Pengobatan Imunoterapi : Harapan Baru Bukan Hanya Bagi Penyintas Kanker

mengenal cara pengobatan imunoterapi kanker di indonesia
mengenal cara pengobatan imunoterapi kanker di indonesia

Kemarin, 10 Februari 2020, tepat satu tahun berpulangnya mbak L ke rahmatulloh. Sedih itu masih terasa meski kalender telah berganti. Yap, benar sekali. Semua karena Kanker. Satu penyakit yang setahun ini menjadi penyakit dan ancaman yang menurutku sangat mengerikan.

Terlebih aku melihat sendiri sosok yang sangat dekat denganku harus “pergi” untuk selamanya. Melihat pemberitaan para survivor yang berjuang sekuat tenaga sembuh dari kanker aja bikin menghela nafas. Terlebih jika menyaksikan sendiri dan menimpa orang yang dekat dengan kita.

Meski bukan keluarga mbak L, aku merasakan sendiri bagaimana ketakutanku jikalau “naudzubillah” penyakit itu sampai menjangkitiku. Sebelumnya, Mbak L adalah rekan kerjaku di kantorku yang lama, kami begitu dekat dan selalu beinteraksi setiap hari karena memang job desk kita yang saling terkait.

Dia sosok yang sangat teramat ramah dan supel meski dia termasuk senior di kantor sedangkan aku baru bekerja 2 tahun disana. Kesehariannya yang ceria, ramai, penuh tawa membuat aku pun yang berjarak umur lumayan jauh darinya merasa nyaman.

Masih teringat jelas model rambut sebahu nya yang identik dan nampak tak pernah memanjang karena dia rutin memotong nya. Namun karena penyakit ini, Aku nggak bisa lagi melihat senyum manis dari wajah nya. Mbak L pun harus pergi selama lamanya dan meninggalkan dua orang anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar.

Tak mau hanya meratapi kesedihan dan terpuruk dalam ketakutan akan kanker ini, aku malah terpikir untuk “ayok lah” sama-sama lebih aware, sadar, dan peduli akan ancaman kanker ini.

Semoga tulisan ini bisa sampai di banyak pembaca dan mengajak semuanya untuk hidup lebih baik dengan sadar akan kesehatan diri. Minimal tulisan ini aku tujukan untuk diri sendiri yang masih jauh dari kata “hidup sehat”.

 

Kenali Kanker = Waspada Kanker

mengenal cara pengobatan imunoterapi kanker di indonesia

Mengetahui sedikitnya tentang apa itu kanker, faktor apa aja yang bisa menyebabkan kanker dan bagaimana pencegahan nya minimal bisa menjadikan tameng untuk kita lebih waspada dan lebih perhatian terhadap tubuh kita sendiri. Karenanya, aku nggak mau malas membaca dan mencari literasi seputar kanker ini.

Ya emang sih, takdir Tuhan siapa yang tahu, kalau dikasih sakit yaudah sakit aja. Tapi kan sebagai makhluk yang harus bersyukur udah sepatutnya dong berikhtiar untuk selalu sehat. Nah, berikut aku rangkum beberapa informasi tentang kanker dari beberapa sumber terpercaya. Bahan referensinya nanti aku letakan di penghujung artikel ya.

 

Apa itu Kanker

Aku suka baca referensi-referensi seputar kanker salah satunya dari website kalahkankanker.com. Dari yang tertulis di sana, kanker adalah penyakit yang punya memiliki karakter perkembangan sel abnormal yang bisa membelah diri di luar kendali. Selain itu, sel kanker ini pula mampu masuk dalam jaringan tubuh normal yang ada di sekitarnya untuk kemudian bisa menghancurkan jaringan tersebut.

 

Jenis-Jenis Kanker

mengenal cara pengobatan imunoterapi kanker di indonesia

Memang benar, ada banyak sekali jenis kanker, akan tetapi pada dasarnya semua dimulai dari pertumbuhan sel-sel yang nggak normal dan nggak terkendali ini. Berikut adalah beberapa jenis kanker yang perlu sama-sama kita tahu.

