Berapa Standar Fee untuk Content Writer? Apa Bedanya dengan Fee Menulis Para Blogger?

fee content writer - blogger 2 (1)

Baru-baru ini aku sebar form google untuk mencari alias merekrut penulis atau content writer untuk aku masukan dalam tim penulis yang aku bentuk bernama NOE DIGITAL WRITER. Tim penulis ini yang nantinya akan aku kasih kerjaan untuk menulis artikel dari beberapa klien. Dari yang form aku sebar itu ternyata aku menemukan beberapa fakta yang kayaknya asik juga nih buat jadi bahan tulisan di celotehdinihari.com

Singkatnya, aku menemukan fakta bahwa masih banyak banget temen-temen yang ternyata bingung juga menentukan tarif atau fee content writer mereka sendiri. Lain cerita dengan fakta bahwa banyak blogger yang ikut mengisi form tersebut dan memasukkan harga standart fee mereka untuk kerjaan di blog meski di form itu udah aku note “HARGA YANG DIMASUKAN ADALAH FEE CONTENT WRITER BUKAN FEE BLOGGER” hehe.

Eh tapi ternyata masih banyak loh yang isi fee buat blogger. Hehe ya nggak papa sih. Ku maklumin kok. Nyatanya masih banyak yang nggak tau apa beda kerjaan content writer dibandingkan blogger.

So, kali ini aku akan sedikit sharing dan menjabarkan beberapa hal nih terkait fee content writer dan apa yang membedakan dengan fee-nya temen-temen blogger (termasuk aku). Ikutin terus yaakk (bentar narik nafas dulu, bakal panjang nih)

Apa Itu Content Writer?

Kalau secara makna per kata, content writer adalah penulis konten. (iya rin. Iyaaaaa tau. wkwk) 

Dikutip dari www.ruangpegawai.com bahwa content writer adalah penulis konten dalam bentuk artikel. Seorang content writer dituntut untuk mengubah sebuah ide ke dalam bentuk tulisan yaitu artikel. 

Content writer ini bisa bekerja sendiri sebagai freelancer atau bekerja untuk sebuah perusahaan. Pastinya kalau bekerja sebagai content writer tetap di sebuah perusahaan content writer ini mempunyai tanggung jawab yang berbeda lagi karena terikat dengan instansi.

Sedikit berbeda dengan content writer tetap untuk perusahaan yang akan aku bahas pada artikel kali ini. Di artikel ini aku akan menjelaskan content writer lepas atau freelancer content writer.

 

Tugas Seorang Freelancer Content Writer

Mengubah Ide Menjadi Tulisan atau Artikel

Tak semua klien memberikan tugasnya dalam bentuk judul dan keyword yang sudah matang. Meskipun sebenarnya pemberian tugas atau job dengan memberikan judul dan keyword yang sudah siap sangat membantu content writer untuk mengembangkan tulisannya. 

Tapi tetap saja inti dari tugas content writer adalah mengembangkan ide mentah maupun judul dan keyword yang telah diberikan oleh klien.

Tapi saranku sih sebagai content writer kita langsung aja minta judul atau keyword yang telah ditentukan oleh kalian. Bukan sekedar tema aja.

Mempelajari Cara Penulisan Artikel yang Baik dan Benar

Mempelajari cara penulisan yang baik dan benar tentu menjadi hal yang wajib bagi seorang content writer. Minimal tahu tata cara penggunaan kata sambung, kata depan, tanda baca, penulisan huruf kapital, penerapan heading, subheading, minor heading, penyebaran keyword dan lain sebagainya. 

Meski begitu, penting pula memahami kebutuhan artikel bagi sang klien. Nggak semua klien menuntut artikel dengan bahasa yang baku loh. Justru kebanyakan kalian yang aku tanganni menghendaki penulisan artikel seperti yang biasa aku buat untuk blog celotehdinihari.com. Yap, artikel listicle dengan bahasa yang santai dan mudah dipahami.

Makanya, sebelum mengerjakan sebuah tugas dari klien, penting untuk aku tanyakan terlebih dahulu bahasa seperti apa yang dikehendaki oleh klien tersebut. Contohnya nih penggunaan subjek, apakah memakai “kamu” atau “Anda”. Bolehkah memakai kata santai seperti “nah, yap, loh” dan lain sebagainya 

Mengikuti Perintah atau Brief yang Diberikan Diberikan oleh Klien

Kenapa sebuah job content writer harus menggunakan brief yang jelas. Sebenarnya pemberian brief ini menguntungkan kedua belah pihak yaitu pihak pemberi job atau klien dan juga pihak content writer itu sendiri. Kenapa begitu?

