Apa itu Rate Card Blogger, Berapa Fee Blogger dan Bagaimana Menentukannya?

tentang rate card blogger

Pertanyaan tentang bagaimana sih cara menentukan rate card blogger atau pertanyaan berapa sih rate nya mba rini untuk setiap job blog sering kali ditanyakan.

Pertanyaan-pertanyaan ini biasanya muncul dari para blogger yang baru memulai memonetize blognya dari sponsorship (bukan dari adsense atau pengiklan lain).

Iya, nggak cuman calon klien aja loh yang bisa nanya rate card kita, tapi temen-temen sesama blogger pun banyak. Hehe. Dan menurutku ini wajar-wajar aja kok.

Kalau nggak mau jawab nominal kisaran rate card mu berapa, ya sebut aja kisaran rate yang layak atau normalnya berapa. Sesungguhnya mereka nanya rate card kita itu karena mereka lagi minta bantuan dan butuh insight loh, bukan cuman basa-basi.

Dan aku tahu, banyak temen blogger yang tanya ini nggak menemukan jawaban yang mereka butuhkan. Karena mungkin yang ditanya nggak mau sebut angkanya, atau hanya dijawab “disesuaikan aja sama kualitas blog kamu dan value yang bisa kamu kasih ke klien”.

Nah, jadi bingung lagi mikir kualitas itu yang gimana dan value nya apa.

Nah makanya, aku bikin postingan tentang rate card blogger ini yang harapannya bisa membantu temen-temen mempertimbangkan rate card nya masing-masing ya. Yang udah terbiasa dapat job mungkin udah nggak perlu baca postingan ini kali ya 😀 udah pada khatam dan jago soalnya.

Apa Itu Rate Card

kenapa perlu memiliki rate card blogger

Nah, sebelum lebih lanjut membahas tentang berapa rate card blogger dan cara menentukan rate card, kita bahas dulu dari awal yuk, “apa sih rate card?”

Intinya rate card adalah media baik itu suatu halaman di blog maupun media lain berbentuk gambar, pdf, tulisan dan sebagainya yang bisa menunjukan berapa besaran tarif kita (para blogger atau influencer) untuk jasa yang kita miliki.

Yap, sebagai blogger, kita kan jualan jasa. Jasa menulis artikel, jasa review produk, jasa backlink ke website klien dan sebagainya.

Nah, berapa fee blogger yang kita ingin dapat dari jasa-jasa yang kita tawarkan inilah yang dinamakan rate blogger. Sedangkan rate card adalah media yang bisa membuat calon klien tau kisaran harga jasa kita.

Kenapa Blogger atau Influencer Butuh Rate Card

kenapa perlu memiliki rate card blogger

Tentunya ada beberapa alasan kenapa blogger butuh bahkan harus memiliki rate card saat memutuskan untuk memonetize blognya untuk sponsorship, diantaranya:

  • Mempercepat negosiasi dan deal-ing

Rate card blogger akan memudahkan kita saat ada calon klien yang menghubungi dan menanyakan harga atau fee jasa kita. Kalau udah punya rate card, kita bisa membalas dan menjawab pertanyaan calon klien lebih cepat.

  • Menampilkan informasi lengkap jasa kita dalam satu media

Di rate card akan ditampilkan informasi lengkap dari jasa kita baik itu tipe jasa nya, harga jasa, performa blog dan skill yang dimiliki, bahkan bisa diinformasikan testimoni klien atau contoh beberapa klien yang pernah bekerja sama.

Bagaimana Cara Menentukan Rate Blogger (Fee Blogger) dan Faktor yang Menentukan

cara membuat rate card blogger

Pada intinya, baik rate card blogger atau rate card influencer lain seperti selebgram cara menentukan nya yaitu sama, iya sama sama terserah blogger atau influencer nya aja mau pasang harga berapa disesuaikan dengan kapasitas dan kualitas blogger atau influencer itu sendiri.

Kalau blogger atau influencer nya merasa punya value yang lebih yang bisa membantu klien banget ya wajar-wajar aja kalau pasang harga atau rate lebih tinggi.

Kalau bagiku sendiri, ada beberapa indikator atau point yang harus dimasukan dalam rate card blogger dan secara langsung menentukan berapa rate atau harga jasa yang layak ditawarkan keapada calon klien:

1. Domain Authority dan Page Authority (DA/PA)

Domain Authority (DA) dan Page Authority (PA) adalah indikator atau skor yang dikeluarkan oleh MOZ yang menurut moz sendiri bisa menunjukan kualitas suatu blog.