Artikel Terkait:  Tahukah Kamu? Berikut 4 Jadwal Terbaik untuk Minum Air Putih

 

Kanker adalah Salah Satu Pernyebab Kematian Terbesar di Negara Berkembang

mengenal cara pengobatan imunoterapi kanker di indonesia

Menurut WHO atau World Health Organization, kanker ini jadi salah satu penyakit yang menyebabkan paling banyak angka kematian di negara-negara berkembang. Bahkan data WHO sendiri untuk 2018 tercatat sekitar 9,6 juta orang meninggal karena kanker. Dan 57% dari angka tersebut adalah berasal dari ASIA. Sedangkan di Indonesia sendiri lebih dari 207.000 orang meninggal karena kanker paru-paru dan kanker payudara.

Nggak aneh kalau kanker jadi hal yang mengerikan bagi sebagian orang seperti ku ini. Meski begitu, kita juga sebaiknya tak mempunyai ketakutan yang berlebihan dan harus tahu apa yang harus dilakukan untuk mengantisipasi, mencegah dan juga menyembuhkan kanker ini.

Pasti banyak sih yang saat divonis kanker merasa hidupnya telah hancur dan tak mempunyai harapan. Asalkan bisa diketahui sejak dini dan dilakukan penanganan yang baik dan benar, maka besar kemungkinan kok kanker ini bisa diatasi dan dicegah perkembangannya.

 

Faktor Resiko Kanker yang Harus Kita Pahami

mengenal cara pengobatan imunoterapi kanker di indonesia

Siapa sih yang nggak takut dan merasa dihantui apalagi jika melihat pemberitaan terkait kanker bahkan menyaksikan orang terdekat mengidap penyakit yang mematikan ini. Tentu wajar jika masing-masing dari kita punya kekhawatiran akan mengidap penyakit yang sama. Mewaspadai dan lebih aware tentang kanker memang harus kita lakukan, terlebih kita tahu sendiri bahwa sel kanker bisa tumbuh dengan sangat cepat.

Menurutku pribadi, mengetahui faktor-faktor yang bisa meningkatkan resiko kanker juga bentuk dari kewaspadaan dan kepedulian terhadap tubuh dan kesehatan kita sendiri loh. Nggak mau sendiran, berikut aku rangkum beberapa faktor risiko kanker yang aku dapatkan dari website kalahkankanker.com.

 

1. Usia

Banyak orang yang terkaget-kaget jika ada anak atau orang usia muda yang mengidap penyakit kanker. Bukan tanpa alasan, memang kanker pada umumnya butuh waktu berpuluh-puluh tahun untuk akhirnya muncul. Sering juga kita temui pengidap kanker adalah mereka yang berusia 60 tahun ke atas.

Tapi balik lagi, semakin berkembangnya jaman, risiko penyakit pun meluas. Dengan beragam jenis serba instan yang belum tentu sehat, aktivitas dan gaya hidup kaum modern, juga tak menutup kemungkinan resiko kanker akan mengintai kita sejak usia muda bahkan anak-anak.

 

2. Lifestyle

Pola makan dapat memainkan peran penting dalam risiko kanker, terutama ketika melihat gaya hidup secara keseluruhan,” kata Ahli Gizi Klinis Senior dan Spesialis di Dana-Farber Cancer Institute, Stacy Kennedy, RD.

Aku rasa hampir semua orang setuju bahwa apa yang kita makan atau masuk ke mulut bisa berpengaruh terhadap kesehatan kita. Namun nggak hanya itu dirangkum dari kalahkan kanker.com berikut adalah kebiasaan atau gaya hidup manusia yang bisa menjadi faktor risiko timbulnya kanker.

 

3. Kurang Melakukan Kegiatan Fisik

Kurangnya melakukan aktivitas seperti olahraga juga bisa berdampak pada kesehatan bahkan bisa memicu penyakit tertentu salah satunya kanker loh hal ini juga jujur menjadi menjadi cambuk bagi ku sendiri karena aku tadinya merupakan orang yang yang bisa dibilang cukup malas untuk bergerak atau pun berolahraga dan aku yakin bukan hanya aku generasi milenial yang melakukan pembelaan bahwa hidupnya terlalu sibuk dengan berbagai aktivitas lain hingga akhirnya menghasilkan olahraga dalam prioritasnya.

