4 Kendala Belajar Online yang Dihadapi oleh Siswa

Kendala Belajar Online yang Dihadapi oleh Siswa

Kendala Belajar Online yang Dihadapi oleh Siswa – Memasuki masa pandemi covid-19, pemerintah menetapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), yang kita kenal sebagai belajar online, bagi seluruh warga sekolah. Kebijakan ini bertujuan untuk memutus rantai penyebaran virus covid-19. Demi melancarkan kegiatan belajar mengajar, dunia pendidikan terpaksa mengganti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) menjadi Pembelajaran Jarak Jauh.

Pembelajaran Jarak Jauh ini terbagi menjadi dua yaitu PJJ Dalam Jaringan (Daring) dan PJJ Luar Jaringan (Luring). PJJ Daring merupakan salah satu bentuk pembelajaran yang memanfaatkan teknologi berbasis internet. Pembelajaran ini memanfaatkan jaringan komputer sehingga dilakukan secara online. Dalam PJJ Daring, guru dan siswa dapat berinteraksi melalui berbagai aplikasi seperti Learning Manajemen System (LMS), zoom, dan google meet. Sedangkan, dalam PJJ luring, kegiatan belajar mengajar dilakukan secara terputus dengan jaringan komputer. Namun dalam pelaksanaannya, pembelajaran online menimbulkan pro dan kontra pada masyarakat. Sisi positif dari kelas online ini adalah adanya usaha dalam memutus rantai penularan covid-19 dan waktu yang fleksibel untuk belajar. Sebaliknya, kelas online dapat membuat siswa malas dan kurang paham akan pembelajaran yang dipelajari.

Kendala Belajar Online

Kendala Belajar Online yang Dihadapi oleh Siswa

Penerapan kelas online tentu memiliki banyak keterbatasan dan kendala. Kendala belajar online yang timbul tidak hanya datang dari diri sendiri tetapi juga timbul dari faktor luar. Kendala yang sering dialami di Indonesia adalah adanya keterbatasan teknologi, ekonomi, dan infrastruktur.

Ketimpangan Teknologi

Adanya ketimpangan teknologi menyebabkan terhambatnya kegiatan kelas online, bahkan beberapa instansi masih kurang siap dalam pembelajaran online karena kurangnya pemahaman dalam teknologi. Di era digitalisasi ini, sudah semestinya semua kalangan masyarakat dapat memanfaatkan teknologi dengan baik. Namun sebaliknya, beberapa kalangan masyarakat masih buta akan teknologi sehingga tidak dapat memanfaatkan teknologi dengan maksimal. Hal ini menyebabkan terhambatnya sistem belajar mengajar online.

Keterbatasan Ekonomi

Disamping itu, faktor ekonomi juga berpengaruh besar dalam kegiatan kelas online. Kelas online memerlukan biaya yang cukup tinggi. Salah satunya pengeluarannya adalah biaya pembelian kuota internet. Besaran kuota internet yang dibutuhkan siswa pun cukup besar untuk menjalankan video conference setiap harinya. Selain itu, ketimpangan ekonomi yang berpengaruh pada akses internet yaitu perbedaan akses setiap siswa. Masih banyak siswa di Indonesia tidak memiliki akses yang memadai seperti tidak memiliki komputer maupun laptop dan hanya menggunakan smartphone saja.

Belum Meratanya Infrastruktur Penunjang

Di lain sisi, perbedaan infrastruktur juga berpengaruh dalam pelaksanaan kelas online. Perbedaan daerah yang ada di Indonesia memiliki infrastruktur internet yang berbeda pula. Beberapa daerah di indonesia terkendala dalam akses internet sehingga terganggunya kegiatan kelas online. Mengingat media pembelajaran yang digunakan seperti zoom, google meet, dan aplikasi lainnya membutuhkan jaringan internet yang kuat, menyebabkan beberapa siswa harus mencari tempat lain yang memadai.

Kendala belajar online dalam aplikasi video conference juga sering terjadi sehingga menyebabkan pembelajaran kurang efektif dan siswa tidak paham betul akan materi yang disampaikan. Tidak jarang kendala teknis terjadi dalam kelas online seperti suara terputus-putus maupun video tiba-tiba berhenti karena lemahnya jaringan internet pada saat itu. Tidak dapat dipungkiri, hal-hal seperti hujan dan mati lampu juga mempengaruhi jaringan internet yang ada.

Rendahnya Fokus Belajar Siswa saat Belajar Online

Kegiatan kelas online juga berpengaruh pada aktivitas siswa. Siswa menjadi kurang interaktif dalam pembelajaran. Siswa yang kurang paham cenderung sulit untuk bertanya kepada pengajar karena kelas online seringkali bersifat satu arah dimana pengajar hanya memberikan materi tanpa melakukan video conference.

Hal ini menyebabkan siswa kurang paham dan tidak ada kesempatan untuk berinteraksi dengan pengajar secara langsung. Selain itu, siswa juga sering malas dalam kelas online dan cenderung menyepelekan kelas online, hal ini disebabkan oleh kurangnya pengawasan pengajar dalam melaksanakan kegiatan belajar online.

Perbedaan kelas offline dan online juga terletak dalam fokus belajar pada siswa. Siswa yang mengikuti kelas online banyak terdistraksi oleh hal di rumah seperti distraksi suara maupun pandangan. Siswa juga cenderung membantu kegiatan di rumah sehingga kurang fokus dalam pembelajaran jarak jauh.

Dalam mengatasi kendala belajar online tersebut, tentu perlu adanya kesadaran dari semua pihak yang terlibat. Tidak hanya memerlukan kerjasama antara siswa dan pengajar tetapi juga pemerintah dan orang tua. Siswa sudah seharusnya dapat adaptif dalam melaksanakan online class sehingga setiap kendala belajar online dapat teratasi. Di lain sisi, pengajar juga berperan penting dalam kegiatan kelas online. Pengajar diharapkan mampu dalam memberikan materi dengan metode terbaik sehingga para siswa paham betul apa yang dipelajari. Selain pengajar, orang tua juga perlu memantau siswa dalam kelas online. Dan pihak lain yang terlibat yaitu pemerintah. Pemerintah juga terlibat dalam pelaksanaan kelas online sehingga diharapkan mampu memastikan kegiatan pembelajaran online di Indonesia berjalan dengan lancar.

 

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

You May Also Like