkin kan?

20 tahun yang lalu, saat aku masih duduk di bangku sekolah dasar, aku tak pernah tahu akan jadi apa dan hidup seperti apa saat dewasa. 

Keluargaku bukan berasal dari keluarga berada bahkan bisa dibilang ada di bawah garis kemiskinan. Seberapa miskinnya kami? Singkatnya, keadaan finansial keluarga dan latar belakang pekerjaan bapak dan ibu yang seorang penjual nasi dan sopir angkutan secara tak sadar membuatku tak berani bermimpi muluk-muluk tentang masa depan.

Namun ternyata semua yang aku pikirkan itu salah. Dulu, aku tak pernah tahu dan tak mengira bisa sampai melanjutkan belajar di bangku kuliah. Apalagi kuliah 3,5 tahun dengan biaya sendiri. Selagi kuliah, bisa sambil kerja kantoran, punya gaji tetap bahkan menghasilkan pundi-pundi tambahan dari hobi menulis.

Sama seperti dulu, kini saat berusia 28 tahun pun, aku masih tak tahu akan seperti apa 10 atau 20 tahun yang akan datang. Apa aku bisa sejahtera secara finansial atau malah terjerembab dalam pusaran masalah keuangan. 

quote tentang masa depan

Seperti quote di atas, apa yang kita lakukan hari ini bisa berpengaruh pada masa depan kita. Meski memang hidup sejatinya penuh ketidakpastian akan masa depan, tapi kita bisa kok mengupayakan semampu kita agar hari esok akan jadi kehidupan yang bernilai dan membahagikan.

Kadang kita sudah mempunyai rencana yang rapi untuk masa depan saja belum tentu kenyataannya bisa demikian seperti mau kita. Lah apalagi kalau tanpa rencana? Masuk akal kan?

Daftar isi: sembunyikan

Pencapaian-pencapaian Kecil di Masa Mudaku Berkat Melakukan Perencanaan Keuangan

Berbicara tentang masa depan atau rencana masa depan maka tak akan jauh dari pembicaraan seputar keuangan atau finansial. Yap, benar bahwa pencapaian seseorang di masa depan tak selalu tentang uang, tapi percaya nggak sih, dengan support dari kondisi keuangan yang baik atau minimal stabil itu bisa membawa kita ke masa depan yang lebih pasti.

Bicara soal pencapaian atau achievement, pencapaian setiap orang memang bisa berbeda ya. Pencapaian si A bisa jadi hal yang remeh bagi si B, Pencapaian si B bisa jadi hal yang sangat luar biasa di mata si C. Begitulah, karena standar keberhasilan tiap orang itu nggak sama.

Jika aku urutkan, beberapa hal yang aku anggap sebagai pencapaian ku saat masih muda usai lulus SMAyaitu:

  • Bisa kerja sambil kuliah dan lulus jadi sarjana dengan 100% biaya sendiri. Iya, ini pencapaian bagiku karena fakta ekonomi keluargaku tak mampu membiayai ku melanjutkan sekolah S1 seperti impianku. 
  • Bisa bertahan hidup sekian tahun di perantauan hanya dengan gaji UMR sedangkan ada biaya kuliah, biaya kos, biaya makan, biaya transportasi, cicilan sepeda motor dan laptop untuk kuliah juga suatu yang membanggakan buatku.
  • Kemudian selepas mendapat gelar S1 bisa menyelesaikan kursus dan mendapat sertifikat Brevet Pajak, naik jabatan di kantor,
  • Bisa membeli mobil di usia 25.

Sebagian orang menganggap ini hal yang remeh dan tak ada spesial-spesialnya, tapi sebagian lain bertanya-tanya, kok bisa ngatur uangnya, kok bisa menjalani prosesnya dari bawah dengan konsisten?

Dan jawabannya adalah aku membuat anggaran keuangan dan melakukan perencanaan keuangan untuk masa depanku. Meski aku bermula dari penghasilan yang pas-pas an, tapi dengan planning yang matang, aku bisa loh melewatinya satu persatu. Ya memang, butuh waktu untuk mencapai satu-persatu tujuanku itu.

Ada Apa Dengan Perencanaan Keuangan?

Aku memang dikenal oleh teman-teman dekat ku sebagai pribadi yang cukup concern dan perhatian dengan masalah keuangan pribadi. Sekarang, Aku senang berbagi tips masalah keuangan, cara mengatur uang, bagaimana cara membuat perencanaan keuangan dan sebagainya berdasarkan pengalamanku sendiri meski aku bukan seorang profesional.

Aku bukan seorang certified financial planner atau bukan juga orang kaya raya yang saldo rekeningnya tak terhingga kok. Justru sebaliknya. Aku cuman seorang perantau, anak kos, pekerja kantoran, yang pernah merasakan hidup susah dan pernah menjalani masa dimana penghasilan bulanan hanya bisa cukup untuk hidup bulan itu juga. 

Pengalaman yang demikian itu ternyata cukup membuatku sadar betapa pentingnya punya perencanaan keuangan secara khusus dan tertata rapi. Aku juga punya keinginan pastinya untuk bisa merubah masa depanku dan keluar dari garis kemiskinan, memakmurkan kedua orang tua yang pernah aku rasakan sedari kecil dulu.

Beneran deh, hidup di ketidakpastian dan ketidakbebasan finansial itu nggak enak. Nggak enaknya karena kita jadi fokus bagaimana caranya untuk hidup pada saat itu, tapi nggak berani bermimpi atau punya harapan di masa depan nanti.

