Loading

Metode NIPT Test Untuk Mengetahui Kondisi Janin Sejak Dini

Metode NIPT Test – Sekarang ini teknologi kedokteran sudah semakin maju hingga dapat membuat pencegahan terjadinya berbagai macam risiko penyakit. Salah satunya adalah teknologi NIPT Test atau kepanjangan dari Non Invasive Prenatal Test. Teknologi yang satu ini dapat membantu para orang tua untuk mengecek kondisi janin sejak dini, mulai dari jenis kelamin hingga kelainan yang bisa muncul pada bayi.

Kelainan yang Bisa Diketahui Melalui NIPT Test

Seperti namanya Non Invasive Prenatal Test, NIPT Test ini bisa dilakukan ketika janin masih berusia beberapa minggu. Biasanya tes NIPT ini dilakukan dengan mengambil sampel darah kepada ibu melalui jarum suntik dan aman bagi orang tua dan janin di dalam kandungan.

Setelah itu, baru dilakukan pengecekan di laboratorium untuk mengetahui hasilnya dan dibandingkan dengan hasil USG di trimester pertama atau skrining Nuchal Translucensy.

Tes NIPT ini sendiri bisa digunakan untuk mengecek kondisi kelainan kromosom umum yang bisa dialami oleh bayi Anda, seperti adanya Down Syndrom, Edward Syndrom, dan Patau Syndrom.

Karena dapat dilakukan di awal-awal usia kehamilan, tes NIPT merupakan salah satu tes yang sangat dianjurkan oleh American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) kepada para dokter agar mendiskusikannya kepada setiap ibu hamil tanpa memandang usia atau risiko.

Mengapa tes tersebut menjadi salah satu program yang sangat disarankan? Hal ini karena test tersebut memiliki daya akurasi sebesar 98 persen untuk mengetahui tiga jenis kelainan kromosom yang paling umum tersebut.

Apabila hasil dari tes NIPT ini menunjukkan hasil dengan risiko tinggi, maka biasanya dokter akan melakukan tes tambahan dengan mengambil sampe langsung pada janin. Contohnya saja seperti cairan ketuban, plasenta, atau darah janin tersebut untuk diidentifikasi lebih lanjut.

Keuntungan dan Kerugian Dalam Melakukan NIPT Test

Seperti yang sudah disebutkan di paragraph sebelumnya, bahwa tes ini memiliki akurasi sebesar 98 persen. Sehingga sangat menguntungkan bagi para orang tua agar bisa lebih menyiapkan diri dengan kelahiran sang buah hati.

Kemampuan tes ini sendiri juga memiliki presentase lebih tinggi daripada jenis pemeriksaan kromosom lainnya. Selain itu, waktu pemeriksaan yang dibutuhkan juga bisa dilakukan lebih cepat, yaitu 9-10 minggu kehamilan daripada pemeriksaan USG Nuchal Scan yang membutuhkan waktu 11-14 minggu. Sehingga dokter maupun orang tua bisa mendiskusikan penanganan lebih cepat.

Hanya saja kekurangan dari tes ini adalah harganya yang cukup tinggi sehingga tidak semua orang bisa mendapatkan fasilitas tersebut. Lalu, tes NIPT ini sendiri belum bisa menggantikan tes diagnostik yang harus mengambil sampel secara langsung pada janin di kandungan sang ibu.

Kriteria Ibu Hamil yang Direkomendasikan Untuk Melakukan Tes NIPT

Meski tes ini sangat dianjurkan oleh American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) untuk semua ibu hamil tanpa memandang usia dan jenis risiko, tetapi ada beberapa hal yang masih harus diperhatikan oleh para ibu sebelum melakukannya.

  1. Semua wanita hamil bisa melakukan pemeriksaan kromosom dengan berbagai macam metode termasuk dengan tes NIPT tersebut.
  2. Meski memiliki kemampuan deteksi dengan akurasi yang sangat tinggi, yakni 98 persen, tetapi memiliki biaya yang cukup tinggi. Sehingga bagi Anda yang ingin melakukan pemeriksaan dengan budget yang lebih ramah bisa menggunakan metode combined First Trimester Screening (USG dan pemeriksaan laboratorium). Tes dengan metode tersebut juga sangat dianjurkan oleh berbagai negara.
  3. Untuk di Indonesia sendiri, NIPT Test belum dianjurkan untuk wanita hamil dengan risiko rendah kelainan kromosom ataupun kehamilan kembar.
  4. NIPT lebih disarankan bagi wanita dengan risiko kehamilan tinggi, seperti usia ibu hamil di atas 35 tahun, adanya kelainan ketika pemeriksaan USG, si ibu memiliki Riwayat kelahiran bayi dengan trisomi sebelumnya, adanya hasil positif pada tes skrining lainnya, dan orang tua yang juga memiliki kelainan kromosom.
  5. Selain itu, tes NIPT juga masih membutuhkan konfirmasi melalui pemeriksaan sampel dari janin secara langsung.

Jadi, bisa disimpulkan, bahwa NIPT Test ini memang memiliki tingkat keberhasilan yang sangat tinggi, yaitu 98 persen. Namun, tidak semua ibu memerlukan tes tersebut untuk mengecek janin mereka. Sehingga sangat penting untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter kandungan Anda ya!

svg

What do you think?

Show comments / Leave a comment

Leave a reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

svg
Quick Navigation
  • 01

    Metode NIPT Test Untuk Mengetahui Kondisi Janin Sejak Dini