Kalian bisa cek skor DR kalian di moz.com (gratis)

Makin besar skor DA dan PA, menurut moz makin bagus blog atau website tersebut. Indikator skor ini yang masih dan sering digunakan oleh para klien, advertiser, agency dan sebagainya untuk mencari blog yang mereka inginkan untuk diajak kerjasama.

Klien yang mencari blog dengan DA yang besar ini pasti salah satu tujuannya meminta backlink, dan hasil akhirnya mereka ingin website klien bisa terangkat dan authoritynya makin besar di mata google.

2. Domain Rating (DR)

Sama seperti Domain Authority, Domain Rating atau DR juga salah satu skor atau indikator yang kerap menjadi patokan kalau suatu blog kualitasnya bagus. Bedanya, yang menilai skor ini adalah AHREFS, bukan MOZ lagi.

Makin besar nilai DR, makin bagus juga kualitas, rating dan authority blog tersebut. Kalian bisa cek skor DR kalian di ahref.com/website-authority-checker (gratis)

DR sendiri dulu masih lumayan awan sebagai indikator untuk klien mengajak kerjasama, tapi sekarang, posisinya hampir setara dengan DA. Bahkan beberapa klien atau advertiser udah nggak pakai skir DA tapi lebih melihat ke DR nya.

Itu berarti, beberapa advertiser ini menganggap DR lebih bisa mempresentasikan performa suatu blog.

3. Alexa Rank

Ranking alexa ini produknya Amazon. Menurut mereka, makin kecil skor alexa atau ranking alexa, maka makin popular blog tersebut di mata google.

Di alexa sendiri rankingnya ada yang ranking global (dunia) dan ranking Indonesia. Hayo, udah tau ranking blog kalian di alexa belum, coba cek di alexa.com/siteinfo deh.

4. Spam Score

Spam score ini juga keluaran dari Moz.com, dianggap sebagai nilai spam suatu website yang bisa disebabkan oleh banyak hal, bisa jadi sumber backlinknya buruk, atau struktur web yang kacau.

Semakin besar nilai spam score biasanya semakin nggak disukai sama advertiser.

5. Traffic Website

Menurutku pribadi ini yang paling valid untuk mengukur kualitas atau performa suatu blog. Kenapa? Karena traffic blog atau web yang tinggi apalagi jika berasal dari sumber organic karena muncul di search engine menandakan banyak hal.

Misalnya menunjukan bahwa blog tersebut mempunyai artikel yang berkualitas, SEO (Search Engine Optimization) friendly, mempunyai authority yang tinggi dan membuat backlink yang didapat dari blog ini adalah backlink berkualitas.

Apalagi yang menilai bukan lah pihak-pihak luar lain seperti moz dan ahref tadi, tapi google sendiri dan trafficnya bisa kita amati di google analytics.

6. Kualitas Artikel dan Value Blogger

Ini faktor terakhir yang menurutku jadi penunjang agar rate card blogger bisa makin tinggi. Sayangnya, point ini agak susah pembuktiannya karena nggak pakai score atau angka-angka kayak yang lain ya.

Jadi maksudnya value disini adalah bagaimana seorang blogger bisa memberikan dampak atau hasil yang baik untuk klien yang mengajaknya kerjasama.

Value ini bisa macam-macam sih, misalnya, saat review produk, si blogger bisa meyakinkan kalau artikelnya bisa memancing pembaca untuk meng-klik website klien atau bahkan membeli produknya.

Contoh lain, value blogger dimana backlink yang diberikan ke website klien bisa mengangkat atau membuat website klien naik peringkat di search engine dengan keyword yang ditembak. Atau value bahwa artikel yang blogger buat bisa berada di halaman muda karena dioptimasi SEO nya.

Bayangkan kalau semua point ini kita kuasai, ya pasti bisa makin tinggi dong harga jasa yang dipasang di rate card blogger.

Indikator Apa yang Didahulukan Biar Ramai Job Blogger

Sebenarnya semua indikator di atas sangat mendukung agar rate kita makin tinggi di mata klien. Meski begitu, buat mencapai semuanya memang nggak mudah dan butuh proses.

