Tak Perlu Hopeless, Miliki Perlindungan Kesehatan Sesuai Tagihan dengan Asuransi Kesehatan Digital dan Cashless dari Astra Life ilovelife.co.id

Tak lagi Hopeless, Perlindungan Kesehatan Sesuai Tagihan dengan Asuransi Kesehatan Digital dan Cashless dari Astra Life
Kesehatan adalah rezeki yang tak ternilai harganya. Mau sebanyak apapun harta yang kita miliki, saat tubuh tak lagi bisa menikmatinya, harta itu pun terasa tak berharga lagi.

Masih teringat jelas di kepala, sepatu adalah satu benda yang paling bapak suka. Sepatu hitam berbahan kulit sintetis yang jika berdebu, cukup dilap dengan kain lalu disemir hitam.

Setiap habis subuh, sebelum berangkat kerja, bapak pasti duduk di ruang tengah untuk membersihkan sepatunya. Lanjut menyantap sarapan buatan ibu dan tak lama melangkahkan kakinya keluar rumah dengan sepatu kesayangan terpasang di kakinya.

Barang mahal buat bapak yang dulu seorang sopir angkutan dalam kota. Namun, barang yang terbilang murah bagi aku dan kakak ku yang kini sudah bisa berdiri di kaki sendiri.

Barang yang murah itu seharusnya bisa kami belikan untuk bapak setiap tahun, atau malah sebosannya bapak saja. Pasti bisa kami belikan.

Sayangnya, benda sederhana yang seharusnya kami hadiahkan untuk menyenangkan hati bapak itu, justru bisa menyakiti hati dan perasaannya jika benar-benar kami belikan.

Perlindungan Kesehatan Sesuai Tagihan dengan Asuransi Kesehatan Digital dan Cashless dari Astra Life

Ya, 2010 jadi mimpi buruk buat kami. Bapak terkena stroke saat aku masih duduk di kelas 3 SMA, jelang beberapa bulan sebelum Ujian Nasional diadakan.

Kakak yang sedang merantau kuliah sambil kerja di Surabaya langsung meluncur pulang ke desa sesaat setelah dikabari oleh saudara.

Aku yang masih bocah saat itu hanya bisa terus menangis karena bingung dan shock.

Aku adalah orang pertama yang melihat badan bapak terkulai lemas di atas tempat tidur hingga sebagian badannya hampir jatuh ke lantai.

Aku masih tak menyangka, Bapak yang berbadan tegap dan ku anggap fisiknya sangat kuat (bahkan terlalu kuat), pagi itu harus diangkat oleh banyak orang untuk masuk ke ambulance.

Namun setelah masuk rumah sakit, kami masih sedikit bersyukur karena bapak tak mengalami pendarahan otak. Meski begitu, dokter menyatakan bahwa sebagian syaraf bapak mati sehingga bagian badan sebelah kiri (dari pundak ke ujung kaki) tak bisa digerakkan.

Bagi keluarga kami yang kondisi ekonominya masih jauh dari cukup saat itu, tentu faktor biaya yang langsung jadi beban pikiran.

Ibu hanya penjual nasi di warung dengan penghasilan tak tentu. Sedangkan kakak juga masih pegawai biasa yang setiap bulannya tak pernah bisa menyisihkan banyak uang di tabungan karena harus membiayai hidup dan kuliahnya sendiri.

Singkatnya, kami tak punya banyak pilihan saat ingin mengobati dan memperjuangkan kesembuhan bapak kala itu.

Bapak juga tak punya Asuransi yang bisa mengcover biaya rumah sakitnya. Tentu, sebagai keluarga kami ingin bapak pulih sehat seperti sedia kala dan bisa bekerja dan berjalan kembali.

Kata orang-orang yang menjenguk bapak saat di rumah sakit atau di rumah, penderita stroke harus sangat intens diobati dan jangan sampai “menahun” didiamkan. Semakin lama diobati maka akan semakin kecil pula kemungkinan bapak untuk sembuh seperti sedia kala.

Segala macam pengobatan dokter dan alternatif sudah kami coba (semampu kondisi keuangan keluarga saat itu). Aku yang masih kecil dan minim informasi kesehatan, hanya bisa mengikuti kemauan ibu mau dibagaimanakan bapak saat itu.

Setiap 2 minggu aku dan ibu membawa bapak ke tukang pijat stroke yang terkenal di desa sebelah. Naik sepeda motor, bapak kami dudukkan di bagian tengah. Kami terpaksa naik motor meskipun sangat kesulitan memapah dan mengangkat bapak karena untuk jika kami harus pakai becak, uang simpanan ibu takut nggak cukup atau cepat habis. Ibu harus berhemat pula saat itu.

Sakit itu Tak Pasti, Tapi Kita Bisa Pastikan Kita Siap Saat “Hal Buruk” Terjadi dengan Memiliki Asuransi

Kini, setelah 10 tahun lebih berlalu kami sekeluarga termasuk bapak sendiri sudah dalam tahap menerima dan ikhlas atas jalan yang Allah kasih.