 

4. Keturunan

Dari yang kita dengar orang mengidap penyakit kanker karena faktor keturunan. Namun konon katanya justru hanya sebagian kecil dari kanker yang terjadi karena alasan ini meski begitu kita harus tetap selalu mewaspadai dan mengantisipasi jika mengetahui ada ada keluarga dari kita yang telah divonis menderita kanker akan terasa lebih bijak jika kita cepat tanggap dan melakukan serangkaian pengujian dokter atau pun laboratorium untuk melihat apakah kita mewarisi sel kanker dari pendahulu kita di keluarga.

Artikel Terkait:  Siap Hadapi New Normal, Tubuh Tetap Sehat! Ikuti 5 Tips Berikut Ini

 

5. Kondisi Kesehatan Tubuh

Beberapa orang bisa mengidap suatu penyakit yang nantinya saat Penyakit ini kronis bisa menimbulkan atau beresiko tumbuhnya sel kanker. Kondisi kesehatan ini bisa seperti penyakit radang usus besar dan lain sebagainya. Sudah sepatutnya kita segera berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan` tentang kondisi yang kita alami ini.

 

6. Terinfeksi Virus dan Bakteri

Ada banyak jenis virus dan bakteri yang nyatanya bisa memicu timbulnya sel kanker seperti:

  1. Terkena infeksi seksual menular virus human papilloma (HPV).
  2. Meningkatkan risiko kanker leher rahim.
  3. Terinfeksi virus Hepatitis C.  (foto virus Hepatitis C). Meningkatkan risiko kanker hati.
  4. Terinfeksi virus Human Immunodeficiency (HIV). Meningkatkan risiko kanker kelenjar getah bening (lymphoma) dan Kaposi Sarcoma.
  5. Terinfeksi virus Epstein-Barr (EBV). Meningkatkan risiko kanker kelenjar getah bening (lymphoma).
  6. Terinfeksi Human Herpesvirus 8 (HHV8). Meningkatkan risiko kanker Kaposi Sarcoma.
  7. Terinfeksi bakteri pylori. Meningkatkan risiko kanker perut dan kanker kelenjar getah  bening (lymphoma)

7. Paparan Zat Kimia

Selain itu menurut kompas.com dan mengutip pernyataan dari salah satu dokter mengatakan bahwa penggunaan alat kontrasepsi untuk sengaja menunda kehamilan seperti yang biasanya dilakukan oleh para pasangan muda yang menyatakan dirinya milenial Selain itu pula nggak menyusui pasca melahirkan juga dapat memicu mutasi gen yang ada di payudara wanita yang membuat nya menumpuk dan akhirnya memicu kanker payudara terjadi.

Selain point-point diatas, masih ada lagi faktor-faktor resiko lain yang umumnya harus kita ketahui, seperti merokok, terpapar sinar matahari yang berlebihan, terpapar radiasi ion, pernah menjalankan terapi hormon dan memiliki kebiasaan mengkonsumsi minuman beralkohol.

 

Cara Agar Terhindar dari Kanker

Nah setelah mengetahui faktor risiko apa yang bisa menyebabkan dan memicu tumbuhnya sel kanker dalam tubuh kita, maka kita diuntungkan karena bisa mencegah resiko terkena kanker tersebut. Bersumber dari doktersehat.com dan website kesehatan lainnya kini aku rangkum beberapa cara untuk mencegah resiko terkena kanker seperti berikut:

  1. Olahraga secara teratur
  2. Dapatkan vaksinasi virus human papilloma (HPV) dan virus hepatitis B atau (HPV)
  3. Tidur dengan cukup
  4. Tidak melakukan seks bebas
  5. Menghindari paparan sinar matahari

Kalau dipikir-pikir pastilah semua orang nggak mau punya penyakit yang bisa membahayakan kehidupan kita, terutama kanker. Bagi penderita kanker maupun keluarga dimana anggota keluarganya mengidap kanker pun akan merasakan tekanan dan kecemasan, gimana enggak, selain menggerogoti fisik dari penderita, namun dari segi finansial dan mental atau psikologis juga pasti akan merasakan dampaknya.

 

Pengobatan Imunoterapi, Metode Penyembuhan Terkini yang Harapan Baru untuk Para Penderita Kanker

mengenal cara pengobatan imunoterapi kanker di indonesia

Seperti yang masyarakat tahu, penyakit kanker terkenal dengan jenis penyakit yang bakal memakan banyak biaya untuk pengobatannya bukan? Karena itu, saat ada dari kita yang “naudzubillah” terkena penyakit kanker, maka tak ada jalan lain selain mencoba ikhlas, legowo, berpikir positif, optimis, dan tentunya segera melakukan pengobatan.