“Kita memang tak tahu masa depan apa yang akan kita hadapi nantinya, tapi kita tentu wajib percaya kalau masa depan kita adalah tergantung bagaimana kita menjalani hari ini.”

Makanya, kali ini aku ingin berbagi pengalamanku membuat perencanaan keuangan yang udah aku lakukan semenjak 2011 atau sejak pertama kali aku merantau dan mulai bekerja di Surabaya. Dan sampai sekarang aku masih melakukannya loh, karena tujuan keuanganku serta impianku di masa depan masih banyak, masih ingin punya rumah sendiri, ingin pergi haji, dan punya keluarga yang bahagia dan sehat-sehat terus pastinya. 

Apa itu Perencanaan Keuangan dan Apa Tujuannya?

Sederhananya, perencanaan keuangan atau financial planning adalah cara sekaligus prinsip untuk mengelola keuangan agar lebih efektif dan efisien.

Perencanaan keuangan ini bisa dilakukan oleh suatu bisnis atau perusahaan maupun orang pribadi baik yang masih hidup sendiri (single) maupun bagi mereka yang sudah berkeluarga.

Sebagai seorang accounting staff, aku paham bahwa perusahaan membuat perencanaan keuangan dengan tujuan agar target atau tujuan perusahaan bisa tercapai dalam jangka waktu yang diperkirakan. 

Begitu pula bagi orang pribadi, melakukan perencanaan keuangan akan mempermudah kita mencapai tujuan keuangan yang kita inginkan di masa depan. Hidup sejahtera, punya aset A B C di umur sekian, bisa menyekolahkan anak di sekolah favorit, hidup sehat dan sejahtera, naik haji dan sebagainya adalah contoh tujuan hidup sekaligus tujuan keuangan yang setiap orang nya bisa berbeda-beda.

Dalam perencanaan keuangan pribadi ini sudah  termasuk tahap mengatur keuangan pribadi yang berjalan saat ini dengan ditambah planning atau pengaturan keuangan untuk masa depan.

manfaat melakukan perencanaan keuangan

Menumbuhkan kesadaran akan pentingnya mengatur keuangan pribadi, bahkan membuat perencanaan keuangan memang tak mudah. Apalagi untuk kaum milenial atau kaum muda yang masih hobi bersenang-senang demi kepuasan diri. 

Sebelumnya, aku udah sering berbagi masalah keuangan, cara membuat laporan keuangan pribadi, betapa pentingnya laporan keuangan pribadi itu, bahkan udah aku bagi form excel yang bisa teman-teman unduh dari blog ini. 

Iya, aku memang sudah melakukan perencanaan keuangan bahkan sampai detik ini, tapi aku pun tak menjamin akan menyadari pentingnya mengatur uang sejak lulus SMA (awal bekerja) jika kondisi keuanganku baik-baik saja saat itu. Jujur, alasanku harus mencatat semua pemasukan dan pengeluaran saat itu, juga melakukan financial planner, ya karena uangku yang terbatas. 

Aku harus rajin mencatat uang yang masuk, uang yang keluar dan berapa nominal yang bisa aku sisihkan untuk tabungan atau hiburan, atau uang jaga-jaga untuk kondangan atau uang darurat jika tiba-tiba sakit dan harus mengeluarkan uang untuk ke dokter. Tujuannya agar uangku tak sampai minus di akhir bulan dan tentu agar aku nggak harus hutang-hutang ke orang atau teman. 

Tapi bagaimana jika uangku saat itu baik-baik saja? Bagaimana jika pekerjaanku memberiku penghasilan yang besar sehingga aku tak harus takut kehabisan uang untuk makan di akhir bulan? Atau bagaimana jika uang kuliahku dibayar oleh orang tua sehingga uang gajiku tetap utuh? Apa aku akan tetap sadar dan merawa wajib punya catatan keuangan dan perencanaan finansial?

Aku khawatir kalau aku berada di kondisi nyaman seperti itu, aku pun tak akan tahu bahkan apa itu istilah financial planning, apa itu istilah personal budgeting.

Lalu, apa teman-teman yang sekarang merasa hidup nyaman juga harus menunggu hidup berbaik jadi susah, nelangsa dan kepepet dulu untuk sadar pentingnya mengatur uang pribadi dan membuat perencanaan keuangan?

Jelas enggak kan? siapa tahu uraian di bawah ini bisa jadi alasan yang tepat kenapa kamu harus memulai untuk membuat perencanaan keuangan, di antaranya:

manfaat perencanaan keuangan

1. Mengetahui Budget dan Biaya Hidup

Ini yang sering diabaikan oleh kaum muda atau kaum yang sudah bisa mulai menghasilkan uang sendiri. Aku contohkan aja pada kebiasaan belanja yang lepas kendali. Saat menerima gaji atau pemasukan tiap bulan, keinginan belanja atau membeli sesuatu muncul sebenarnya normal-normal saja.

Yang akan jadi masalah adalah ketika kita merasa uang yang kita pegang cukup-cukup aja kok untuk belanja atau hidup satu bulan, sehingga belanja bisa jadi tak terkontrol dan tak ada batasan nominalnya. Apalagi sekarang ada istilah “payday” yang selalu digaungkan para online shop atau toko offline untuk mengajak dan menarik perhatian masyarakat untuk berbelanja pada tanggal-tanggal gajian. 

Kalau tak ada budgeting atau pengalokasian dana untuk biaya-biaya tertentu, bisa jadi pengeluaran akan membengkak dimana-mana tanpa disadari, tahu-tahu uang udah habis aja. Belum juga sempat nabung, uangnya sudah menguap semua. Yang parahnya lagi kalau kewajiban belum terselesaikan eh malah yang uangnya udah kepake buat kebutuhan hobi atau kesenangan semata.