Meski begitu, melihat sekarang bapak hanya bisa tidur di ranjang atau sesekali duduk di kursi rodanya, terkadang membuat aku dan kakak ku sedih dan menyesal.

Mungkin kalau keluarga kami punya persiapan dana darurat atau asuransi kesehatan untuk bapak sejak dulu, menyisihkan sebisanya dari penghasilan tiap bulan bapak untuk asuransi, juga lebih melek literasi keuangan dan sadar akan pentingnya memiliki asuransi, bapak bisa dapat pengobatan yang jauh jauh jauh lebih baik.

Sekarang yang bisa kami ambil adalah hikmah dan pelajaran bahwa:

“Semua orang bisa sakit, dan kadang sakit datang tanpa permisi”

Kita tak pernah tahu takdir kita ke depan bagaimana, apakah rezeki kita akan lancar terus? apakah kita masih akan sehat 5 atau 10 tahun ke depan? apakah kita masih bisa bekerja dengan fisik yang baik tahun depan atau bahkan esok hari? Kita tak pernah benar-benar bisa tahu.

Tapi yang bisa kita pastikan adalah memastikan bahwa kita siap secara mental dan finansial, kalau ada sesuatu hal buruk yang terjadi dalam hidup kita.

Entah itu kesehatan yang menurun, risiko kecelakaan di jalan atau tempat kerja, risiko kehilangan pekerjaan karena perusahaan bangkrut atau efisiensi biaya besar-besaran seperti saat pandemi kemarin, atau kemungkinan-kemungkinan buruk lain yang BISA SAJA terjadi sama kita kapan aja.

Daftar isi: sembunyikan

Dampak Besar Saat Anggota Keluarga Butuh Perawatan dengan Kondisi Keluarga Kami yang Belum Siap Secara Finansial

Dampak Besar Saat Anggota Keluarga Butuh Perawatan dengan Kondisi Keluarga Kami yang Belum Siap Secara Finansial

 

Bukan karena kecilnya penghasilan bapak ibu dan kakak ku saat itu sehingga kami tidak bisa optimal memberikan pengobatan terbaik untuk bapak. Namun karena memang sejak dulu keluarga kami tak pernah menyisihkan uang khusus untuk berjaga-jaga kalau ada musibah yang menimpa seperti itu.

Alhasil, banyak hal yang harus kami ikhlaskan kembali selain mengikhlaskan kondisi bapak yang tak bisa bergerak seperti sedia kala.

Ibu yang tadinya dibantu bapak dalam mencari rezeki untuk keluarga, kala itu jadi harus menopang beban yang lebih berat. Ibu yang dulu buka warung seusai subuh dibantu bapak mengangkat-ngangkat keperluan warung yang berat (sebelum bapak berangkat kerja), praktis harus menyiapkan membuka warung sendiri.

Aku yang saat itu masih sekolah di sekolah favorit di Kebumen dan menjelang kelulusan beberapa bulan ke depan harus mengubur mimpiku untuk bisa melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi idamanku dalam-dalam.

Uang yang sudah ditabung bapak dan ibu 2 tahun terakhir untuk rencana kuliahku harus dialihkan untuk biaya pengobatan dan biaya akomodasi saat ke tempat berobat.

Bisa saja aku mencari beasiswa ke sana sini agar biaya kuliahku lebih ringan, tapi lebih dari itu, ternyata aku juga harus segera berpenghasilan agar bisa membantu ibu dan kakak dari segi finansial.

Alhasil, aku harus menunda kuliah selama 2 tahun dan memutuskan bekerja terlebih dahulu agar bisa bantu ibu dan kakak sambil menabung untuk biaya masuk kuliahku sendiri.

Selain ibu, beban paling berat juga ada di kakak perempuanku, kakak ku yang saat itu bekerja sambil membiayai kuliahnya sendiri pun harus hidup lebih prihatin di kota orang karena sebagian besar uangnya saat itu harus dipakai untuk biaya bapak.

Yap, keluarga kami tampak makin lemah dan terasa “oleng” saat lelaki terkuat dalam keluarga ternyata harus kehilangan kekuatannya. Keuangan keluarga yang sudah pas-pasan makin terasa berat karena harta yang sedikit jumlahnya makin terkuras.

Aku yang masih muda, dengan ego yang masih membara sampai merasa hopeless dan minder saat melihat semua teman seangkatan di SMA berhasil meraih mimpi mereka masuk ke universitas-universitas impian.

Jika Dulu Kami Sudah Punya Asuransi, Mungkin Cerita Kami akan Berbeda

Telat Mengenal Asuransi Kesehatan Akibat Kurangnya Literasi Keuangan

Takdir memang tak bisa ditolak, kami pun kini sudah ikhlas bahkan bapak sendiri sangat ikhlas dan terlihat bahagia dengan melihat anaknya tumbuh dewasa, mandiri, akur dan saling sayang satu sama lain.

Kami tak lagi menyesal dengan ketidaksiapan kami dan kurangnya literasi keuangan kami saat itu. Kini, semua kenangan pahit itu kami jadikan pelajaran yang teramat berharga terutama untuk ku dan kakak ku yang sudah memiliki keluarga masing-masing.