Mungkin kalau di lihat realitanya sekarang dimana masih banyak advertiser yang melihat suatu blog dari skor domain authoritynya dulu, maka angka DA ini rekomended untuk di prioritaskan.

Tapi mungkin suatu saat DA ini bisa nggak relate lagi mengingat udah banyak klien yang tau kalau sebuah blog sekarang bisa sangat mudah memperoleh DA sampai 50 dengan teknik backlink redirect yang beberapa orang menganggapnya kurang berkualitas.

Aku sendiri dulu concern mengejar semua skor di atas, ya seneng aja kalau performa blognya dinilai bagus Dan buatku sekarang, skor DA di atas 20 sudah cukup (DA ku sendiri 29). Aku lebih suka mengunggulkan point traffic web ke klien.

Tipe-tipe Blogger dan Rate Cardnya

tipe blogger dan rate card blogger

Sejauh aku tahu, sampai saat ini masalah rate card blogger itu masih sering ramai. Pasalnya, ada macam-macam tipe blogger dengan pendirian atau prinsipnya masing-masing tentang harga jasa mereka, misalnya:

1. Blogger Rate Fleksibel

Blogger tipe ini emang punya harga atau rate yang jelas dalam rate card nya. Akan tetapi blogger ini negotiable banget. Tak jarang juga masih mau terima kerjasama yang bayarannya masih di bawah rate mereka banget.

Buktinya aja masih pada ikut atau join ke marketplace-marketplace backlink macem vira.id, rajabacklink, sosiago, blogpartner atau lainnya yang harganya masih segitu-segitu aja. Padahal DA PA DR atau traffic mereka cukup tinggi.

Salah satu blogger yang begini adalahhhhhhhhhhhhhhhhh AKU. Wkwkwkwkwkkwkwkwk

Aku akui aku memang cukup fleksibel masalah rate card, biasanya aku pikir-pikir ulang rate berapa yang akan aku kasih ke calon klien.

Ada beberapa faktor yang jadi pertimbangan ku, contohnya:

  • Siapa kliennya
  • Backlink ke website apa atau usaha apa (usaha udah besar atau masih kecil)
  • Klien yang menghubungi Agency atau langsung pemilik usaha/produk

Meski begitu aku juga punya tarif tetap untuk performa blogku seperti ini:

  • DA/PA : 27/41
  • DR : 30
  • Alexa Rank Global: 200.000-an
  • Alexa Rank Indo: 2000-an
  • Spam Score: 1%
  • Traffik (pageview) per bulan; XX.XXX-an

Meski fleksibel tapi golongan blogger kayak aku gini tetep punya harga batas bawah biar jatuhnya nggak murah-murah banget kok.

2. Blogger Rate Tetap

Kalau tipe blogger ini kayaknya tipe yang saklek gitu sama rate atau harga dia sebagai blogger. Jadi kalau harga nya nggak sesuai sama harga dia ya nggak mau, negosiasi alot dan mending dia menolak. Bagi blogger ini, mending sekali dapat job tapi nominal besar daripada dapat banyak job tapi harga di bawah rate nya. Begitulah kira-kira.

Yang penting, seperti apapun tipe blogger yang ada, JANGAN SALING HUJAT DAN NYINYIR YA. Hargai aja keputusan masing-masing. Moga aja semua harga jasa di rate card bloggernya masih dalam batas wajar dan nggak bikin harga pasaran blogger makin nyungsep aja.

Berapa Rate Blogger Pada Umumnya

Berapa Rate Blogger (2)

Oke, ini yang mungkin kalian tunggu. Nominalnya berapa sih?

Aku nggak bisa kasih angka pasti sih karena tiap blogger pasti beda-beda. Tapi mungkin aku sampaikan kisarannya aja yang aku tahu ya.

  • Untuk yang pakai indikator Domain Authority (DA)

Harga pasaran pada umumnya sekarang untuk DA di bawah 10 rate blogger di bawah Rp100.000-an mungkin ya untuk content placement.

DA 10-20 ratenya misal Rp100.000-Rp200.000 untuk content placement.

DA 20 keatas ratenya bisa jadi Rp200.000 bahkan Rp300.000 ke atas

  • Untuk yang pakai indikator Domain Authority (DR)

Mirip kayak DA, harga pasaran pada umumnya sekarang untuk DR di bawah 10 rate blogger di bawah Rp100.000-an untuk content placement.