Kalau kita punya financial planning atau perencanaan keuangan, kita bisa membuat budgeting atau anggaran dulu di awal, jadi kita tahu nih uang yang boleh dipakai belanja berapa, uang untuk hidup sebulan (misal biaya tempat tinggal, listrik, makan) itu berapa.

2. Menabung di Awal dan Lebih Cepat Menuju Tujuan Keuangan

Setiap orang tentunya wajar ya punya tujuan keuangannya masing-masing. Ada yang ingin punya mobil di usia 25, ada yang ingin punya rumah atau KPR rumah di usia 30 atau sebelum 30. Ada yang ingin naik haji, ada yang ingin mencapai dana pensiun lebih cepat, dan sebagainya. 

Untuk mencapai tujuan keuangan yang kita mau, akan lebih cepat kalau kita bisa menabung di awal, artinya, saat ada pemasukan entah dari gaji atau lainnya, uangnya kita sisihkan dulu untuk ditabung sesuai nominal yang kita rencanakan. 

Sisanya barulah kita atur untuk memenuhi kebutuhan pokok, kebutuhan entertainment dan sebagainya. Hal ini akan berbeda jika kita menerapkan menabung di akhir, atau menabung dari apa yang tersisa di akhir bulan. Niat hati bisa cepat kebeli mobil atau rumah, eh malah uang habis terus nggak sisa di akhir bulan. Nggak bisa nabung deh akhirnya.

3. Merasa Cukup dengan Penghasilan

Dengan financial planning, kita akan merasa uang atau pemasukan yang kita punya per bulan itu cukup, ya cukup untuk hidup, cukup untuk makan, bahkan cukup untuk mencapai tujuan keuangan kita. Pada akhirnya, secara sadar tak sadar gaya hidup kita akan menyesuaikan karena semua pengeluaran sudah direncanakan atau diploting dengan baik.

4. Memitigasi Risiko akan Munculnya Musibah dan Memastikan Keuangan Tetap Aman

Yang namanya hidup, pasti akan selalu ada kemungkinan kita dipertemukan dengan kondisi yang tak nyaman. Yang namanya musibah, cobaan bisa terjadi kapan saja di luar kendali kita. 

Kita memang tak boleh ya jumawa dan sombong bahkan merasa hidup kita ya berdasarkan kemauan kita sendiri. Ingat, Allah punya kuasa di atas segalanya. Dan aku percaya, kapanpun Allah bisa berikan ujian kepada hamba-Nya kapan pun Dia mau.

Nah dengan memitigasi risiko dari musibah, sakit, atau keadaan tak menyenangkan lainnya, keuangan kita bisa tetap aman, bahkan tujuan keuangan atau rencana masa depan kita bisa tetap berjalan.

Piramida Perencanaan Keuangan yang Disarankan oleh Banyak Ahli

piramida perencanaan keuangan

Meski aku lulusan accounting, tapi aku nggak dapat pelajaran atau materi tentang mengatur keuangan pribadi kok, haha. Ilmu-ilmu dan informasi atau tips tentang mengelola keuangan pribadi ini banyak aku baca dari akun-akun edukatif seputar finansial di instagram dan juga di banyak web finansial yang tersebar di google.

Sebanyak yang aku baca, banyak yang menyarankan menerapkan “Piramida Perencanaan Keuangan”. Seperti infografis dari @astralife di atas, Ada 5 tingkatan dalam piramida perencanaan keuangan ini yaitu step arus kas dan manajemen risiko yang tergolong dalam keamanan keuangan, serta tahap selanjutnya yaitu investasi, dana hari tua dan juga distribusi kekayaan (seperti waris dan hibah) yang ketiganya ini tergolong dalam kenyamanan keuangan. 

Sudah seharusnya kita memulai perencanaan keuangan dari step paling bawah yaitu:

1. Cash flow

Saat mulai memutuskan untuk melakukan perencanaan keuangan, sebaiknya kita fokus dulu pada cash flow yang kita miliki. Anggaran, dana darurat, uang masuk dan uang keluar harus kita perhatikan. Pada bagian ini juga ditekankan untuk kita bisa mengendalikan utang demi keamanan keuangan jangka pendek.

Jika dirasa pemasukan kita mentok, maka kita harus kendalikan pengeluaran uang kita. Tapi jika dirasa pemasukan bisa ditambah dari penghasilan tambahan atau sebagianya, maka bisa diberikan perhatian ke sana. 

Ini pun yang aku lakukan yang meski aku sudah dapat gaji tetap dari kantor, tapi aku juga bekerja sampingan atau freelance sebagai blogger dan penulis untuk mendapat uang agar perencanaan keuangan ku bisa lebih cepat sampai ke tujuan.

2. Manajemen resiko

Bagian selanjutnya adalah manajemen risiko yaitu salah satu cara membentuk pondasi keuangan. Kenapa pondasi? 

Manajemen risiko ini dianggap sebagai pondasi karena harapannya saat ada sesuatu tak mengenakan terjadi atau istilahnya ada badai dalam kehidupan kita, maka keuangan kita tak akan terganggu.

Poin ini sepertinya yang masih banyak dilewatkan oleh banyak orang, aku pun baru beberapa tahun terakhir mulai perhatian pada dana darurat yang aku sisihkan dari gaji setiap bulannya.

Manajemen risiko ini banyak pilihannya bisa dari asuransi jiwa, asuransi kesehatan dan sebagainya.