Bagi klien, memberikan briefing dan lengkap akan memberikan jaminan lebih bahwa hasil artikel yang akan didapatkan nanti sesuai dengan yang diharapkan. Pun begitu untuk sang content writer, diberikannya brief yang lengkap akan memudahkan mereka untuk mengerjakan artikel tersebut lebih baik dan topik pembahasan tepat.

Takutnya nih kalau brief yang diberikan nggak lengkap atau nggak jelas, nantinya yang ditulis content writer dan yang dimaksud oleh klien sangat jomplang alias nggak nyambung. Dampaknya tentu akan berujung revisi. 

Revisi sebagian aja udah cukup melelahkan untuk content writer apalagi bagi mereka yang mempunyai job menulis borongan sekaligus dalam satu hari. Apalagi kalau sampai revisinya revisi total alias harus mengubah keseluruhan isi artikel, tentu akan sangat makan waktu.

 

Berapa Tarif atau Fee Standar Seorang Content Writer?

Berapa sih tarif seorang content writer atau penulis content untuk sebuah website atau pun blog?

Sebenarnya sebelum memasang tarif atau fee content writer aku udah browsing di berbagai banyak sumber. Cari tahu aja sih sebenarnya standar content writer itu harganya berapa. Dan hasilnya aku nggak bisa bener-bener menemukan info valid masalah ini. Akupun yang baru terjun ke dunia penulisan ini nggak bisa asal menerka-nerka.

Karena faktanya di website projects.co.id banyak banget yang pasang harga sangat amat murah. Maki bikin aku bingung, padahal harga yang aku taruh di bid itu menurutku udah murah (pandangan seorang blogger emang). Eh pas tau harga freelancer yang diterima bidnya aku langsung kaget dong.

Begitu juga saat aku amati harga di beberapa jasa penulisan artikel yang di-share di grup grup blogger di facebook. Murah-murah banget, asli deh. Kurang tahu sih kualitasnya gimana soalnya aku pun nggak nyoba untuk order.

Tapi aku punya satu teman blogger nih yang emang udah temenan lama baik di Facebook maupun di WhatsApp. Adek Firdaus dengan blog-nya ayo-berbahasa.com dan juga firdausartikel.com. Dia punya hasil penulisan artikel yang dibilang udah lumayan bagus. Nggak heran, kliennya pun udah cukup banyak. Dari penjelaskan atau testimoni beberapa temen sih bilang kalau artikelnya berkualitas. Sampai akhirnya adek ini mulai naikin rate artikelnya. 

Dan itu juga yang jadi patokanku untuk memasang tarif artikel di NOE DIGITAL WRITER. Harganya berapa bisa kalian lihat langsung digambar bawah ini atau bisa langsung kunjungi blog firdausartikel.com

Artikel Terkait:  Ingin dapat Penghasilan Tambahan sebagai Blogger? Buruan Coba Jadi Publisher di VIRA.ID

Fee untuk Content WriterDan ini adalah tarif artikel di Tim Penulis yang aku rekrut untuk NOE DIGITAL WRITER

Perbedaan Fee Content Writer dan Fee Menulis Blogger. Mahal Siapa?

Lalu? Berapa fee untuk blogger? Dimana perbedaan fee blogger dan content writer ini?

Kemarin nih, pas aku sebar form google, banyak teman ngisi dengan nominal yang tinggi yaitu sekitar 75ribu sampai dengan 300ribuan. Sedangkan content writer per 100 kata infonya wajar di angka Rp3000,- an. 

Ya, nggak papa sih, kan blogger juga bisa bekerja dan disebut sebagai content writer, orang sama-sama nulis juga kan. Tapi kisaran besar segitu emang fee menulis untuk blogger, bukan untuk penulis lepas macam content writer. Bedanya dimana? Kenapa fee blogger lebih mahal. Ayok jabarin bareng.

Content Writer Jual Tulisan, Blogger Jual Tulisan Plus Jasa Sewa Aset Blog-nya.

