Fakta Menarik dan Rekomendasi Destinasi Wisata di Banyuwangi

kawah ijen
Banyak sekali destinasi wisata di Banyuwangi yang patut kita datangi. Banyuwangi disebut sebagai Sunrise of Java bukan tanpa alasan. Pemandangan sunrise dari puncak Gunung Ijen memang super “epic”. Tak hanya itu, Banyuwangi juga punya banyak destinasi wisata epic lain seperti pantai hingga taman nasional yang dijuluki sebagai Little Afrika of Java.

Makanya, pas pandemi pergi dari muka bumi nanti, aku udah bikin segala rencana buat telusuri Banyuwangi dan udah aku buat dalam Travel List ku.

**

“Perjuangan kita melawan pandemi yang panjang ini memang belum usai. Tapi harapan akan datangnya “awal” yang baru pasti ada”

Begitu pun aku,

Bagiku, tak apa membayangkan pandemi ini akan sirna dan merencanakan hal-hal indah ke depannya. Daripada memilih untuk terpuruk seperti tanpa harapan, diam tak berbuat apa-apa, bahkan tak berani punya harapan untuk hari esok.

Memang benar, faktanya kondisi penularan virus corona di Indonesia masih terbilang tinggi dibandingkan negara-negara lain ya. Segala upaya juga sudah dilakukan oleh pemerintah dan warga Indonesia sendiri untuk mengurangi risiko penularan, tapi belum ada tanda-tanda pasti kapan pandemi ini akan pergi.

Namun setidaknya, membayangkan dan memimpikan akan datangnya hari baru yang indah setelah pandemi ini selesai bisa membawa kita untuk terus semangat dan tak menyerah dalam menjalani hari-hari.

Ada beberapa tipe orang dalam menghadapi pandemi ini memang. Beberapa orang hanya “nggrundel dan sambat”, sebagian lain terus bertahan agar bisa hidup “hari ini”, dan beberapa orang lain bertahan untuk hidup hari ini dan juga merencanakan kehidupan mereka di masa depan setelah pandemi telah usai.

Kamu, pilih yang mana?

Nah, di artikel kali ini aku mau cerita apa harapan terbesarku dalam waktu dekat ini dan rencanaku saat pandemi telah usai nanti. Simak terus ya, gengs!

Menikah adalah Rencana Terbesar “Kami” dalam Waktu dekat ini

Siapa yang tak memimpikan bisa membina rumah tangga dengan orang yang paling disayang.

Siapa yang tak ingin menghabiskan waktu bersama orang yang terkasih

Begitu pula kami,

Aku dan doi sudah bersama sekian tahun hmmm kayaknya udah 4 tahun lebih deh, wahahha. Nggak terasa ternyata cukup lama juga ya, sampai cicilan mobilku mau kelar, wkwkwk

Kami sudah melalui pasang surut yang memang pada umumnya ada dalam suatu hubungan. Beberapa kali juga hampir mau pisah karena satu dan lain hal.

Sampai akhirnya kami sama-sama intropeksi apa yang harus dibenahi dalam hubungan kita dan apa sebenarnya tujuan kita. Satu jalan atau enggak nih kira-kira.

Yap, setelah pertimbangan yang panjang, aku sendiri mikir kalau “HE’S THE ONE”.

Iya, satu-satunya yang bisa bersabar dengan semua karakterku yang terbilang cukup cuek dan keras kepala, sering galak, emosian, dan sebagainya (huhu, banyak banget buruknya yak)

Sejak akhir tahun lalu kami sudah membahas masalah pernikahan. Iya, setelah kakak perempuanku tersayang dan satu-satunya akhirnya menikah secara bahagia dengan lelaki yang sudah 15 tahun lebih bersama dengan begitu banyak drama dalam hubungannya mulai dari LDR, beda agama, sampai tak direstui keluarga.

Usai mbak menikah dengan lelaki pilihannya, lega banget rasanya. Aku dan Eriec (si doi) juga merasakan kebahagian yang tak terkira.

Dan ya memang, tak ada alasan lagi pula buat aku dan Eriec menunda-nunda rencana pernikahan kami. Dan insyaallah jika diizinkan oleh Allah, kami akan menggelar pernikahan di akhir tahun ini atau awal tahun depan.