3. Investasi

Prioritas perencanaan keuangan selanjutnya adalah investasi. Jika cash flow sudah dipastikan aman dan bisa mempunyai minimal satu asuransi, maka kita sudah mulai bisa memikirkan untuk berinvestasi.

Investasi mulai aku mulai saat aku ingin mencapai tujuan keuangan tertentu, misalnya untuk beli rumah atau untuk biaya pendidikan anakku nantinya. Ngeri euy denger cerita orang-orang kantor tentang besarnya biaya pendidikan saat ini. Beda banget sama zamanku sekolah dulu, lah apakabar dengan zaman nya anakku sekolah nanti? Haduh, pusing mikir nya.

4. Dana Pensiun

Nah, kalau sudah mulai konsisten berinvestasi setiap bulannya, sekarang kita bisa mulai memikirkan dana pensiun. 

Dana pensiun ini ibaratnya akan jadi passive income saat kita sudah melewati masa produktif nantinya atau saat penghasilan kita mulai menurun.

5. Distribusi Kekayaan (Warisan, Hibah dsb)

Warisan jadi tahap akhir dalam piramida keuangan. Ibaratnya, warisan ini adalah hasil dari 4 tahap yang sudah dijalankan sebelumnya. Seperti sisa harta yang mungkin bisa kita turunkan untuk anak cucu kelak. 

Bicara masalah warisan memang sedikit tabu di Indonesia, hal ini juga sebenarnya pilihan apakah akan mendistribusikan kekayaan untuk anak cucu sendiri atau dengan metode lain seperti hibah dan sebagainya.

8 Langkah Perencanaan Keuangan, Yuk Mulai Dari Sekarang!

Tips Melakukan Perencanaan Keuangan, Yuk Mulai Dari Sekarang!

Perencanaan keuangan atau financial planning ini ibaratnya sebuah maps atau panduan jalan yang akan membawa kita menuju tujuan yang kita inginkan

Misalkan seperti aku yang ingin punya rumah sebelum usia 35 tahun, maka dengan perencanaan keuangan yang aku buat, aku bisa tahu jalan terbaik mana yang bisa mengarahkanku lebih dekat dengan tujuan tadi. 

Aku bisa cari dipandu bagaimana cara menuju ke tujuan dan aku juga bisa memperkirakan berapa lama akan sampai ke tujuan. Gambaran sederhananya seperti itu. Dan inilah beberapa tips perencanaan keuangan yang bisa aku bagikan ke temen-temen.

langkah-perencanaan-keuangan

1. Pahami Apa yang Benar-benar Ingin Dicapai di Masa Depan dan Tentukan Tujuan Keuangan

Tujuan keuangan ini bisa kita pikirkan mulai dari sekarang. Kita bisa bedakan tujuan keuangan ini menjadi 2 bagian yaitu tujuan keuangan jangka pendek dan tujuan keuangan jangka panjang. Jangka pendek jika tujuan tersebut ingin kita capai dalam beberapa bulan atau tahun saja. Sedangkan tujuan jangka panjang yang ingin kita capai dalam 5 tahun, 10 tahun atau lebih.

Tujuan keuangan jangka pendek ku misalnya menikah di akhir tahun ini atau awal tahun depan, dan aku udah mulai saving money untuk itu sejak 2020 lalu. Sedangkan contoh tujuan jangka panjangku adalah aku pengen punya rumah sendiri, aku udah merencanakan ini sejak beberapa ke belakang, doain 2022 atau 2023 bisa kesampaian ya gaes hehe. 

Oh iya, buat yang baru menikah atau berkeluarga dan belum dikaruniai anak atau baru punya anak, udah bisa mulai memasukan uang pendidikan anak mulai dari sekarang loh.

Akupun nanti setelah menikah akan langsung membuat post untuk rencana tersebut mengingat aku pengen banget masa depan pendidikan anakku nanti lebih aman dan anakku kelak bisa fokus belajar tanpa memusingkan apa orang tuanya ini punya uang untuk mendukung cita-citanya. Jangan lupa bicarakan masalah rencana keuangan ini juga dengan pasangan atau calon pasangan biar tujuannya bisa sejalan dan beriringan gitu. Siapa tahu pasangan kita juga punya rencana yang sama atau bisa jadi berbeda ya kan?

2. Catat Semua Pemasukan dan Pengeluaran

Mencatat seluruh pemasukan dan pengeluaran dalam satu periode atau 1 bulan bagiku sangat perlu sebelum memulai melakukan perencanaan keuangan. 

Bagi yang belum terbiasa melakukan hal ini, mungkin nanti akan sedikit kaget dan baru tersadar ternyata selama ini uang yang kalian hasilkan itu lari kemana saja.

Dengan mencatat pemasukan dan pengeluaran ini kita bisa melihat sebenarnya seperti apa kondisi keuangan dan kemampuan finansial diri sendiri. 

Berapa uang yang dikeluarkan untuk keperluan pokok, berapa uang yang terbuang percuma dan bikin boros akan terlihat saat kita rutin mencatatnya.

Metode pencatatannya sendiri bebas ya, ada yang nyaman pakai tulisan di buku atau kertas, ada yang biasa pakai berbagai aplikasi catatan keuangan pribadi atau ada yang sepertiku yaitu terbiasa mencatat laporan keuangan di excel/spreadsheet.

Mencatat pengeluaran dan pemasukan ini juga sebagai bahan evaluasi untuk melihat biaya-biaya apa saja yang terjadi pemborosan atau seharusnya bisa untuk ditekan.