Tadinya, aku kira pengobatan untuk penyakit kanker hanyalah dengan jalan kemoterapi. Ada yang punya pikiran yang sama nggak? Ada sih pernah denger pengobatan lain seperti pengobatan-pengobatan alternatif gitu, tapi kok aku kurang sreg aja ya kalau mulai menjauh dari pengobatan medis dan penanganan dokter. Kalian sama nggak si?

Eh taunya nih saat buka-buka dan baca halaman kalahkankanker.com dan  akun instagram @mothersonmission.id barulah aku tahu dan kenal istilah dan metode pengobatan lain yaitu IMUNOTHERAPI.

 

Apa sih Imunotherapi itu? dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Pasti masih asing dong sama istilah Imunoterapi? Yap, sama, akupun begitu. Karenanya aku baca-baca lagi dan menemukan informasi bahwa Imunoterapi adalah standar dan metode baru dalam hal pengobatan penyakit kanker. Cara kerjanya adalah dengan mengembalikan sistem imun di dalam tubuh pasien sendiri agar nantinya bisa melawan sel-sel kanker yang sedang berkembang.

Artikel Terkait:  Kenali Jenis-Jenis Kursi Roda dan 5 Cara Memilih yang Tepat

Jadi, selama ini cara sel kanker menggerogoti tubuh manusia adalah dengan melakukan kamuflase agar nampak sebagai sel normal untuk mengelabuhi sistem imun kita. Saat sistem imun kita tertipu, ia akan menyebar dan terus berkembang pesat. Kamuflase ini salah satunya dilakukan oleh PD-L1 yang terdapat di permukaan sel kanker.

 

Apa itu PD-L1?

Jangan skip dulu ya, ini informasi penting biat kita makin paham dan aware tentang ancaman kanker loh. Jadi, PD-L1 adalah protein yang ada di permukaan sel kanker. Dan kenapa dan menjadi faktor penghalang (atau disebut immune checkpoint) dalam sistem imun di tubuh kita terhadap kanker..

Protein PD-L1 yanga da di permukaan sel kanker ini yang nantinya bisa menghambat proses pembentukan dan aktivasi pasukan sel T di kelenjar getah bening dan juga menghalangi proses penghancuran sel kanker oleh sel T di dalam tumor.

Nah dengan adanya pengobatan modern dengan Imunoterapi kanker ini tujuannya agar bisa mengembalikan fungsi sistem imun dengan cara memblokir ikatan PD-L1 dengan protein lain. So, sel T dapat mengenali sel kanker dan menghancurkannya.

mengenal cara pengobatan imunoterapi kanker di indonesia

mengenal cara pengobatan imunoterapi kanker di indonesia

mengenal cara pengobatan imunoterapi kanker di indonesia

Perbedaan Kemotherapy dan Imunoterapi

Pasti banyak dari kalian yang masih kurang “ngeh” apa itu Imunoterapi karena hanya akrab dengan istilah kemotherapy untuk pengobatan kanker. Bener nggak?

 

1. Cara Pengobatan

Jadi, perbedaan yang paling kentara adalah tentu dari cara pengobatannya. Kalau KEMOTHERAPY akan menyerang semua sel yang aktif dalam tubuh, baik itu sel kanker maupun sel-sel aktif lain yang sebenarnya nggak jahat seperti sel rambut, sel kuku atau kulit. Itulah kenapa kita sering lihat pengidap kanker yang sedang menjalani kemoterapi mengalami rambut rontok bahkan kebotakan.

Nah, lain dengan Imunoterapi, teknologi modern berkaitan dengan pengobatan kanker ini adalah dengan kerja sistem imun atau sistem kekebalan tubuh agar lebih kuat dan efektif dalam melawan kanker.

Selama ini sel-sel kanker yang berkamuflase dan menembus sel imun susah dikenali oleh sel imun kita sendiri. Karenanya dia gampang banget berkembang. Nah dengan immune checkpoint dari Imunoterapi ini akan melepaskan hambatan dan kamuflase dari sel kanker dan akhirnya sel imun akan bisa menghancurkan sel kanker tadi.