Kini kami lebih fokus pada kebahagiaan batin bapak ibu dan juga kesehatan ibu yang kami harap diberikan kesehatan selalu.

Kami lebih aware akan literasi keuangan, banyak-banyak membaca dan belajar sana sini, juga lebih rapi dalam mengatur keuangan pribadi dan juga keuangan keluarga kami.

Ada banyak post pengeluaran yang aku masukan dalam budgeting setiap bulan. Aku pastikan pengeluaran yang ada tak akan melebihi jumlah penghasilan yang aku dapatkan.

Satu yang aku sadari dan aku tahu ternyata sangat penting yang mungkin dulu kami lewatkan adalah memiliki ASURANSI. Saat tahu besarnya manfaat asuransi pun aku sempat berpikir.

“kalau dulu bapak punya asuransi kesehatan, mungkin bapak bisa diobati lebih maksimal kali ya? Mungkin ibu nggak terlalu harus banting tulang sendiri buat ngurusin aku dan bapak kali ya? Mungkin aku nggak harus mengubur cita-citaku untuk kuliah kali ya? Mungkin juga kakak perempuanku bisa berkurang bebannya dan fokus pada hidupnya yang juga masih susah kala itu kali ya?

Kenapa Harus Punya Asuransi Kesehatan, dan Apa itu Asuransi Kesehatan?

Kenapa Harus Punya Asuransi Kesehatan

Asuransi kesehatan itu sendiri adalah produk asuransi yang dikhususkan untuk memberikan jaminan kesehatan apabila kita mengalami sakit ataupun kecelakaan.

Memiliki Asuransi kesehatan artinya mengalihkan risiko keuangan yang mungkin kita alami kepada pihak ketiga yaitu perusahaan penyedia produk asuransi. Jadi saat kita sakit, perusahaan asuransi lah yang akan menanggung biayanya. Sedangkan kita berkewajiban membayarkan manfaat pengalihan risiko keuangan tersebut setiap bulannya dengan membayar premi asuransi.

Ada beberapa manfaat asuransi kesehatan yang bisa kita dapatkan apabila kita rutin membayarkan polisnya, di antaranya adalah:

1. Asuransi Kesehatan Memberikan Ketenangan Tanpa Merasa Khawatir akan Merepotkan Orang Lain atau Keluarga

Seperti yang kita tahu, biaya berobat di rumah sakit akibat kecelakaan atau sakit tertentu tidaklah sedikit. Untuk biaya obat, rawat inap beberapa hari atau 1 minggu saja bisa jadi jutaan hingga puluhan juta rupiah.

Apalagi seperti saat pandemi covid 19 kemarin dimana sakit covid bisa bisa menjadi pemicu penyakit-penyakit lainnya yang tentu juga harus dirawat biayanya akan membludak.

Jika kita punya asuransi kesehatan yang sesuai, tentunya biaya-biaya tersebut akan ditanggung dan tak akan menjadi beban bagi keluarga.

2. Meminimalisir Risiko dan Kerugian Keuangan

Ilustrasi Tingginya Kenaikan Biaya Kesehatan

Seperti informasi yang dikutip dari berbagai sumber di atas, terlihat bahwa biaya kesehatan selalu naik setiap tahunnya. Bayangkan jika kita tak punya asuransi, maka kita harus menanggung semua biaya-biaya itu sendiri.

Sedangkan jika misalnya kita memiliki asuransi sejak dini, kenaikan biaya kesehatan tadi, mungkin tak akan jadi masalah yang berarti bagi kita.

3. Lebih Tertib Mengatur Keuangan

Percaya atau tidak, memiliki asuransi misalnya asuransi kesehatan bisa membantu kita dalam mengatur keuangan pribadi atau keluarga. Saat memiliki asuransi kesehatan maka kita diharuskan membayar premi secara rutin setiap bulan atau setiap tahunnya. Karenanya, kita akan terbiasa rutin menyisihkan penghasilan bulanan untuk membayar premi asuransi tersebut.

4. Bisa Merasakan Manfaat Perawatan yang Diberikan

Jikalau naudzubillah terjadi sesuatu yang tak diinginkan seperti sakit dan sebagainya, kita bisa mendapatkan berbagai jenis perawatan dari asuransi kesehatan yang kita beli sesuai dengan perjanjian pada polisnya.

Setiap polis sudah menyertakan atau menuliskan plafon atau batas untuk besaran biaya perawatan yang bisa kita dapatkan. Plafon tersebut tentunya disesuaikan dengan besar premi yang kita bayarkan secara rutin setiap bulan atau di awal.

Berikut beberapa manfaat perawatan yang dilindungi oleh asuransi kesehatan sesuai dengan perjanjian pada polisnya, antara lain:

  • Rawat inap di rumah sakit.
  • Rawat jalan, yaitu meliputi biaya konsultasi dokter umum, dokter spesialis, dan biaya pemeriksaan di laboratorium.
  • Perawatan untuk pencegahan penyakit misalnya untuk imunisasi atau skrining kanker.
  • Persalinan (normal maupun bedah caesar).
  • Perawatan gigi (tambal gigi, membersihkan karang gigi, cabut gigi)
  • Biaya obat-obatan.
  • Manfaat nilai tunai, yaitu perusahaan asuransi akan membayarkan sejumlah dana jika kita sakit dan harus mendapatkan rawat inap di rumah sakit. Dana tersebut sebagai ganti biaya transport atau pendapatan kita yang hilang selama kita menjalani perawatan di rumah sakit.