3. Lakukan Budgeting atau Anggaran Keuangan Pribadi

Setelah mengetahui berapa pemasukan dan pengeluaran dalam satu bulan berjalan, buat juga anggaran pemasukan dan pengeluaran atau yang biasa disebut budgeting untuk bulan-bulan sebelumnya.

Aku udah pernah bikin tulisannya di artikel “Membuat Anggaran Dan Laporan Keuangan Pribadi [Free Download Form Excel Personal Budgeting]” monggo dibaca ya siapa tahu membantu.

Disini kita udah bisa mulai memasukan rencana-rencana keuangan jangka pendek maupun jangka panjang kita. Biasanya aku buat anggaran dalam satu tahun. 

Di sini kita bisa mendata seluruh kebutuhan kita dalam satu bulan, dan juga kemungkinan kebutuhan dana di bulan-bulan selanjutnya. Biasanya aku tulis agak detail nih, misalkan bulan kesekian aku ada rencana untuk pulang kampung, maka aku akan masukan biaya transportasi disitu. 

Contoh lain, di bulan jatuhnya hari raya idul fitri aku juga memasukan anggaran untuk zakat fitrah, bagi-bagi angpao buat anak-anak kecil di kampung, juga buat keluarga. Jadi aku udah ada gambaran gitu di bulan mana saja akan ada pengeluaran-pengeluaran khusus.

4. Kurangi Gaya Hidup Foya-foya dan Mulai Berhemat

Sebesar apapun penghasilan kayaknya akan tetap habis percuma kalau kita masih hidup boros dan suka foya-foya ya gaes. Bukan berarti harus menyiksa diri untuk tidak memperbolehkan makan enak, nongkrong di tempat bagus, belanja atau liburan sih ya, bisa jadi stress juga kalau tekanan hidup nggak diimbangi dengan refreshing.

Tapi bisa kok dengan tetap melakukan hal-hal menyenangkan seperti itu dengan catatan intensitasnya dibatasi atau dikurangi. Misalkan makan di tempat mewah cukup sekali atau dua kali aja sebulan. Belanja hanya untuk barang yang dibutuhkan, bukan semata cuci mata lalu memanfaatkan kesempatan promo gratis ongkir di marketplace-marketplace itu.

Dengan cara begini, maka pengeluaran bisa makin bijaksana dan uang nya bisa kita alokasikan untuk kebutuhan mendesak lainnya, bahkan bisa kita masukan ke investasi deh.

5. Bayar Utang Sesuai Waktu yang Ditentukan dan Utang Hanya Saat Sanggup Membayar

Aku bukan orang yang anti utang, kadang beli gadget yang mahal juga pakai kartu kredit dengan sistem cicilan. Beli mobil juga nyicil, utang juga. Dan sebenarnya utang nggak selalu harus dianggap buruk juga selama kita bisa memanage pembayarannya dengan benar. 

Dan juga jangan dibiasakan membeli barang dengan sistem cicil atau hutang karena alasan “kepengen” alias buat beli barang-barang konsumtif aja ya. Karena kalau begitu jatuhnya nanti bakal dikit-dikit nambah utang, la wong “kepengenannya banyak banget” ehehehe

Pembayaran utang juga selalu aku masukan dalam TOPS LIST pengeluaran yang harus segera dikeluarkan setelah gajian bulanan. Jadi nggak ada alasan buat nunda-nunda bayar utang ya karena ini kewajiban. Kalau perlu kasih reminder di handphone biar nggak lupa dan nggak kena bunga yang pastinya akan makin membengkak seiring berjalannya waktu.

Hal penting lainnya sebelum menambah hutang adalah pastikan kita sanggup membayarnya. Ada nih orang yang berani hutang padahal nggak punya anggaran lebih untuk bayar hutangnya setiap bulan.

Maksudnya gini gaes, setiap mau hutang itu kita otomatis harus menganggarkan uang di bulan selanjutnya atau di waktu yang ditentukan untuk membayar. Jadi, utang itu nggak sesimpel bilang “utang ah, utang yaaaa, bayar besok yaaa”. Nggak gitu konsepnya, utang ya saat kita emang tahu kita bisa bayar dan ada anggaran untuk bayar utang, SEPAKAT YA?

6. Proteksi Diri dengan Asuransi

Seperti piramida perencanaan yang udah aku jabarkan di atas, asuransi merupakan ikhtiar kita dalam memanage risiko dari hal-hal yang nggak menyenangkan seperti sakit, kecelakaan, Gunakan asuransi sebagai perlindungan dan sebagainya. 

Jangan sampai dana yang telah kita alokasikan untuk tujuan keuangan masa depan kita akan terganggu jika hal-hal yang nggak diinginkan ini terjadi. Contohnya saja biaya berobat saat kita sakit. Yang namanya manusia kan bisa-bisa aja sakit ya, kalau diharuskan berobat kerumah sakit kebayang kan berapa besaran biayanya jika kita tak punya asuransi kesehatan.

Tak hanya asuransi kesehatan saja sih sebenarnya, ada pula jenis asuransi lain seperti asuransi jika, kendaraan hingga pendidikan yang bisa kita gunakan. Disesuaikan saja dengan budget dan kebutuhan yang dirasa paling dekat dengan kita.

7. Meningkatkan Pendapatan dan Mulai Berinvestasi 

Aku sering lihat video youtube Raditya Dika yang sering sharing masalah keuangan. Aku masih ingat banget Radit pernah bilang kalau investasi adalah cara cepat agar kita bisa mencapai tujuan keuangan kita lebih cepat.

Masuk akal sih, investasi yang tepat memang bisa menjadi cara cepat kita untuk meningkatkan kekayaan dari return yang diterima.