 

2. Harapan Hidup

Dikutip dari artikel Nova yang ditulis oleh Maria Ermilinda Hayon, menyatakan bahwa banyak penelitian yang menyatakan kalau motode Imunoterapi memberikan harapan hidup lebih tinggi dari pada kemoterapi dan memberikan efek samping yang lebih sedikit.

 

Last But Not Least, Konsultasikan Kesehatan Hanya Pada Dokter

Saat kita merasakan ada gejala atau sesuatu yang nggak enak di tubuh kita, bahkan kita merasa tanda-tanda aneh yang mengindikasi kita terkena kanker atau rasa takut dan khawatir karena keluarga kita ada yang terkena kanker dan takut kita pun akan berpotensi menderita hal yang sama, jangan lupa untuk segera datang dan konsultasi ke dokter yang kredible ya. Jangan sampai salah meminta saran dan konsultasi yang justru nantinya malah bisa menjerumuskan dan salah cara penanganan terhadap kanker itu sendiri.

Siapa sih yang nggak mau hidup lebih lama atau panjang umur dan sehat. Setidaknya kita harus optimis dan semangat ya gaes untuk menjalani gaya hidup yang lebih sehat. Yuk sama-sama ubah pola hidup jadi lebih baik!

 


Referensi:

  • https://www.jawapos.com/kesehatan/18/06/2019/cobalah-batasi-7-makanan-dan-minuman-pemicu-kanker/
  • https://kalahkankanker.com/kanker/tentang-kanker/
  • https://sains.kompas.com/read/2019/10/09/170300823/faktor-utama-pemicu-kanker-dari-gaya-hidup-sampai-kebiasaan?page=all
  • https://doktersehat.com/jenis-jenis-penyakit-kanker-paling-ganas/
  • https://www.inews.id/lifestyle/health/mengenal-anti-pd-l1-imunoterapi-untuk-pengobatan-kanker-stadium-lanjut
  • https://www.uicc.org/news/new-global-cancer-data-globocan-2018
0 Shares:
41 comments
  1. Kanker itu memang buat hati merinding. Apalagi melihat perjuangan keluarga atau teman yang terkena kanker itu benar-benar luar biasa. Semoga yang sedang sakit segera diberi kesembuhan, dan kita semakin peduli dengan kesehatan. Setidaknya mulai menjaga pola hidup. Makasih Mbak sudah diingatkan lewat tulisannya��

  2. Lagi-lagi memang pola hidup yang kurang sehat yang menjadi penyebab. Apalagi orang-orang kekinian yang kerjanya banyak di belakang meja. Duh, jadi ngeri. Mudah-mudahan kita semua dijauhkan dari kanker.

  3. Mbahku meninggal karena kanker. Rasanya jangan ditanya. Jangankan dia yang merasakannya, kita yang melihatnya saja sedih dan gak tega saat beliau kesakitan. Semoga imunoterapi ini jadi solusi bagi para pejuang kanker.

  4. Andai imunoterapi ini ada 4 tahun yang lalu mungkin almarhum bapak masih bisa sembuh, sayang sosialisasinya ini masih belum luas ya mbak

  5. Bismillah semoga kita sehat selalu ya mba. Untuk para penyintas kanker, smg selalu semangat. Kalian pejuang hidup yg sesungguhnya. Smg dg imunoterapi ini, banyak jiwa yg terselamatkan dr bahaya kanker. Aamiin

  6. Iya, sama mbak. Tadinya aku juga hanya mengira kalau penyembuhan kanker ya lewat kemoterapi dan bikin rambut rontok pula.
    Semoga kita semua terhjndar dari penyakit kanker ya mbak. Aamiin

  7. Beberapa teman dan sodara survivor kanker sih. Tetapi aku koq msh cemas yah. Soalnya sikap hidup sbg penyintas pun beda banget. Terutama makanan hrs dijaga banget. Banyak juga sih yg relaps…

  8. Tigaabelas tahun yang lalu, aku berada di atas meja operasi karena tuor ganas di payudara. Takut sekali pastinya, ditambah sedih karenaa sudah nggak punya orang tua. Sekarang berusaha jalankan pola hidup sehat, hidari stress.
    Semoga dengan metode baru imunoterapi ini makin banyak yang bisa tercegah dari sakit ganas ini ya mba

  9. Untunglah sekarang ada pilihan lain untuk melawan kanker dengan imunoterapi. Semoga metode ini makin banyak menolong para pasien kanker, amin.