5. Lebih Fokus Pada Tujuan Keuangan Lain di Masa Depan

Saat kita sudah memiliki asuransi baik asuransi kesehatan maupun asuransi jiwa, jika akan bisa lebih fokus memikirkan tujuan keuangan kita lainnya karena merasa aman atas pengalihan risiko keuangan yang sudah ditanggung asuransi.

Posisi Asuransi dalam Piramida Keuangan dan Kaitannya dengan Masa Depan

Sebelumnya, aku sudah pernah menuliskan artikel tentang Ikhtiar Mengubah Masa Depan dengan Perencanaan Keuangan.

Di artikel tersebut aku menuliskan bagaimana pentingnya melakukan perencanaan keuangan sedini mungkin karena bisa mengubah hidup kita di masa depan ke arah yang lebih baik secara finansial.

Kita hidup tentunya mempunyai mimpi yang ingin dicapai di masa depan, misalnya saja ingin punya rumah sendiri, ingin punya mobil, ingin punya bisnis, naik haji atau umroh, memberikan pendidikan terbaik buat anak sampai jenjang kuliah, dan sebagainya.

Untuk mencapai itu semua, tentu kita perlu membuat alokasi budget dan financial planning. Kita bisa menyiapkan dana-dana untuk wujudkan mimpi kita tadi dalam instrumen investasi atau menabung di bank.

Tapi banyak juga yang lupa bahwa sebelum jauh memikirkan mengumpulkan aset dalam investasi dan sebagainya, ada baiknya kita siapkan asuransi terlebih dulu. Kenapa?

Posisi Asuransi dalam Piramida Keuangan dan Kaitannya dengan Masa Depan

Dalam piramida keuangan yang aku pelajari (seperti gambar di atas), bisa kita lihat posisi Manajemen Risiko dalam hal ini asuransi, berada tepat di atas cash flow atau manajemen kredit. Manajemen Kredit dan cash flow ini maksudnya adalah membayar hutang dan membiayai kebutuhan rutin dan mempersiapkan dana darurat menjadi hal utama yang harus dikeluarkan dan kita utamakan.

Nah manajemen risiko atau asuransi jika dilihat dari piramida tersebut harus didahulukan sebelum investasi atau tujuan keuangan, kenapa?

Hal ini dikarenakan asuransi sangat penting kita miliki sebagai cara paling mudah untuk kelola risiko keuangan yang lebih besar dan sulit kita atasi jika hanya menggunakan dana darurat aja. Misalnya jika kita sakit atau kecelakaan dan butuh dana besar untuk perawatan.

Sedangkan Investasi adalah menempatkan dana di sebuah instrumen tertentu dengan tujuan menghindari penurunan nilai akibat inflasi dan juga diharapkan bisa berkembang.

Tak jarang kekacauan finansial bermula karena orang-orang lompat langkah langsung memutuskan investasi tanpa memiliki dana darurat dan asuransi terlebih dulu.

Ibaratnya kita ingin liburan ke luar kota, kita ingin sampai tujuan dengan cepat, memutuskan untuk naik mobil dan melaju kencang, tapi kita lupa mengecek tekanan ban dan kita tak memakai sabuk pengaman.

Risiko kecelakaan dan membahayakan nyawa kita tentu lebih besar dibandingkan jika kita sudah mengecek kondisi mobil dan memakai sabuk pengaman bukan? Begitulah asuransi.

Salah Kaprah Tentang Asuransi yang Harus Diakhiri

Salah Kaprah Tentang Asuransi yang Harus Diakhiri

Asuransi, kata yang bagi sebagian orang tak sedap untuk didengar karena banyaknya stigma negatif yang beredar di masyarakat.

Bahkan tak sedikit yang menganggap bahwa asuransi adalah penipuan atau hal-hal yang mengerikan lainnya.

Selain itu banyak juga yang menganggap asuransi kesehatan kurang penting karena belum tentu terpakai nantinya, dan belum paham konsep pengalihan risiko keuangan jika memiliki asuransi tersebut.

Nggak heran kalau jumlah orang yang tersentuh asuransi di Indonesia masih kecil. Menurut data OJK yang dikutip dari website katadata.co.id , 2018 saja baru 15,8% warga Indonesia yang memproteksi diri dengan asuransi.

Berikut adalah salah kaprah asuransi yang harus segera diakhiri ya temen-temen.

1. Rugi Karena Bayar Premi Tapi Tak Pernah Masuk Rumah Sakit

Tak sedikit orang yang bilang merasa rugi dengan adanya asuransi terlebih jika tak pernah mengklaim asuransi karena tak pernah masuk rumah sakit dan lain sebagainya.