Buat yang belum terbiasa berinvestasi, sebenarnya bisa mengasumsikannya sama dengan menabung. Bedanya kalau menabung sendiri tidak akan meningkatkan nilai uang di tabungan karena justru bisa tergerus inflasi dan godaan untuk terus mengambil tabungannya.

Berbeda dengan investasi yang justru bisa membuat uang kita makin bertambah.

Bukan berarti investasi nggak ada resikonya ya. Tapi kita bisa memilih jenis investasi yang paling aman dan nyaman menurut kita kok. Investasi emang nggak baik kalau model ikut-ikutan tren aja. Kita juga harus paham jenis investasinya apa.

Aku sendiri baru punya investasi emas dan reksadana. Selain itu masih ada jenis investasi lain seperti saham, obligasi, Peer to Peer Lending dan sebagainya.

Jika ingin tujuan keuangan kita lebih cepat tercapai kita bisa mulai memikirkan untuk mencari penghasilan tambahan misalkan dari berbisnis sampingan, atau menjual jasa dari skill yang dimiliki. 

8. Lakukan Evaluasi Perencanaan Keuangan

Kondisi keuangan kita bisa naik bisa turun, pemasukan dan pengeluaran pun demikian, bisa jadi ditengah perjalanan akan ada kewajiban atau pengeluaran tambahan yang harus dikeluarkan rutin setiap bulan. Atau bisa juga ada pemasukan tambahan karena mendapat sumber penghasilan tambahan.

Karenanya perencanaan keuangan kita pun bisa dibuat menyesuaikan kondisi finansial kita. Intinya sih kita sendiri yang tahu sebaiknya uang kita diatur seperti apa jika ingin tujuan keuangan kita tercapai.

Jika kita konsisten melakukannya perencanaan keuangan hingga bertahun-tahun, jangan lupa lakukan evaluasi apakah semua planning kita terlaksana, apakah alokasi dana yang seharusnya masuk ke post-post tertentu sudah sesuai pada tempatnya.

Mereview rencana keuangan setiap tahunnya juga bisa membuat kita makin semangat dalam mencari rejeki karena merasa lebih dekat dengan tujuan keuangan kita loh gaes ^^

Ubah Masa Depan dan Wujudkan Tujuan Keuangan Lebih Cepat Bersama aplikasi MOXA dari Astra Financial

Ubah Masa Depan dan Wujudkan Tujuan Keuangan Lebih Cepat Bersama aplikasi “MOXA”

Mewujudkan tujuan keuangan demi masa depan yang cerah dan nyaman memang bukan perkara mudah. Menumbuhkan niatnya saja udah sulit apalagi menjalaninya dengan konsisten. 

Mungkin itu juga yang akhirnya membuat banyak orang mengabaikan perihal finansial planning  ini. Padahal, seperti yang temen-temen baca di atas kan? dengan finansial planning arah tujuan kita berjalan tuh makin jelas. 

Beruntungnya aku sebagai orang yang hidup di zaman serba digital ini. Baru-baru ini Astra Financial luncurkan super App andalan yaitu aplikasi “MOXA” yang bisa membantuku mewujudkan tujuan keuanganku. Apa itu aplikasi MOXA dan bagaimana cara kerjanya? Yuk simak yuk!

Apa itu Aplikasi MOXA?

Aplikasi MOXA adalah sebuah aplikasi berbasis mobile terbaru yang diluncurkan oleh Astra Financial (PT Sedaya Multi Investama), yang merupakan anak perusahaan di bidang jasa keuangan PT Astra International Tbk. 

Aplikasi super ini menjawab kebutuhan generasi modern sepertiku yang makin dinamis seputar masalah keuangan.

Aku langsung download aplikasinya saat pertama tahu ada aplikasi baru bernama MOXA di playstore. Karena penasaran tentu aku langsung pelajari dan buka menu-menunya.

Dari yang aku telusuri di aplikasinya, ternyata fitur-fiturnya menarik banget buat ku pribadi yang lagi concern banget masalah keuangan. Saat pertama membuka aplikasinya aja aku udah ditanyai tentang “apa tujuan keuangan yang ingin aku capai”. Dari situ aku langsung ngeh kalau ternyata aplikasi ini bisa mengarahkanku mewujudkan mimpi-mimpi dan rencanaku di masa depan.

Di dalamnya ada berbagai layanan mulai dari pembiayaan kendaraan, pembiayaan perjalanan religi, pinjaman multiguna, pembiayaan gawai, elektronik, furnitur, bahkan persiapan dana pendidikan. 

Tak cukup sampai disitu, ada juga layanna sewa mobil dan bus, layanan antar jemput bandara, test drive kendaraan impian, hingga produk asuransi. Hal ini berarti MOXA selalu hadir dengan solusi keuangan di setiap fase kehidupan konsumen, dari mulai memenuhi kebutuhan saat ini hingga mencapai tujuan hidup di masa depan.

Buat yang mau dan suka investasi, di MOXA juga menyediakan layanan investasi, investasi emas dan sebagainya. Memang menu investasi dan investasi emas ini belum bisa diakses sampai hari ini aku tulis artikel ini sih. Tapi aku excited banget pasti nanti saat semua fitur sudah berjalan aku akan makin dimudahkan karena perencanaan keuanganku bisa aku lakukan dari satu aplikasi.