Jadi gini teman-teman, seorang content writer atau penulis lepas gak harus punya keterikatan dengan blog itu sendiri. Maksudnya enggak ada keharusan juga seorang content writer untuk mempunyai dan mengurus blog secara profesional.

Artinya jasa yang dia jual ya memang hanya tulisan atau artikel aja. Tanggung jawabnya ya di kualitas artikel yang dibuat. Jadi yang dinilai dari fee yang disebut di atas memang murni atas hasil tulisannya. 

Berbeda dengan blogger yang jika dapat job menulis dari client maka jasa yang dia jual bukan semata-mata jasa nulis aja. Jasa di sini maksudnya bisa content placement atau content review yang ditulis sendiri oleh blogger ya.  

Jasa menulis blogger ini selain menilai hasil tulisannya juga harus dilihat kredibilitas dari blog yang dimiliki. Semakin baik kualitas blog yang dimiliki oleh para blogger maka dia bisa dan pantas tuh pasang tarif yang lebih tinggi. 

Kualitas ini bisa dinilai dari berbagai macam parameter ya misalnya nilai domain authority dan page authority. Bisa juga dilihat dari domain rating, alexa rank, jumlah view atau traffic dan lain sebagainya. 

Nah nilai-nilai yang mahal buat jasa menulis blogger pun makin mahal karena dia punya satu aset yang bisa dipakai dan di sewa oleh para client untuk menaruh iklan produk dan lain sebagainya.

 

Artikel Terkait:  Blog Achievement 2019 and Blog Resolution 2020

Tanggung Jawab yang Berbeda Antara Content Writer dan Blogger

Saat seorang content writer mengerjakan sebuah project dari client maka tentu content writer tersebut dituntut untuk memenuhi semua brief yang diberikan oleh client. Para penulis ini juga diharuskan mengerti kaidah penulisan yang baik dan mengikuti karakter dari klien tersebut. Dan di dunia Digital marketing atau internet marketing ini tentu seorang content writer harus memahami kaidah penulisan artikel SEO dan listicle.

 

Dan pasti semua content writer diharuskan untuk menulis konten yang benar-benar tanpa menggunakan tools-tools khusus yang curang juga dilarang keras untuk mempelajari konten orang lain.

Nah tapi tugas dan tanggung jawab content writer ya sebatas itu aja. Nggak punya tanggung jawab apakah nanti artikelnya harus naik di ranking atas Google atau artikel tadi harus mendapatkan view sekian ratus, mendapat banjir komentar atau syarat-syarat lainnya.

Berbeda dengan blogger yang idealnya setiap job yang diberikan oleh klien mempunyai tanggung jawab yang lebih berat. Kebanyakan sih klien merekrut blogger yang dia inginkan karena pasti mengharapkan sesuatu yang nantinya akan berdampak pada usaha atau bisnis yang mereka miliki.

Karena itu para blogger setelah menulis artikel dan mempublishnya juga terkadang dituntut untuk bisa mengupayakan artikel tadi agar mendapatkan page view di angka sekian. Nah itu salah satu aja tanggung jawab yang biasanya dituntut oleh klien.

Dari deskripsi di atas tentu kelihatan banget dong beda tanggung jawab antara content writer dan blogger yang menyebabkan harga atau fee mereka memang sangat jauh berbeda.


Untuk Para Teman Content Writer Jangan Berkecil Hati. Kenapa?

“Wah untuk content writer kecil ya. Nggak mau lagi ah jadi content writer habis ini.
Wah jangan mikir gitu dong.

Meski fee untuk blogger terbilang cukup atau lebih besar jauh di atas fee content writer, tapi belum tentu kok setiap hari ada job yang datang ke para blogger termasuk aku ini. Beda sama kalian yang sekali dapat orderan bisa langsung puluhan artikel.

Apapun profesinya yang penting kita bisa mensyukuri apa yang kita hasilkan dengan jerih payah sendiri. Jadi blogger itu nggak gampang, jadi content writer pun bukan hal yang mudah. Semua punya tantangan dan kelebihannya masing-masing kok.

Dan masalah fee ini, sebenarnya nggak semua content writer dibayar murah. Apalagi mereka content writer profesional atau yang udah bisa masuk menjadi penulis di beberapa media atau website-website besar lainnya. Bisa loh mereka menghasilkan 5 sampai 10 jutaan per bulan.