Padahal ya, kenyamanan dan minimalnya kekhawatiran akan kemungkinan terkena musibah yang dirasakan oleh pemilik polis asuransi sendiri juga bagian dari MANFAAT ASURANSI itu sendiri.

2. Salah Paham Akibat Tak Membaca Perjanjian Asuransi

Tak jarang ada berita bahwa asuransi sangat susah jika ingin diklaim. Ganti manfaat tidak sesuai dengan harapan pemegang polis, dan lain sebagainya. Padahal tak jarang kasus-kasus begini terjadi akibat pemegang polis asuransi enggan mempelajari klausul asuransinya dengan detail sehingga klaim manfaat tak sesuai yang diinginkan saat dulu membeli asuransi.

3. Mengira Asuransi Hanya Dibutuhkan oleh Orang Kaya

Banyak yang mengira yang butuh punya asuransi itu orang kaya aja. Biasanya pemikiran ini ada di banyak milenial yang kurang literasi keuangan. Padahal generasi milenial adalah generasi yang lagi semangat-semangatnya mencari cuan dan mengumpulkan pundi-pundi.

Ada yang semangat berinvestasi dan punya banyak tujuan keuangan tinggi tapi  lupa memproteksi kesehatan diri dengan asuransi. Balik lagi ke piramida perencanaan keuangan yang dibahas sebelumnya, posisi manajemen risiko padahal sebaiknya dilakukan setelah mempersiapkan dana darurat dan sebelum berinvestasi.

4. Salah Mengasuransikan Diri, Salah Memilih Jenis dan Produk Asuransi

Bagi yang literasi keuangannya masih kurang mungkin belum paham bedanya asuransi kesehatan dan asuransi jiwa dan siapa yang membutuhkannya. Hal ini bisa berdampak pada salah memilih jenis dan produk asuransi yang dibeli.

Contohnya, orang tua yang sudah tidak produktif dan tidak menanggung hidup orang lain sebenarnya tak perlu memiliki asuransi jiwa. Melainkan lebih membutuhkan asuransi kesehatan atau asuransi long term care.

Sedangkan si anak yang masih dalam usia produktif, menanggung hidup orang tua, anak dan juga istri misalnya, barulah membutuhkan asuransi jiwa agar jika terjadi sesuatu yang buruk, maka kehidupan anak, istri atau orang tua akan ditanggung asuransi.

Namun selain itu, asuransi kesehatan juga tetap dibutuhkannya agar ada proteksi saat dirinya sendiri membutuhkan perawatan saat sakit dan tidak menjadi beban anak istrinya.

Tips Agar Tak Salah Pilih Produk Asuransi Kesehatan

Tips Jitu Agar Tak Salah Pilih Produk Asuransi Kesehatan

Lalu bagaimana cara agar tak salah pilih asuransi kesehatan? Bagaimana agar tak merasa rugi atau terlalu berat mengeluarkan biaya untuk bayar premi asuransi?

1. Pilih Asuransi Sesuai Kebutuhan

Berbeda kebutuhan bisa berbeda pula jenis asuransi yang sebaiknya dibeli. Untuk kita yang sudah berkeluarga, maka kita bisa memilih asuransi kesehatan yang bisa mencakup seluruh anggota keluarga.

Namun jika masih single, maka bisa pilih asuransi kesehatan untuk mencakup diri sendiri. Pastinya pemilihan ini juga nanti akan berdampak pada besarnya premi yang harus kita bayar ya.

2. Teliti Syarat Menjalani Rawat Inap

Biaya rawat inap adalah salah satu biaya yang cukup besar kalau naudzubillah kita harus dirawat di rumah sakit dalam beberapa hari. Sayangnya, tak semua polis asuransi kesehatan itu memberikan pertanggungan untuk biaya ini loh.

Makanya, kita sebagai pembeli asuransi, harus ekstra teliti membaca detail produk. Pastikan asuransi yang kamu pilih punya pertanggungjawaban biaya rawat inap ya karena akan terasa banget manfaatnya,.

Selain itu perhatikan juga kelas kamar seperti apa yang akan digunakan jika sakit nanti.

3. Teliti Manfaat dan Pelajari Polis

Ini hal terpenting yang harus kita lakukan saat memutuskan beli asuransi. JANGAN MALAS BACA! Karena kurangnya ketelitian kita dalam membaca polis asuransi bisa berakibat sangat fatal loh.

Pastikan kita paham apa saja manfaat (coverage) yang didapatkan, perhatikan juga kondisi-kondisi yang dikecualikan yang tertera dalam polis (hal-hal yang bisa membuat perusahaan asuransi bisa menolak klaim kita).

4. Sesuaikan dengan Alokasi Anggaran

Untuk bisa mendapat manfaat proteksi dari asuransi itu sendiri, tentu kita harus membayarkan sejumlah premi setiap bulannya. Pastikan untuk mengalokasikan sebagian dari penghasilan kita guna membayar premi asuransi agar tak ada potensi telat atau tak membayar premi asuransi yang sudah dibeli.