  10. Kanker menjadi salah satu penyakit yg sangat ditakuti banyak orang.

    Dan pola hidup sehat sejak dini adalah solusi untuk menghindari penyakit tersebut

  11. Pola hidup sehat itulah sebenarnya kuncinya yaaaa.
    Oh yaaa di daerahku, kanker payudara lah yang paling banyak mengindap remaja maupun ibu-ibu. Ada yang bisa diselamatkan ada pula yang berujung kematian

  12. Setuju mbak! Hidup lebih lama namun dalam keadaan sehat walafiat pasti dambaan banyak orang ya. Mudah-mudahan kita ni terhindari dari penyakit kanker ini

  13. waktu aku treatment kanker payudara di New York City tahun 2014, imunologi sudah mulai naik daun dan banyak diterapkan di berbagai klinik di AS

  14. Ibu mertua dan om saya meninggal karena kanker Mbak. 3 sepupu saya (mrk bersaudara) kami jg ada pikiran apakah mereka juga kanker (krn sblm meninggal tak pernah tes khusus u cek lebih lanjut). Penyakit yang jadi momok dalam keluarga.

  15. Konon kanker adalah pembunuh terbesar manusia ke 2 di dunia, tahun 2018 saja ada 9 juta lebih orang yang meninggal akibat kanker. Semoga imunoterapi kanker bisa diaplikasikan dengan lebih baik di Indonesia

  16. Semoga dengan terapi autoimun ini makin banyak penderita kanker yang bisa disembuhkan secara maksimal. Dunia medis memang terus berkembang ya, ada berbagai penemuan baru dalam bidang kesehatan yang nantinya bakal jadi andalan banyak orang.

  17. Kanker memang penyakit menakutkan krna itu prosedur penanganannya hrs tepat dan cepat..untung ya ada terobosan baru imunoterapi…semoga dapat membantu penderita kanker dng adanya imunoterapi

  18. Gaya hidup punya peran penting banget yang mempengaruh kesehatan. Hidup perlu dijaga baik-baik sebelum menyesal, ya.

  19. Aku juga beberapa kali ketemu pasien kanker yg udha meninggal. Pertama, tanteku, tapi bukan adek mama, adik iparnya.
    Kedua, guruku dulu pas di pondok pesantren, baru meninggal beberapa bulan lalu.
    Dan keduanya memang tidak mau berobat ke dokter, hanya mau alternatif. Hikss sediih

    Btw mbak rin, apakah solusi dengan imunoterapi ini baru karena selama ini hanya kenal dengan kemoterapi.
    Dan apakah pengobatan ini dari kedokteran juga?

  20. Penyakit kanker memang penyakit yang menakutkan. Karena merenggut nyawa penderitanya jika tidak ditangani secepatnya.

    Meski begitu setidaknya pengobatan lewat imunoterapi bisa menjadi salah satu solusinya.

    Artikel ini juga mengingatkan agar kita semua menjaga kesehatan lewat lifestyle.

  21. Benar sekali. Kanker salah satu penyakit yang mematikan. Dan imunoterapi merupakan pengobatan yang menggembirakan bagi penderitanya.

  22. Pola makan dan olah raga memegang peranan kunci kesehatan manusia secara umum. Dan iya, kanker itu beneran menyeramkan… Semoga imunoterapi dapat membantu menguatkan penyandang kanker 🙂

  23. Kalo udah denger penyakit kanker rasanya serem sendiri ya mbak. Memang kita harus bisa menjaga pola hidup agar terhindar dari penyakit ini. Semoga dengan imunoterapi, pengobatan kanker bisa lebih ramah bagi pasien dan semakin banyak orang yang dapat sembuh dari kanker.

  24. Kanker memang masih menjadi momok. Jika menjadi penyitas atau keluarga penyitas kanker waktu begitu cepat berlalu. Pengobatan yang lama dan setiap kali seolah sudah saatnya berpisah. Hingga pada saat benar-benar kehilangan rasanga tetap seperti mimpi. Seolah sebentar lagi sembuh, sudah terlihat sehat, tahu-tahu drop dan tidak tertolong.