DR 10-20 ratenya misal Rp100.000-Rp200.000 untuk content placement.

DR 20 keatas ratenya bisa jadi Rp200.000 bahkan Rp300.000 ke atas banget.

BTW, mempunya DR yang tinggi lebih susah daripada skor DA, apalagi sekarang ada teknik spam backlink yang bisa bikin DA meroket dengan pesat dan cepat.

  • Untuk yang pakai indikator Trafik Web

Web dengan traffic tinggi banyak dinilai sangat bagus oleh para jasa SEO, web developer, advertiser dsb.

Iya, sangat bagus dijadikan sumber backlink. Karenanya, blogger yang punya blog atau web dengan trafik puluhan ribu hingga ratusan ribu tentu rate cardnya nggak main-main.

Kenapa? Karena efeknya dianggap bakal bagus buat web yang diberi backlink.

Hmm, ratenya berapa ya?

Dibawah 10.000 pageview per bulan mungkin di bawah Rp150.000 atau dibawah Rp200.000 untuk content placement ya.

Di atas 10.000 pageview per bulan bisa di atas Rp200.000 bahkan bisa sampai setengah juta sampai jutaan untuk 50.000 sampai ratusan ribu pageview per bulan.

  • Untuk yang mau kasih value lebih

Nah kalau blogger yang yakin bisa memberikan value lebih ini ya lebih baik, bisa jadi rate jasa blogger yang diberikan bisa makin bertambah ya.

Kalau kliennya yakin atau percaya akan value itu juga bisa jadi mereka akan senang hati memberikan fee blogger yang tinggi bahkan bonus buat kita.

Beberapa kali aku dapat nih bonus dari klien yang seorang Jasa SEO karena website dan halaman yang mendapat backlink dari blog ku bisa naik peringkat bahkan awet sampai sekarang.

Klien jasa SEO ini tentunya pemilik bisnis yang menjadikan webnya sebagai media promosi online. Saat website klien itu naik dan konversi penjualan tinggi, wajar-wajar aja kalau klien ini kasih apresiasi buat yang udah bantuin.

PS: content placement maksudnya artikel dari klien, jadi kalau ada job artikelnya diminta dari blogger, tambahkan aja fee menulisnya.

Perlukah Rate Card Blogger Ditampilkan di Blog?

Sebaiknya iya, paling nggak buat halaman khusus yang menunjukan portofolio blog, pencapaian, rate card dan lain sebagainya.

Senyamannya aja mana yang akan ditampilkan. Dan nggak harus menunjukan angka nya berapa juga sih di blog, biasanya ini emang privacy.

Yang pasti tampilkan alamat email atau kontak yang bisa dihubungi, biar kalau ada calon klien yang ingin minta rate card blogger terupdate bisa langsung menghubungi kita.

Beberapa Cara Membuat Rate Card Blogger

Ada beberapa cara membuat rate card blogger yang bisa kamu coba. Bebas-bebas aja mau pakai cara yang mana, sesuaikan dengan kenyamanan kalian aja karena menurutku beberapa cara membuat rate card ini punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.

1. Buat dalam bentuk doc (ms word) atau txt (notepad)

Maksudnya ya kita tulis aja di dokumen biasa sebagai catatan, medianya bisa dimana aja, bisa di ms. Word, notepad, bahkan di catatan handphone bahkan di whatsapp aja.

Disana, kita sajikan aja data performa blog atau statistiknya, beserta informasi lain yang diperlukan.

Kekurangan:

  • tampilan kurang menarik

Kelebihan:

  • editable, muda diedit jika ada perubahan atau update data dan tinggal di copas saja lalu dikirim ke calon klien

2. Buat format png atau jpg atau pdf (1 halaman)

Cara membuat rate card blogger yang kedua dan yang umumnya paling sering dipakai adalah dengan membuat satu halaman portofolio beserta statistic, performa blog dan juga harga dalam satu media.

Kamu bisa buat dalam bentuk pdf, jpg atau png.

Kelebihan:

  • tampilan lebih menarik daripada bentuk doc.
  • data cukup lengkap mesti terbatas
  • praktis disajikan

Kekurangan:

  • kurang editable, jika ada data yang mau diubah memerlukan waktu untuk edit terlebih dulu (file master juga harus disimpan biar nggak harus bikin dari awal)

3. Buat dalam bentuk media kit (berhalaman-halaman)

Hampir sama dengan cara membuat rate card blogger point kedua di atas, media kit bisa disajikan dalam bentuk png atau jpg, tapi umumnya akan lebih indah jika disajikan dalam bentuk pdf.