5. Beli Asuransi Saat Masih Sehat

Hal bijak yang bisa kita lakukan adalah membeli asuransi saat kita masih sehat. Jadi kita sudah siap jika memang nanti butuh perawatan karena sakit, tinggal klaim asuransi kesehatan yang kita miliki dan tak perlu mengeluarkan biaya pengobatan lagi. Keuangan atau dompet kita nggak akan kaget terguncang.

Flexi Hospital & Surgical Protection: Perlindungan Kesehatan Sesuai Tagihan dengan Fasilitas Cashless

Flexi Hospital & Surgical Protection Perlindungan Kesehatan Sesuai Tagihan dengan Fasilitas Cashless

Karena setelah memutuskan beli asuransi kesehatan kita akan rutin mengeluarkan sejumlah premi, maka kita juga tak boleh asal untuk pilih produk asuransi kesehatannya. Flexi Hospital & Surgical Protection adalah salah satu yang bisa kamu coba. Kenapa? Kenalan dulu yuk sama Flexi Hospital & Surgical Protection.

Apa itu Flexi Hospital & Surgical Protection

Flexi Hospital & Surgical Protection (Flexi Surgical & Surgical) adalah produk asuransi kesehatan dari Astra Life yang bisa memberikan manfaat penggantian biaya perawatan di Rumah Sakit di Indonesia.

Apa Bedanya Flexi Hospital & Surgical Protection dengan Produk Asuransi Kesehatan Lainnya

Ada beberapa kelebihan loh yang bisa kita dapatkan dengan Flexi Hospital & Surgical Protection dari #AstraLife ini.

1. Pembayaran Manfaat Sesuai tagihan

Kadangkala ada asuransi kesehatan yang hanya bisa meng-cover biaya perawatan rumah sakit dengan batasan nominal tertentu. Dengan memiliki asuransi Flexi Hospital & Surgical Protection maka biaya yang akan ditanggung oleh pihak asuransi adalah sesuai tagihan yang kita terima dari rumah sakit.

2. Penggantian Biaya Tertentu

Ada beberapa biaya perawatan khusus juga yang akan ditanggung jika kita memiliki Flexi Hospital & Surgical Protection, di antaranya adalah

  • Penggantian Biaya Rawat Jalan Kanker (radioterapi dan kemoterapi) serta cuci darah.
  • Penggantian Biaya Fisioterapi termasuk Terapi Okupasi dan Terapi Wicara
  • Penggantian biaya rawat jalan darurat

3. Fasilitas Cashless dengan e-Card di Rumah Sakit rekanan di Indonesia

Maksud dari Cashless ini adalah bahwa Astra Life akan memberikan layanan dimana pihak tertanggung bisa menjalani RAWAT INAP tanpa harus melakukan pembayaran terlebih dahulu ke rumah sakit atas biaya RAWAT INAP yang telah terjadi (sesuai dengan manfaat yang dimiliki dan tercantum dalam Polis) dengan cara menunjukkan KARTU PESERTA kepada RUMAH SAKIT REKANAN.

Alur Prosedur Cashless Flexi Hospital & Surgical Protection

 

Cara Klaim Asuransi Kesehatan dengan e-Card Flexi Hospital & Surgical Protection

Setelah selesai proses pembelian produk asuransi kesehatan, e-Card akan kita dapatkan maksimal H+2 hari kerja dari tanggal pembelian polis dan akan dikirimkan via email.

Selanjutnya, jika kita sudah memiliki e-Card, maka jika kita ingin menggunakannya untuk rawat inap di rumah sakit misalnya, kita tinggal menunjukan e-Card kita ke petugas pendaftaran Rawat Inap di Rumah Sakit rekanan.

Kita akan mendapatkan layanan Cashless jika kita sudah dinyatakan boleh keluar dari Rumah Sakit.

4. Free Medical Check-Up (MCU) setiap 2 tahun

Jika kita memiliki  Flexi Hospital & Surgical Protection (Flexi Hospital & Surgical), maka pada akhir tahun Polis ke-2, kita bisa menikmati Fasilitas Medical Check-Up asalkan Polis kita masih berlaku dan Premi sudah kita bayar penuh pada akhir tahun Polis ke-2 (dua) dan kelipatannya. Selain itu, jenis pemeriksaan medis yang diberikan meliputi pemeriksaan darah lengkap serta pemeriksaan dokter umum.

Fasilitas Medical Check-Up Flexi Hospital & Surgical Protection

5. Premi terjangkau

Premi yang harus kita bayarkan jika memilih asuransi Flexi Hospital & Surgical Protection (Flexi Hospital & Surgical) terbilang sangat terjangkau bahkan dimulai dari Rp100.000-an aja. Ini aku contohkan menghitung premi asuransi untukku yang berusia 30 tahun. Kalau aku mau pilih harga kamar rawat inap yang paling kecil yaitu Rp300.000 maka untuk dapatkan semua paket manfaatnya yang buaaanyakkk ini aku cuma bayar Rp134.800 per bulan.

Lalu Rincian Manfaat Asuransi yang aku dapat dengan bayar Rp134.800 per bulan adalah?