Yakin deh, jika kalian mampu melakukan branding dan terus mempertahankan dan meningkatkan kualitas hasil tulisan nantinya tulisan kalian juga akan dihargai dengan harga yang fantastis.


Harapan Seorang Rini, Blogger yang Pernah Menjadi Content Writer dan Juga Owner Noe Digital Wrter

Sebenarnya aku juga cukup miris sih mengetahui standar fee untuk para content writer ini. Sebelum memasang fee untuk para penulisku, aku pun menanyakan terlebih dahulu kepada mereka berapa biasanya mereka dibayar di tempat lain. Dan katanya sih fee yang aku berikan itu udah layak dan lebih tinggi dibandingkan tempat lain tersebut. Meski sebenarnya aku merasa angka yang aku berikan pun masih cukup kecil.

Klien yang Alhamdulillah repeat order setiap minggu dan setiap bulan udah lumayan banyak. Aku berharap penulis ku dan semua content writer di luar sana semakin semangat meningkatkan kualitas tulisannya. Doain semoga suatu saat nanti aku bisa dan berani menaikkan sedikit demi sedikit fee untuk mereka. Tujuannya? ya agar lebih memanusiakan content writer aja.

**

Terakhir, makasih ya yang udah mau baca tulisan panjang ini. Dan yang mau order artikel di NOE DIGITAL WRITER ditunggu ya. Langsung deh hubungi kontak yang tertera di pojok kanan atas hehe. 

Artikel Terkait:  7 Target Blogging Yang Harus Dicapai Di 2019
0 Shares:
59 comments
  1. Lebih semangat jadi blogger yhaaa 😀
    Tapi sekitr 5 thn lalu aku juga pernah jadi CW dan fee-nya emang ga banyak.
    Gapapa, anggap aja tarif separuh sedekah 😀

  2. Mbak rini saya baru mengerti perbedaan antara cw dan blogger. Nyatanya saya lebih memilih menjadi blogger, mungkin saya akan merekrut cw juga seperti mbak rini hehe

  3. Jujur aku syok pas ikutan di webnya project itu mba, ampun deh ratenya parah banget padahal kan nulis itu perlu mikir ya. Kalo kita aja gak mengharagai hasil usaha kita, gimana klien kan? Well jadi bisa dibilang content writer itu sama dengan ghost writer gak sih mba?

  4. Setelah membaca tulisan lain di blog ini, saya jadi punya keyakinan bisnis artikel mbak Rini bakal maju pesat kalau terus konsisten dijalani. Tulisannya ngalir, enak dibaca.

  5. Bukan cuma feenya saja tapi dari postingan bak ini baru saya tahu jelas perbedaan antara job sebagai content writer dengan job sebagai blogger. Pantesan harganya juga beda ya mbak karena sebagai contet writer tugas kita cuma nulis artikel dan harganya disesuaikan dengan jumlah kata yang diberikan.

  6. Ulasannya cukup menarik karena jiwa-jiwa blogger emang harus di bayar sesuai kemampuan, kualitas tulisan, dan sesuai kesepakatan. Jadi jika seorang penulis content atau blogger ingin harga mahal itu wajar karena sudah menulis bagus dan berkualitas. Beda halnya seperti saya masih jauh dari kata berkualitas hehe

  7. Jadi merasa bersyukur sekali ketika saya menjadi content writer dan mendapat bayaran tetap setara dengan gaji seorang aparatur sipil.

    Berapapun bayarannya, tentu sesuai dengan kualitas dan tanggung jawab ya.

    Yuk tingkatkan kualitas tulisan kita…

  8. Selamat kak punya bisnis artikel, aku tetap semangat untuk memperbaiki tulisan2 ku nie kak. Terima kasih udah dikasih pencerahan beda blogger dan cw.

  9. Jadi tercerahkan… content writer dngan blogger berbeda… fee nya pun akan berbeda juga.. jadi tergantung pilihan kita ya kak..tertarik dengan content write ok.. blogger juga boleh

  10. Baru tahu mbak ini. Jelas banget keterangannya, aku yang masih baru2 nih sungguh baru melek. Memang terkesan nggak begitu banyak fee-nya tapi bagiku tak masalah. Selama nulis itu suka, minat dan hobi kayaknya its oke ya Mbak. Masih tetap harus semangat dan tetap mengembangkan kualitas ya.