Minta doanya ya teman-teman semua….

Traveling Bersama Pasangan Adalah Wishlist Kami Berikutnya

Travelling Bersama Pasangan

Tentu saja, setelah menikah ada banyak rencana yang kami susun, mulai masalah finansial, menabung untuk bisa mendapatkan rumah yang kami idamkan, merencanakan finansial untuk masa depan dan sebagainya. Wah membayangkannya aja udah seru yaaa… haha

Tapi selain itu, tentunya kami merencanakan sesuatu yang seru lainnya dan benar-benar sudah kami rencanakan.

Yap, TRAVELING!

Punya pasangan yang sama-sama suka traveling adalah point plus tersendiri buatku. Hihi, iya, aku suka liburan ke tempat-tempat bernuansa alam. Aku lebih memilih ke gunung atau ke pantai daripada pergi ke mall atau wisata kota.

Untungnya, doi juga punya hobi yang sama. Suka mengeksplor tempat wisata alam di daerah-daerah. Doi juga seneng banget pas aku ajakin pulang ke Kebumen karena wisata alam di Kebumen itu amazing banget.

Nah, makanya, buat kami, pasangan yang sama-sama suka “MBOLANG”, wajiblah memiliki rencana jalan-jalan apalagi saat sudah halal nanti. ^^

Keliling dan Explore Banyuwangi jadi Rencana Liburan Pertama Kami Setelah Menikah

“Kenapa Banyuwangi? Kenapa Jawa Timur? Kan kita juga di Surabaya, masa liburan ke Banyuwangi aja? Nggak terlalu dekat? Kenapa kok nggak Lombok, Bali, NTT atau sebagainya dulu?”

Alasan pertama dan terpenting yang mungkin banyak teman-teman belum tahu bahwa Banyuwangi itu punya buaanyaaaaaaaaaaaaaak sekali tempat wisata alam yang eksotis. Banyuwangi juga menjadi target liburan wisatawan luar negeri layaknya Bromo di Probolinggo atau Bali.

Banyuwangi menawarkan keindahan wisata alam yang begitu komplit mulai dari pantai untuk bersantai sambil menikmati pemandangan samudra hindia seperti Teluk Hijau, hingga gunung dengan pesona yang luar biasa yaitu Gunung Ijen dengan Blue Fire nya yang sangat iconic dan jadi incaran semua orang saat ke sana.

Fakta-fakta Menarik Tentang Banyuwangi yang Bikin Kita Pengen Menjelajahinya

Banyuwangi, Sunrise ofJava

Tak akan cukup buat kita berkeliling dan berwisata di Banyuwangi hanya dalam dua bahkan satu hari. Kamu belum tahu fakta-fakta tentang Banyuwangi yang mencengangkan? Masih menyepelekan bagian Jawa Timur yang paling dekat dengan Pulau Bali ini? Baca ini dulu ya!

1. Banyuwangi adalah Kabupaten Terluas di Jawa Timur

Beberapa tahun lalu aku pernah ke Banyuwangi sama orang Kantor, saat itu kami hanya ke gunung Ijen. Kami berencana ke pantai usai turun dari Gunung Ijen.

Tapi kami batalkan karena saat itu kami menggunakan sepeda motor sewaan yang kami sewa dari depan stasiun Karangasem. Kami harus membatalkan pergi ke Pulau Merah atau Red Island karena kami salah rencana.

Ternyata perjalanan dari Ijen sampai ke Pulau Merah memakan waktu lebih dari 2 jam karena berjarak sekitar 100km.

Tentu kami tak sanggup karena kondisi turun dari Kawah Ijen udah capek banget. Habis mendaki dan turun gunung dengan kaki yang cukup “gempor” dan mata yang ngantuk banget, bikin kami malas melanjutkan perjalanan.

Aku sampai bertanya ke teman travelingku, kok Banyuwangi luas banget ya! Aku belum pernah sampai mencari tahu luas Banyuwangi saat itu.

Dan benar aja, Banyuwangi ini adalah kabupaten terluas di Jawa Timur sekaligus menjadi yang terluas di Pulau Jawa loh. Luas wilayahnya mencapai 5.782,50 km² atau lebih luas dari Pulau Bali  yaitu 5.636,66 km². DAEBAK!!!!