Bahkan dari aplikasi MOXA ini kita bisa juga buka rekening Permata moxaKu secara online dengan beberapa keuntungan. Wah ini sesuai banget dengan pernyataan dari Bapak Suparno Jasmin yang aku baca pada press release MOXA , “MOXA mengintegrasikan seluruh kebutuhan finansial dalam satu aplikasi sebab #DenganMOXASemuaBisa dan menjadi pusat dari berbagai layanan keuangan terbaik dari Astra Financial”

Cara Daftar Aplikasi MOXA

cara daftar aplikasi moxa dari astra financial

  1. Download aplikasi MOXA di playstore
  2. Masukan nomor ponsel kita
  3. Masukan tanggal lahir
  4. Masukan nama depan kita
  5. Pilih gender
  6. Pilih tujuan keuangan atau impian yang ingin kita capai
  7. Masuk ke profile
  8. Masukan email dan nomor ponsel
  9. Tunggu OTP yang akan masuk ke ponsel kita
  10. Masukan kode OTP
  11. Buat PIN login
  12. Konfirmasi PIN

Visi & Misi MOXA

MOXA mempunyai  misi untuk menciptakan masyarakat yang lebih dinamis dengan menghadirkan solusi keuangan terbaik.

  • Visi MOXA : Menjadi platform solusi keuangan terintegrasi terbaik di kelasnya yang paling diminati.
  • Misi MOXA: Menjadi platform terpercaya untuk membantu masyarakat Indonesia menyelesaikan masalah keuangan dan menuju kemakmuran.

Kenapa Harus Memilih MOXA untuk Wujudkan Impian Masa Depan Kita?

SemuaBisaDenganMoxa

Seperti pembahasan tentang perencanaan keuangan di atas, perlu yang namanya evaluasi financial planning agar kita tetap fokus pada tujuan atau impian keuangan yang kita inginkan. Nah, dengan satu aplikasi MOXA ini, kita bisa lebih mudah menjalankan rencana kita tadi.

#TemanMOXA ingin tujuan keuangannya baik itu pergi haji, umroh, beli mobil atau memproteksi keluarga dengan asuransi? Semua pilihannya ada dalam satu aplikasi ini. Kalian semua wajib coba ya. Kenapa?

  • Aplikasi yang Ringan dan Mudah Digunakan

first experience saat buka aplikasi ini tuh menarik dan nyaman di mata dengan warna biru tua, orange dan putih yang paduannya bikin adem di mata. MOXA ini juga di desain dengan pendekatan yang berfokus pada user centric sehingga menghasilkan user experience yang sederhana dan mudah dipahami.

  • Layanan yang Terintegrasi

Saat butuh layanan-layanan keuangan seperti asuransi kesehatan, lalu asuransi kendaraan, atau pinjaman tunai, biasanya kita harus mendatangi atau membuka banyak situs dan aplikasi yang berbeda. 

Namun tidak lagi jika kita memakai aplikasi MOXA ini. Semua layanan yang disebut tadi bisa kita dapatkan hanya dengan sekali buka aplikasi dan satu akun. Gampang banget ya! 

  • Layanan Keuangan Super Lengkap, Ada Lebih dari 10 Produk Finansial

Untuk layanan keuangannya sendiri ada banyak banget. Aku sedikit kaget pas buka aplikasinya pertama kali. Memang ada beberapa aplikasi yang masih belum bisa running dan statusnya masih “segera”, tapi nanti saat semua layanan sudah aktif, pasti bermanfaat banget. Beberapa layanan ini diklasifikasikan dalam kategorinya masing-masing, seperti:

moxa, Layanan Keuangan Super Lengkap

  • Berisi Partner-partner (Brand) yang Terpercaya

Saat membuka aplikasi MOXA kita akan disajikan berbagai macam produk finansial dari berbagai perusahaan keuangan dan asuransi terbaik di Indonesia seperti FIFGROUP, maucash, PermataBank, Mobil88, Mvic, Trac, Astra life, SANS, taf, dan lain sebagainya.

  • Aman dan Terpercaya

Satu hal yang wajib kita ingat saat berhubungan dengan layanan keuangan apapun yaitu pastikan keamanannya karena uang ini kan berhubungan sama masa depan dan hidup kita ya. Jangan sampai memilih aplikasi abal-abal yang memberikan penawaran yang tak wajar.

Diawasi oleh OJK atau Otoritas Jasa Keuangan adalah hal wajib. Dan MOXA adalah lembaga keuangan yang terdaftar dan diawasi oleh OJK. Jadi kita bisa merasa lebih nyaman atas data-data kita yang tercatat di sana.

Yuk, Wujudkan Impian Masa Depan Kita dengan Download Aplikasi MOXA dari Astra Financial

Sampai saat aku mau download MOXA, aplikasi ini udah didownload oleh lebih dari 1 juta pengguna. Luar biasa! Padahal MOXA tergolong aplikasi baru yang muncul 2021 ini. Tapi masuk akal juga sih dengan segala layanannya yang ditawarkan.

Buat teman-teman yang lagi semangat menyusun rencana keuangan sepertiku, bisa banget loh dicoba download aplikasi ini di PlayStore.

#temanMOXA juga bisa ikuti update-update terbaru tentang MOXA. Yuk, semangat wujudkan tujuan keuangan dan susun financial bareng aku dan Moxa dari Astra Financial. Semoga kita sama-sama bisa mencapai semua yang kita inginkan ya gaes… !!! Bismillah!!!