Media kita bisa terdiri dari beberapa halaman yang sangat bisa diisi lengkap data diri, performance blog, prestasi, skill dan lain sebagainya dengan desain yang bisa dibuat lebih fleksibel dan variatif karena tak dibatasi jumlah halaman.

Kelebihan:

  • tampilan keren, terlihat lebih professional
  • bisa menyajikan data yang lebih lengkap dan rinci

Kekurangan:

  • kurang praktis, untuk menemukan harga jasanya harus membuka beberapa halaman pdf dulu
  • kurang editable, jika ada data yang mau diubah memerlukan waktu untuk edit terlebih dulu (file master juga harus disimpan biar nggak harus bikin dari awal)

Data yang Sebaiknya Ditampilkan dalam Rate Card Blogger

data dalam rate card blogger

Ini adalah beberapa informasi yang menurutku harus ada di rate card blogger, di antaranya adalah:

  1. Logo Blog
  2. Foto diri
  3. Deskripsi diri, singkat
  4. Nama blog
  5. Performa Blog (Domain Authority dan Page Authority, Domain Rating, Alexa Rank, Spam Score, Trafik Blog by Google Analitik
  6. Prestasi Dibidang Blogging dan atau Kepenulisan
  7. Riwayat kerjasama / klien
  8. Informasi Sosial Media (Username dan follower / subscriber)
  9. Rate/Fee Blogger atau Harga Jasa yang Ditawarkan
  10. Informasi Kontak yang Bisa Dihubungi

Contoh Rate Card Blogger

Aku sendiri pakai rate card bentuk media kit dan juga punya yang pdf 1 halaman.

Kalau yang pdf 1 halaman kira-kira begini wujudnya:

contoh rate card blogger

Kalau yang media kit, cukup banyak halamannya karena informasinya lebih detail, bahkan statistik blog atau trafik blog aku tampilkan screenshoot dari google analitik juga.

Nah itu dulu kira-kira informasi yang bisa aku bagikan tentang apa itu rate card blogger, berapa kisaran rate atau fee blogger mulai dari pemula, dan bagaimana cara temen-temen menentukan rate card blogger. Gimana teman-teman udah mulai bikin atau udah punya rate card blogger atau influencer belum?

Kalau ada masukan silakan tulis dikomentar ya teman-teman.

0 Shares:
4 comments
  1. Rate blogger begini memang perlu sih. Hitung2 sebagai apresiasi. Dan bisa memotivasi yang punya blog agar lebih kreatif lagi membuat konten yang menarik dan dilirik.

    Saya malah sedang fokus bagaimana mengembangkan blog buku agar menarik. Soalnya blogger pecinta buku sudah banyak menyusut. Dan rate ini, bisa jadi goal saya untuk mengembangkan blog maksimal.

  2. Kayaknya kita punya telepati nih Mba Rini, hihi
    baru banget kemarin aku kepikiran bagaimana membuat rate care yang baik agar penawaran ke client nya lebih percaya diri
    Baru sekarang sempat blog walking ke beberapa blog senior yang expert termasuk blog nya Mba Rini, eh langsung ketemu dong jawaban yang aku cari-cari, hihi..

    Aku mungkin tipe blogger yang fleksibel kali ya karena rate card yang nntinya aku pengen tawarin itu masih bisa di negosiasi, dan tergantung dari jenis kerjasama yg diinginkan oleh client

    Terima kasih yaa mba sharing-sharingnya

  3. Wow lengkap sekali Mba Rini informasinya. Pas banget aku lagi cari-cari referensi tentang media kit untuk blogger. Memang ada banyak hal yang harus dipertimbangkan saat membuat rate card ya. Aku pribadi kalau mau ambil job, lihat-lihat bayarannya dulu, karena banyak juga yang nawarin job tapi ngasih harganya “tega” banget, di bawah standar blogger pada umumnya.

  4. dulu waktu awal awal ditawari kerjasama dan memang nggak kepikiran mau buka kerjasama, bingung juga nentuin rate card, sekarang banyak insight dari temen temen juga jadi ada gambaran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.