Wilayah Pertanggungan :Seluruh Indonesia
Kamar & Akomodasi: Rp 300.000
Kamar Perawatan Intensif: Rp 600.000
Biaya Pembedahan: Sesuai Tagihan
Kunjungan Dokter (Umum & Spesialis): Sesuai Tagihan
Aneka Perawatan Rumah Sakit: Sesuai Tagihan
Santunan Tunai Harian (BPJS Kesehatan): Rp 150.000
Biaya Ambulans (Darat): Sesuai Tagihan
Perawatan Sebelum Rawat Inap: Sesuai Tagihan
Perawatan Sesudah Rawat Inap: Sesuai Tagihan
Fisioterapi: Rp 300.000
Rawat Jalan Darurat: Rp 900.000
Rawat Jalan Gigi Darurat: Rp 600.000
Perawatan Kanker Rawat Jalan (radioterapi dan kemoterapi): Sesuai Tagihan
Perawatan Cuci Darah/Dialisis Rawat Jalan: Sesuai Tagihan

Kamu juga bisa menghitung perkiraan premi sesuai dengan kebutuhan kita. Kalian tinggal cukup masuk ke halaman website ilovelife.co.id dan gunakan kalkulator asuransinya.

kalkulator asuransi kesehatan https://ilovelife.co.id/products/product-flexi-hs/5275
kalkulator asuransi kesehatan, kamu bisa hitung juga di https://ilovelife.co.id/products/product-flexi-hs/5275

6. Manfaat kamar dan Akomodasi rawat inap hingga Rp2 juta per hari

Ada beberapa pilihan harga kamar rawat inap yang bisa kita pilih per hari nya mulai dari Rp300.000 hingga Rp2.000.000 oer hari. Jadi bisa kita sesuaikan kan dengan kelas kamar yang bisa bikin kita nyaman. #TagihanRSjadiRingan salah satunya karena biaya rawat inapnya sudah tercover. Menarik kan?

Untuk maksimum jumlah hari jika kita menjalani Rawat Inap dan ingin ditanggung Flexi Hospital & Surgical Protection yaitu adalah 150 hari per 1 Tahun Polis.

7. Tanpa cek medis

Enaknya lagi, semua proses pembelian produk asuransi kesehatan Flexi Hospital & Surgical mudah banget, semudah beli belanjaan online. Cukup melakukan pembelian asuransi lewat website ilovelife.co.id, mengisi data diri dan selesaikan pembayaran.

Setelah kita menyelesaikan pembayaran, perlindungan akan langsung aktif dan e-Card akan dikirim ke pemilik polis asuransi via email. Semua proses dilakukan secara transparan loh dan tanpa perlu melakukan cek medis terlebih dahulu. Proses registrasi juga cuma butuh waktu 5 menit aja kok.

Manfaat Asuransi yang terdapat dalam Flexi Hospital & Surgical

Tentang I Love Life dan Kenapa Memilih Produk Asuransi dari Astra Life

PT ASURANSI JIWA ASTRA (Astra Life) adalah perusahaan penyedia asuransi jiwa yang dimiliki oleh PT Astra International Tbk, PT Sedaya Multi Investama dan Koperasi Astra International. Astra Life berdiri sejak Mei 2014, hadir dan terus berkembang serta berinovasi menghadirkan produk perlindungan serta layanan yang sesuai kebutuhan masyarakat Indonesia.

Aku seneng banget dengan filosofi #LoveLife yang diusung oleh Astra Life ini. Bahwasanya kita sebagai manusia seharusnya bisa menikmati hidup dengan pikiran yang tenang dan fokus pada cita-cita dan impian kita serta keluarga tanpa dibebani kemungkinan-kemungkinan buruk yang bisa terjadi dan menggagalkan semua yang kita rencanakan.

Karena pernah gagal masuk kuliah di universitas impian sejak bapak ku stroke dulu, aku jadi relate banget sama filosofi ini. Semoga kita semua bisa makin fokus menata masa depan tanpa dihantui rasa takut akan sesuatu yang meresahkan ya.

Semakin Awal Semakin Murah Premi Asuransi Kesehatannya

The sooner, the better alias semakin cepat, semakin baik. Memiliki asuransi sejak dini apalagi kita usia kita masih muda bisa membuat premi asuransi kesehatan yang kita bayarkan lebih kecil dibandingkan jika kita baru memulai memiliki asuransi kesehatan saat sudah masuk usia tua.

Hal ini disebabkan karena salah satu kalkulasi perhitungan premi adalah riwayat kesehatan. Milenial usia 20 atau 30-an tahun dianggap cenderung memiliki riwayat kesehatan yang lebih baik jika dibandingkan dengan mereka yang usia di atasnya. Sehingga dianggap lebih minim risiko sakit yang berpotensi menghabiskan biaya perawatan lebih besar.

Jadi, yuk, tunggu apa lagi, mulai Rp100.000 an aja kita bisa beli produk asuransi kesehatan dari Astra Life yang sangat bermanfaat ini dan rasakan segala manfaat finansial dan juga perlindungan untuk diri sendiri. Ajak juga keluarga, teman atau saudara tersayang kamu agar lebih aware akan pentingnya perlindungan akan kesehatan ini.