 

REFERENSI:

Pengalaman pribadi

Infografis: Rini Novita Sari – celotehdinihari, diolah dengan aplikasi canva

https://www.moxa.id/syarat-dan-ketentuan

https://www.astrafinancial.co.id/2021/04/03/kompetisi-jurnalis-dan-blogger-astra-financial-2021-kjbaf-2021/

https://www.padusi.id/2021/09/03/astra-financial-pendamping-keuangan-di-setiap-fase-kehidupan/

0 Shares:
20 comments
  1. Baru tau ada aplikasi Moxa. Menarik. Tipsnya juga menarik. Beruntung sih bisa menemukan artikel keren gini

  2. Wah ada Moxa ya jadi semakin gampang ya untuk mengurus segala macam kebutuhan finansial dari mulai asuransi hingga pembiayaan kebutuhan harian. Semoga semakin membantu kalangan masyarakat yang membutuhkan.

  3. Perencanaan finansial itu memang penting banget ya Mbak. Meskipun latar belakang saya teknik, saya juga tertarik untuk mendalami dunia keuangan. Yah, paling tidak saya bisa merencanakan skenario terbijak dalam mendapatkan dan membelanjakan uang saya dan keluarga. Terima kasih untuk artikelnya, sebuah wawasan yang mencerahkan

  4. Perencanaa keuangan meskipun kadang tidak berjalan sebagaimana yang direncanakan memang lebih baik dibuat daripada tidak sama sekali sehingga kita bisa mengukur financial yang dikelola. Moxa dari Astra ini bakal dilirik karena menyediakan kebutuhan konsumen lewat aplikasinya ya, sangat memudahkan.

  5. Mba Rini contoh sukses anak muda kekinian. Patut ditiru nih. Usia muda, tapi sukses luar biasa. Udah punya bisnis digital pula.

    Terkadang financial planning ini kita anggap sepele, padahal penting banget untuk mengatur alur keuangan. Apalagi kalo udah berkeluarga, wajib menyusun rencana keuangan buat masa depan.

    Wuih keren banget nih udah punya format rencana keuangan buatan sendiri.

  6. Aku lihat banyak banget sekarang yang pakai aplikasi perencanaan keuangan. Startup-nya pun banyak. Soalnya terbantu banget buat memanajemen pemasukan biar balance sama pengeluaran. Jangan sampai besar pasak daripada tiang. Moxa ini terintegrasi ya, gak cuma platform asuransi, tapi sekalian sama perencanaan keuangannya.

  7. Salah satu advice keuangan yang pernah aku dapat adalah: pastikan kita punya tujuan finansial.
    Kalo engga, wah udah deh, duit bakal kocar-kacir.
    Di aplikasi MOXA kita kayak dikasih motivasi gak sih dengan pilihan produknya?!
    Yok bisa yok! Jadi, tujuan finansialmu yang mana nih?

  8. Selalu salut sama mbak Dini. Masih muda tapi punya segudang prestasi, pantaslah kalau sukses, ternyata punya rencana yang matang, termasuk keuangan. Boleh nih, tipsnya dicontoh. Makasih mbak Rini

  9. Wah keren banget mbak Rini, step step perencanaan keuangannya udah Mateng di usia yang masih terbilang cukup muda. Bisa jadi contoh buat anakku nanti bahwa masa depan itu kita yang menentukan bukan orang lain

  10. Mba Dini aku speechless baca cerita suksesnya di usia 25. Keren mbak, barakallah. Anyway masih PR besae untukku tentang financial planing ini. Ulasan lengkap ini jd reminder buatku.

    Dan ak baru tau moxa punyanya astra, pasti trusted lah ga diragukan lagi. Fiturnya jg lengkap ya 🙂

  11. Ini relate bgt dengan apa yg aku dengar di podcast kapan hari. Kondisi orgtua berpengaruh thd bagaimana hubungan kita dgn uang. Lalu pelajarannya balik lg k kita, apa bisa mengambil atau melawan.

    Model Moxa menarik juga nih. Bnyk pilihan keuangannya ya

  12. Dengan Moxa, perencanaan keuangan kita paasti jadi lebih baik, dan yang penting pengeluaran jadi makin terkontrol. Makasih loh infonya mbak.

  13. Selalu kagum dengan kak Rini saat menjelaskan sesuatu, total dan lengkap banget kayak ulasan MOXA ini. Denger kisah hidupnya dan akhirnya jadi tertarik merencanakan keuangan jadi lebih baik deh

  14. Super lengkapp mba rin penjelasannya soal MOXA. AKu jg udah mulai nyoba pake nih apl, pengen nabung buat naik hajii

  15. lengkap banget mba, wah bisa jadi rujukan nih, keren 🙂 memang penting banget ya perencanaan finansial tuh, dan pentingnya lagi sebenernya kudu direncanain sedini mungkin 🙂

  16. masya Allah salut banget sama mbak rini , hebat mbak muda produktif dan penuh pemikiran. keren uey. di usia mbak wkatu itu kayaknya akupun belum bisa nih serapi ini pencatan keuanganku. wah beruntung membaca tulisanini aku jadi tahu harus mulai darimana hahah meksi sudah menjadi emak2 seperti sekrg rasanya maslah negtur keuangan suamiku lebih jago. hha mbak akuijin comot artikelnya buat refrensi ya

  17. masya Allah salut banget sama mbak rini , hebat mbak muda produktif dan penuh pemikiran. keren uey. di usia mbak waktu itu kayaknya akupun belum bisa nih serapi ini pencatatan keuanganku. wah beruntung membaca tulisan ini aku jadi tahu harus mulai darimana hahah meski sudah menjadi emak2 seperti sekarang rasanya masalah nmengatur keuangan suamiku lebih jago. hha mbak aku ijin comot artikelnya buat refrensi ya

  18. barokallah mbak luar biasa pencapaiannya, sangat menginspirasi
    terima kasih ya mbak, memberikan motivasi ditambah aplikai moxa ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.