Kalau teman-teman tahu nih, Banyuwangi itu punya dataran tinggi juga punya dataran rendahnya. Sebelah utara dan selatan Banyuwangi tertutup oleh alas yang angker dan terkenal ituhhh,  sedangkan di sisi barat dan timur kabupaten Banyuwangi ini ada pegunungan dan juga laut.

Dengan bentuk permukaan Banyuwangi yang beragam ini, tak heranlah ada banyak tempat wisata alam yang potensial. Aku dan pasangan yang memang hobi Traveling, ya jelas banget pengen telusuri semua yang ada di sana. Meski pasti akan memakan waktu berhari-hari sih.

2. Beragam Suku dan Bahasa

Saat traveling, aku termasuk tipe traveller yang suka membaur dengan warga sekitar. Seperti Bromo yang identik dengan suku Tengger, Banyuwangi juga punya keunikannya sendiri.

Di Banyuwangi ada beberapa suku seperti suku Madura, suku Bali, suku Tionghoa, suku arab dan suku Mandar. Namun, Banyuwangi punya suku asli yaitu “suku Osing”. Dulu saat kerja di kantor lama, aku juga punya teman dari suku Osing Banyuwangi.

Mereka punya bahasa yang khas yaitu “bahasa Osing”, bahasa dengan logat dan dialek yang unik, mungkin sama seperti pandangan orang saat mendengar logat “bahasa Ngapak” dari tanah kelahiranku “Kebumen”.

Istimewanya, Bahasa Osing ini adalah salah satu ragam bahasa tertua dalam bahasa Jawa. Menarik kan?

3. Ragam Kuliner yang Bisa Memanjakan Lidah

kuliner banyuwangi

Aku dan doi sama-sama doyan makan. Kalau traveling ya pasti kita cari makanan khas daerah di sana.

Dan dari pengalamanku dulu ke Banyuwangi, di sana ada banyak ragam kuliner khas yang nikmat-nikmat. Dan lagi, cocok sama lidahku yang “Indonesia” banget ini. Dan susah loh ya nemuin makanan khas Banyuwangi di daerah lain misalnya di Surabaya.

Contohnya aja Sego Tempong. Kuliner ini kayaknya paling sering di sebut saat ada yang tanya “Makanan Khas Banyuwangi Apa sih?”.

Nasi sambal khas Banyuwangi ini pedaaaass puoll, cocok banget buatku yang emang suka pedas. Karena pedasnya ini pula, konon katanya yang jadi sebab nama nya nasi Tempong. Tempong sendiri berarti “tampar atau ditampar”. Jadi pedasnya rasanya kayak ditampar gitu mungkin ya, hihi.

Beda dengan nasi penyet khas Jawa Timur yang sambalnya dari cabai yang dimasak, kalau sego Tempong ini cabai merahnya mentah makanya rasa pedasnya tajam. Menikmati sego tempong makin nikmat kalau dilengkapi dengan aneka lauk seperti ikan goreng, dadar jagung hingga sayuran direbus.

Tak hanya sego Tempong, di Banyuwangi ada pula makanan khas yaitu Pindang Koyong, Botok Tawon dan lain sebagainya.

Yang unik lagi, Banyuwangi sering menciptakan kreasi masakan yang sangat kreatif. Contohnya aja kuliner Soto Rawon atau ada juga Pecel Rawon. Hihi, kalau di Surabaya kan makanan ini baik soto maupun rawon adalah 2 masakan yang berbeda. Begitu juga pecel dan rawon. Tapi di Banyuwangi ada loh yang mengkreasikannya menjadi satu hidangan yang enak. Seru ya?

4. Tradisi dan Festival Internasional

Sebagai daerah wisata yang sudah dilirik dan menarik perhatian internasional, Banyuwangi kerap mengadakan festival-festival yang menunjukan kebanggaan warga Banyuwangi terhadap Budaya mereka.

Festival-festival ini ditujukan agar wisatawan baik domestik maupun wisatawan asing bisa mengenal uniknya tradisi mereka dan dunia makin memperhatikan Banyuwangi sebagai destinasi wisata yang tak kalah dengan Bali, Lombok dan lain sebagainya.