  11. Beberapa tahun yang lalu, saya sempat menjadi content writer, meski penghasilannya tidak sebesar ketika menulis di blog sendiri, tapi saya menjalaninya dengan senang hati. Karena itung-itung pengalaman dan untuk latihan menulis.

    1. Yang mahal itu pengalaman dan latihannya ya kak… kalau kompensasi biasanya menyusul, kalau ga langsung beberapa saat setelah itu

  12. Wah jadi tambah tau nih bagaimana menentuakan rate.. selama ini masih belum tau perbedaannya.. setelah ini sudah semakin paham dan sudah pede kalo nanti ditanya lagi hehe.. nice to share mbakku.. tambah paham deh

  13. Wah makasih pencerahannya. Sebelum jadi blogger, aku pernah jadi cw mastah adsense yg dikenalkan teman. Bayarnya pake dollar meski nggak banyak per artikelnya tapi aku seneng karena keren dollarnya hahaaa. Tapi cuma tahan bbrp bulan karena jebol di fisik. Targetnya 4 artikel sehari dlm bahasa inggris tema otomotif. Otomotif tu susah banget buatku jadi 1 artikel aja lama. Pernah juga di website Indonesia tapi dibayarnya setelah page view sekian & murah banget. Jadi aku quit karena kelamaan nunggu pv sebanyak itu. Sebenarnya aku santai aja berapapun feenya karena sayang sayang nolak rejeki. Asal aku kenal orangnya, bayarnya per artikel & temanya aku paham biar cepat selesai. Jadi waktuku tidak terpenjara disitu, bisa ngerjain lainnya buat nambah2 fee yg sedikit itu.

  14. kecil juga ya ternyata feenya content writer, beda ya fee content wroiterfull time di kantor ya aku pernah soalnya 🙂

  15. Jadi ingat pernah jadi content writer di Oscorp Industri gara2 punya basic menulis novel. Aku 4 tahun trus resign menikah. Alhamdulillah dari sana profesi ini tetap saya tekuni nyambi ngenovel dan ngeblog. Setuju mba semuanya harus disyukuri

  16. Setelah membaca tulisan Mbak Rini, saya jadi semakin paham perbedaannya, Mbak. Jadi content writer ya menulis artikel saja.Sedangkan blogger menulis juga, posting di blognya, promo juga tulisan itu.
    Terima kasih sharing lengkapnya, Mbak Rini.

  17. Waaah tercerahkan sekali sama artikel ini bund. Aku pun masih jadi CW sekaligus Blogger secara bersamaan. Dan syukurnya, amu menikmati keduanya. Kalo CW terasa lebih ringan dan gak terlalu beban hahaha. Tapi kalo blogger entah kenapa meskipun lebih berat, tapi enjoy sangat hihi

  18. Saya malah belum ada pengalaman sama sekali jadi content writer. Padahal sempat ada tawaran gitu cuma tidak berani saya terima karena belum ada pengalaman apalagi syaratnya nulis artikel yang seo friendly sementara saya nulis di blog saja masih belum bisa seo friendly

  19. Jangan2 ide tulisan ini gara2 aku pernah mau dftr jadi CW nya kami tapi pasang harga blogger? 😅😅
    Kan gini enak dijelasin. Jadi aku udah faham dan gak salah lagi ngebedain keduanya. Hahahahaha

  20. Berapapun bayarannya tetap harus bersyukur dan berproses terus sehingga jam terbang meningkat dan bayaran pun naik.

  21. Gituu. Bermanfaat banget Kak ulasannya buat aku yang masih newbi ini. Suka bingung klo disuruh nulis ratecard.

  22. Aku sedih sih mbaak dengan bayaran content writer yang seharga es teh atau nasi goreng di mal :") karena biar gimanapun, menulis itu juga butuh ilmu.

    Ya moga2 ke depannya bisa lebih baik lah yaa..

  23. Aku kmren dpat job content writer jga mbak.. Dan stlah aku simak, trnyata jauh bgt ya beda fee content writer dg blogger. Dan artinya tarif yg aku pasang kmren cukup tinggi. Wkwk

  24. Aku justru mengawali dari CW di beberapa platfotm online dlu, kemudian menulis buku, baru merambah sebagai blogger.
    Sebagai CW di platform online milik luar, aku & beberapa teman sesama kontributor dibayarnya pake dollar. Bahkan ada temen yg bisa ngumpulin 1000 dollar dari hasil nulisnya di platform tsb.