  25. Seandainya para penderita kanker lebih cepat tau ya Mba Rini, tentu insyaAllah bisa lebih mudah pengobatannya. Alhamdulillah sekarang imunoterapi adalah salah satu cara pengobatan kanker tanpa kemo yang efeknya bisa mual dan rambut rontok. Aku suka sedih liat temenku kalo abis kemo..
    Rasanya menderita sekali..

  26. Saya ada tumor jinak sih.. Lagi jaga pola makan banget buat gak jadi kanker. Moga kita semua sehattt 😊

  27. Alhamdulillah ikut bersyukur ad metode baru imunoterapi ini mbak, sangat berguna utk para survivor yg sdg berjuang. Sambil bertekad, insyaaAllah ga akan terulang kejadian yg menimpa alm mama, kanker serviks. Bismillah ya mb, semoga upaya2 terbaru dimudahkan Allah dan makin banyak disosialisasikan

  28. Imunoterapi ini pengobatan kanker yang lebih selektif ya mba. Angka harapan hidupnya juga lebih tinggi. Saya pun ikut senang akhirnya Kementerian Kesehatan kita memberikan izin untuk teknik pengobatan ini. Harapannya semakin banyak jiwa yang terselamatkan.

  29. Dengan metode imuneterapi semoga menjadi salah satu solusi yg bisa meningkatkan tingkat kesembuhan survivor cancer 👍👍

  30. Sebagai manusia tentu kita takut banget penyakit ini. Soalnya meski tidak menular tapi sangat banyak yang meninggal akibat kanker. Baru tahu ada metode baru penyembuhan kanker ini. Semoga semakin banyak yang bisa terbantu.

  31. Cara2 menghindari kankernya well noted, Mbak Rini…Pengobatan dengan imunoterapi memberikan harapan hidup yaa bagi pasien kanker. Melawan sel2 ganas dg memperkuat pertahanan sel2 imun tubuh. Nice info Mbak Rin

  32. Beberpa orang yang kusayang meninggal karena kanker. Rasanya sedih sekali. Makanya pas tahu ada imunoterapi ini, bersyukur banget jadinya. Semoga semakin banyak pasien kanker yang bisa sembuh dan bisa berkkumpul kembali dengan keluarganya.

  33. Sabtu kemarin bertemu teman lama. Dia bercerita kalau kena kanker jinak. Sepertinya ya pola makan dan kurang berolah-raga menjadi penyebabnya. Terimakasih info nya tentang imunoterapi sangat bermanfaat

  34. Salut banget dengan konten ini, nggak isinya nggak penyajiannya, bagus banget.
    jadi ingat saudara yang meninggal karena kanker juga
    dulu nggak ngerti imunoterapi gitu

  35. Syukurlah di Indonesia udah bisa imunoterapi. Teman SMA ada yg kanker otak, mau imunoterapi harus ke Penang. Engga keburu, karena masalah biaya. Sedih juga, udah meninggal juga temanku itu…

  36. Sangat berguna banget informasinya, karena saya melihat sendiri satu per satu suadara saya, teman-teman saya meninggal dunia karena kanker ini

  37. Entah kenapa orang yang divonis penyakit (mohon maaf) bisa dibilang mematikan, lebih bisa menikmati kehidupan dengan santai. Dan, orang² tersebut kebanyakan orang yang memiliki kerendahan hati, dan baik banget dengan orang lain.

    Semoga dengan adanya imunoterapi bisa meminimalisir kanker.

  38. Semoga kita selalu sehat walafiat ya Mbak dan terhindar dari kanker. Untuk saya sendiri juga selalu mengusahakan gaya hidup sehat dengan banyak bergerak, semisal olahraga dan istirahat cukup.

  39. Kanker ini memang merupakan salah satu penyakit yang mematikan, salah satu yang paling kutakutkan karena banyak cerita yang berakhir tragis dengan penyakit ini. Baru tau ada pengobatan imunoterapi, aku sejak bekerja sekarang juga udah berniat untuk mulai hidup rutin dan medical check up rutin untuk menghindari berbagai penyakit berbahaya

  40. Dengar namanya aja, kanker, bikin hati gimana gitu, secara ini penyakit silent killer yang kalau tak terdeteksi dini bahaya banget. Syukurlah sekarang ada imunoterapi yang bisa kalahkan kanker ya. Selain itu mesti hidup sehat juga nih biar terhindar dari kanker

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.