Sampai saat ini, Banyuwangi telah berhasil membuat festival-festival internasional seperti festival Festival Gandrung Sewu atau Festival Kebo-keboan Alasmalang yang menyajikan tarian budaya khas Banyuwangi. Pernah juga ada festival berbau kuliner yaitu festival Sego Tempong dan Sego Cawuk.

5. Suasana Mistis dan Budaya Jawa yang Kental Bikin Penasaran

Pernah merasa kota Yogyakarta punya hawa mistis yang kuat karena ada banyak kraton dan sejarah kerajaan Jawa yang kuat?

Kamu juga bisa merasakan sensasi dan suasana mistis itu di Banyuwangi. Dan hal ini udah jadi rahasia umum banget sih. Seru kalau mengikuti cerita-cerita mistis di Banyuwangi.

Nah, kalau Jogja terlihat mistis karena keraton-keratonnya, Banyuwangi terlihat mistis karena “alas atau hutannya”. Konon katanya dulu, alas atau hutan yang luas di Banyuwangi sering dijadikan orang-orang untuk mempelajari ilmu hitam hingga mencari wangsit.

Selain itu, Banyuwangi juga identik dengan cerita tentang “persantetan”, bahkan sampai 2021 ini. Bahkan kota ini disebut sebagai Kota Santet loh, huuuu ngeri.

Pernah baca kisah tentang “Alas Purwo”, coba deh googling, dijamin bikin bulu kuduk merinding.

Meski terdengar mistis, tapi Alas Purwo ini juga jadi salah satu destinasi wisata yang menarik loh. Sebagai salah satu taman nasional terbesar dan tertua di Indonesia jelas tempat ini juga menarik perhatian wisatawan.

6. Memiliki Banyak Tempat Wisata Alam yang Eksotis

Alasan utama yang pengen aku sama doi menjelajahi Banyuwangi tentu saja karena destinasi wisatanya yang sangat menarik buat kami.

Kami berdua suka pantai maupun gunung, kalau aku lebih condong ke pantai dan doi lebih condong ke gunung atau dataran tinggi. Meski kami nggak menolak untuk main ke keduanya.

Nah, Banyuwangi ini bisa jadi destinasi yang sesuai buat kami biar “BISA ADIL” dan mendapat spot-spot wisata yang masing-masing dari kami bisa menikmatinya.

Iya, karena seperti yang aku bilang tadi. BANYUWANGI INI DESTINASI WISATA ALAM YANG SUPER KOMPLIT. Mau dapat sunrise di gunung ada, mau menikmati sunset di pantai juga bisa. Mau ngadem di curug atau air terjun juga ayoooook..

Travel WishList Bersama Pasangan di Banyuwangi

travel list ke banyuwangi jawa timur

Kami, sudah merencanakan nih kalau nanti pandemi covid-19 udah sirna dari muka bumi ini, kami mau ke destinasi-destinasi wisata di bawah ini.

1. Kawah Ijen dengan Blue Fire-nya yang Tak Pernah Padam

Kawah Ijen adalah destinasi wajib yang harus kamu kunjungi kalau ke Banyuwangi. Sumpah deh, WAJIB!. Ijen sendiri adalah gunung berapi yang tenang dan aktif dengan tinggi sekitar (2.368 dpl).

Saat mendaki ke Kawah Ijen kita juga akan dihadapkan dengan bentang alam yang sangat cantik. Kita bahkan bisa melihat Gunung Raung dari Kejauhan yang tampak sangat perkasa.

source pic by: instagram @iverp

Kamu akan terpukau dengan keindahan dan semua hal yang ada di sana. Cuaca dinginnya yang bahkan terasa saat di Paltuding (area camp atau parkir), sensasi mendaki dini hari jam 2 pagi dan wajib memakai masker bahkan kalau bisa masker oksigen karena bau belerangnya yang sangat kuat.

Juga akan terpukaunya kalian melihat para penambang belerang yang turun membawa belerang dari puncak Ijen dengan memapahnya di pundak atau menggunakan kereta kecil yang didorong dari puncak.