    Memang antara CW dan blogger masing² punya deskripsi tugas yg berbeda. Klo CW, kita harus nulis sesuai keinginan klien, dari segi bahasa, sapaan, dll. Tapi klo blogger lebih fleksibel karena nulisnya di "rumah" sendiri.
    Tapi tetap, saranku, wajib bagi kita baik CW atau blogger utk mulai belajar tentang self editng, kata baku, dll agar konten kita makin enak dibaca 🙂 Karena kualitas tulisan juga menentukan jumlah fee & tingkat kepercayaan klien.

  25. Termasuk tinggi nih di Noe Writer.. masih ada lo yang bayar CW 300kata 7500-10rb.

    Karena aku CW juga jadi udah paham lah kenapa rate nya beda sama blogger. Dan kalau ditelateni sebenarnya pendapatan CW juga lumayan kok. Cuma aku sekarang udah angkat tangan kalau harus nulis banyak2 tiap Hari.. jadi ambil sesantainya Aja hehe..

  26. memang kalau jadi content writer feenya lebih dikit daripada blogger, krn bloger kan kita ndiriin sendiri blognya dll gitu kan ya kak. aku dlu pernah freelance content writer tp blm kuat sehari 5 tulisan dg harga yang murah jadi mending fokus ke blognya dulu, soalnya tiap nulis selalu harus totalitas

  27. Akhirnya tulisan ini rilis juga. Lengkap, padat, dan informatif as always. Jadi sekarang harusnya udah pada tahu ya beda content writer dan Blogger. Sukses ya kak dengan bisnis kontennya sekarang ini. Semangat. 2020 sukses

  28. Jadi Content Writer ku juga pernah dengan bayaran lima ribu per artikel pas awal-awal karena masih pemula katanya, suka dukanya asik aja gitu hehehe.. Tapi sekarang lebih prefer jadi blogger aja sih. Karena bayaran yang lebih tinggi? gak juga sih, lebih prefer karena suka ngulik blognya jadi bahan percobaan hahaha, maklum newbie saya mah..

    1. Eh ada dia juga komentar di sini. Seru ya waktu jadi konten writer, aku ingat sih ceritanya. Dan dari pengalaman jadi content writer itu juga kan akhirnya bisa ngeblog

  29. wah jadi tercerahkan juga aku mba, karna diawal-awal agak bingung perbedaannya.. makasih untuk ulasannya ya mbaa

  30. Saya kira profesi Penulis di negeri ini, mau nulis buku, blog, apapun, blm mendapatkan apresiasi yg sepadan

  31. Naah yang seperti ini yang membuat saya bingung untuk menentukan besaran fee. Pantes saja di project.co.id saya ditolak mulu karena terlalu memberikan harga yang besar untuk satu artikelnya. Makanya sekarang lebih fokus ke blog ajalah…

  32. Sebelum merambah blog, aku juga belajar jadi CW. Dari hanya nulis sampai harus upload ke website mereka. Fee nya emanh kecil. Tapi niat aku ya buat belajar. Setelah udah tau bagaimana mengatur posting artikel langsung ke website. Akhirnya, aku mencoba mengelola blog sendiri. Jadi pas udah pake domain, udah ngerti berkat jadi CW terlebih dahulu Mba. Thanks sharingnya. Dulu sempet mengalami juga gimana bingungnya nentuin harga pasaran content witer, hehe

  33. Wah kayaknya kemarin saya isinya ketinggian ya. Maaf ya Mbak saya memang nggak tahu sebelumnya. Setelah baca ini jadi jelas bedanya antara fee content writer dan blogger. Saya save price listnya ya. Siapa tahu nanti butuh, harganya juga ga beda jauh sama tempat yang biasa saya order.