Kalian bisa cari tahu lebih banyak tentang Flexi Hospital & Surgical Protection dengan ikuti semua update-an sosial media mereka di instagram @ilovelife.co.id dan @astralifeid

Ikuti pula sosial media Astra Life lainnya yaitu: – Facebook: AstraLifeID dan Twitter: @AstraLifeID

 

Semoga artikel ini bisa bermanfaat ya..

 

Sumber Referensi:

  • https://ilovelife.co.id/products/product-flexi-hs/5275
  • https://ilovelife.co.id/about-i-love-life
  • https://ilovelife.co.id/about-astra-life
  • https://www.manulife.co.id/id/artikel/dana-darurat-asuransi-atau-investasi-mana-yang-lebih-penting-didahulukan.html
  • https://hellosehat.com/sehat/asuransi/manfaat-asuransi-kesehatan/
  • https://www.aia-financial.co.id/id/about-aia/info-media/artikel/articel/tiga-manfaat-asuransi-kesehatan.html
  • https://avrist.com/lifeguide/2018/09/05/kesalahan-asuransi-yang-membahayakan-keuangan/
  • https://www.finansialku.com/piramida-keuangan/
  • https://katadata.co.id/arsip/infografik/5e9a55f47655c/penduduk-indonesia-masih-enggan-berasuransi
1 Shares:
17 comments
  1. Masih BAnyak memang yang kaprahbtentang Asuransi iji. Ya lebih kurang kayak anggapan maemunah ini haha.
    Semoga setelah banyaknyang Baca artikel mbak Rini Makin banyak yang tercerahkan. Aku jadi banyak belajar tentang paradigm a Asuransi nie

    1. iya mbak sama, dulu aku juga salah paham tentang asuransi karena kurang literasi keuangan gtu, persis kayak maemunah itu hihi, alhamdulillah mbak klo skrg jadi lebih aware gitu

  2. Wah iya bener nie perlu bangat asuransi jadi bisa buat jaga2 saat urgent. teru manfaatnya banyak pula. Alhamdulilah akunjuga sudah ada asuransi

  3. Kadang,mau buka asuransi terkendala karena preminya mahal ya, nah ini preminya terjangkau banget deh.

  4. iya nih asuransi penting banget apalagi buat orang tua, karena kita kan penghasil pendapatan, jadi riskikonya lebih besar. asuransi dulu, baru dana darurat yang laen.

  5. Perkara kesehatan memang perlu persiapan sih ya, kak. Karena kita nggak tahu apa yang akan terjadi di masa depan.
    Sayangnya. Emang banyak yang salah kaprah tentang asuransi.

  6. asuransi dari Astra life ini hemat ya Mbak, apalagi kita gak perlu cek kesehatan segala untuk mulai menjadi nasabahnya ya, semakin cepat (Usia) Untuk membeli asuransi, semakin rendah juga preminya ya. Pilih asuransi juga harus sesuai kebutuhan sih, cocok gak nih, dibutuh gak nih layanannya, dsbnya.
    semoga Bapak dan Ibunya sehat selalu ya Mbak.

  7. Iya, benar, banyak yang salah kaprah dengan asuransi kesehatan. malah ada yang mengira bakal ada refund atau semacamnya. Makanya perlu pelajari tentang asuransi ini agar bisa optimal.

  8. Banyak yang tak diprediksi tentang kehidupan. Mudah-mudahan semua dalam kondisi sehat. Mempersiapkan diri dengan asuransi lebih baik

  9. Asuransi Kesehatan Digital dan Cashless dari Astra Life ilovelife.co.id salah satu yang banyak dicari saat ini. Insya Allah semua pelajaran hidup bisa dipetik hikmah ya Mba Rin. Tentunya dengan pengalaman dengan bapak, Mba Rin sekeluarga sekarang lebih aware lagi akan pentingnya asuransi. Sejatinya cedera dan sakit bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Semua bergantung kita mempersiapkan perlindungan terbaik untuk keluarga.

  10. kadang ada yang bilang kalau punya asuransi sama dengan buang-buang uang saat bayar premi bulanan. tapi mereka lupa kalau sakit bisa datang kapan saja tanpa aba-aba. saya juga setuju banget kalau punya asuransi itu penting banget, sebagai bentuk ikhtiar kita dalam menjaga keluarga.

  11. Keluarga pernah merasakan manfaat perlindungan dari program asuransi seperti pendidikan. Asuransi dari astra akan memberikan perlindungan terbaik dari programnya.

  12. Setuju sekali kak, Kesehatan adalah rezeki yang tak ternilai HARGANYA ya … Tahu banget bagaimana rasanya menguras tabungan sampai ke Titik terendah waktu sakit buat biaya hiks…

  13. asuransi itu ibarat satpam komplek ya. yang menjaga rumah kita tetap aman. namun pada masanya nanti, kita bisa refund premi kita. begitulah.

  14. Bapakku juga kena stroke mbak, penyumbatan di 3 titik. Ini udah masuk tahun ke-3 dan bapak hanya bisa berbaring aja di atas tempat tidur dan sesekali dibawa terapi, dan saya setuju banget, asuransi kesehatan itu penting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

You May Also Like