  34. Beberapa tahun yang lalu saya pernah dapat job menulis konten dari teman. Untuk 500 kata diupah 15.000, menurut saya itu kecil, secara saya bisa dapat lebih banyak dari itu dari kegiatan ngeblog. Tapi ya benar kata Mbak Rini, job blogger itu gak datang tiap hari

  35. Saya malah salut banget sama kerjaan content writer yang dituntut bisa nulis sampai 1000 karakter atau sesuai dengan pricelist, mudah2an profesi kepenulisan kedepannya semakin dihargai ya 🙂

  36. Semua mulai dari yang kecil-kecil dulu, kalo kata temen yg pernah jadi CW. Terus udah lancer dan pengalaman, naikin rate deh. Semoga bisnisnya lancear ya…

  37. jadi content writer tarifnya lebih murah karena tanggung jawabnya bukan soal SEO juga ya kak. pokoknya nulis ajah dg bahasa yg enak dibaca

  38. 9 tahun lalu saya jadi CW sebuah biro travel, Rp25.000,-.
    Sekarang Rp50.000,- kalau ada yang mau. Kadang ada yang pesan juga.

    Semoga semua CW sukses ya

  39. Wah murah banget ya harga tulisan dari content writer. Padahal menuliskan ya tidak sekedar nulis juga. Malah kalau saya bilang sulit. Semoga ke depan jasa content writer bisa lebih dihargai

  40. Alhamdulillah jadi paham ada perbedaan antara SW dan blogger. Hal yang terpenting terus melatih diri dan memantapkan tulisan agar bisa lebih baik dan rezeki akan ikut juga nantinya. InsyaAllah.

  41. Pernah aku daftar ngejob buat content writer, diminta setor fee berapa kemudian aku menjawab fee ngepost artikel blogger. Dan ketika gk ada reply lagi, baru baca ulang.. dan sadar. hahaha.

  42. Setuju, brief lengkap meman memudahkan untuk menulis artikelnya, biar hasilnya lebih maksimal, gak jomplang antara maunya klien dan hasil yang ditulis 🙂
    Aku malah pernah di bawah kisaran harga yang mba Rini tuliskan untuk 300 kata, tapi ya alhamdulillah disyukuri aja, nambah-nambah uang jajan, toh aku seorang pemula hehehe. Pada akhirnya bersyukur adalah kunci sih. Hitung-hitung sambil belajar nulis juga. Sukses selalu mba Rini dan tim noe digital writer

  43. Jadi tahu apa bedanya…jarang sih dapat tawaran content writer seringnya dititipin artikel di blog atau nulis sendiri dan kasih back link. Apapun itu yang penting menikmati yq..pekerjawn content writer bisa jadi ajang belajar nulis yang baik juga sih menurut saya.

  44. Beruntung banget bisa baca artikel ini. Penasaranku terjawab tentang content writer dan Blogger. Kalau Linimasaade mending jadi blogger. Kalau ada yang mau content placement diterima aja.

  45. Wah ternyata gitu toh bedanya
    Tadinya kupikir sama aja, karena sama-sama nulis
    Eh tapi kok aku sedih ya klo nulis 1000 kata dihargai segitu
    Errr… tergantung sudut pandang sih ya
    Semoga ke depannya profesi penulis makin dihargai

  46. mudah-mudahan setelah membaca artikel ini, rekan-rekan yang cari penghasilan dari penulis artikel bisa menentukan harga dengan pasti.. sehingga ke depannya tidak ada yang merasa dirugikan

  47. Wah menarik banget nih mba, kalo boleh aku mau belajar dan tertarik dengan content writer sebagai freelance nih hehe. Bener banget sih, dengan penjabaran yg sangat jelas ini jadi bisa mengerti kenapa bisa berbeda

  48. pantesan duluu pernah ada tawaran nulis fee nya kecil, aku juga baru tau kalo itu yg disebut content writer. Kalau gini aku jadi punya gambaran juga

  49. Wah, luar biasa kegigihan dan kesabaran para content writer ya, Mbak. Dunia penulisan memang sangat luas & beragam jenisnya. Saya masih kaget dengan fee content writer.hehehe

  50. Wah, luar biasa kegigihan dan kesabaran para content writer ya, Mbak. Dunia penulisan memang sangat luas & beragam jenisnya. Saya masih kaget dengan fee content writer.hehehe

  51. Aku nulis udah lama juga kak, nggak cuma di blog. Aku nulis buku juga, content writer juga. Aku pernah di bayar untuk nulis atrikel ini untuk program televisi gitu. Sekarang karena aku udah kerja, kantor, jadi udah jarang aktif kak. Aku mau nanya dong kak. Menurut kk peluang para blogger di masa depan Gimana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.