Dan tentu yang paling ikonik dari Ijen adalah Blue Fire nya. Api biru abadi yang terus menyala dari kawah gunung Ijen ini sudah menarik banyak wisatawan baik domestik maupun asing. Jelas dong, kan fenomena ini nggak gampang ditemui di tempat lain

Konon katanya, blue fire yang ada di Kawah Ijen ini adalah akibat atau reaksi dari gas bumi yang bertemu dengan oksigen. Kita bisa melihat dengan jelas blue fire ini tentunya saat gelap. Itu kenapa jalur pendakian Kawah Ijen hanya dibuka mulai tengah malam atau dini hari, tepatnya sekitar jam 2an pagi.

Sampai puncak bisa jam 3 kalau jalan agak cepat dan bisa sampai jam setengah 4 atau jam 4 kalau kita jalan perlahan dan sering berhenti. Dan setelah gelap hilang, mentari mulai terbit, kita akan dihadapkan pada pemandangan yang amazing yaitu danau kawah berwarna biru dan hijau tosca yang sangat cantik.

Kalau beruntung, kita bisa berfoto dengan background yang sangat menakjubkan di sana. Iya, kalau beruntung, soalnya kalau pas angin lagi kencang-kencangnya atau arah angin yang tak karuan, bisa bisa asap belerang bakal menutupi seluruh permukaan kawah. Jadi kita nggak bisa lihat hijau toska nya kawah ijen deh.

Udah pernah ke Kawah Ijen kok masih dimasukin ke #TRAVELWISTLIST aja sih Rini ini?

dokumen pribadi

Haha, iyaa,,,,,,, aku udah 2 kali ke kawah Ijen, tapi keduanya sama-sama gagal melihat Blue Fire nya. Hiks sedih banget.

Penyebab yang pertama gagal karena nafas nggak kuat buat turun ke kawah saat itu, padahal udah sewa masker oksigen dari Paltuding. Kali kedua kesana gagal dapat Blue Fire juga karena anginnya nggak bersahabat sehingga asap belerangnya parah banget sampai di mata kita.

Dan lagi, kalau ke Ijen sama pasangan halal nanti kan enak, waktu mendaki bisa sambil digandeng, tas nya dibawain, gitulah wkwkwkwkkwkwkw.

Pokoknya nggak ada kapoknya buatku pergi ke Ijen. Bikin kangen terus!

2. Taman Wisata Baluran, Pesona Banyuwangi Rasa Afrika

pic by : instagram @ilmimauraa

Tak banyak tempat wisata alam di Indonesia yang seperti Taman Nasional Baluran ini. Taman nasional yang dijuluki “Little Africa in Java” ini adalah kawasan yang digunakan khusus memang untuk melindungi berbagai macam ekosistem fauna dan flora.

Luasnya sekitar 25.000 hektar (luar biasa luas) dengan area-area konservasi yang tersebar. Jadi katanya kalau kesini kita bisa lihat hewan-hewan yang lalu lalang tanpa permisi. Haha, ya iyalah itukan rumah mereka.

Kalau kita kesana ya kita yang jadi tamu, jadi jangan usik mereka ya. Aku pengen banget kesana karena selain varian faunanya seperti banteng, kerbau, rusa, atau kera berekor panjang.

Di Baluran juga ada sebuah padang rumput yang sangat luas dan tentunya instagram-able banget buat foto-foto. Pemandangannya yang luar biasa deh.

Aku sering mantengin akun travel di instagram, udah speechless lah kalau ada yang share foto di Baluran. Pengen gitu merasakan sensasi Afrikanya di sana.

  • Hutan Musim di Baluran

Di Baluran juga konon katanya ada hutan bernama hutan musim. Hutan musim ini adalah hutan yang landscapenya bisa berubah-ubah sesuai dengan musimnya.

Saat musim kemarau dedaunan pada pohon di hutan musim akan rontok jadi kondisinya akan tampak gersang banget, tapi saat musim penghujan, kita bisa lihat pemandangan super hijau di sana.

  • Hutan Evergreen

Beda dengan hutan musim tadi, salah satu bagian dari Taman Baluran ini akan selalu hijau dan subur meski saat kemarau. Katanya, dari yang aku baca, disini ada aliran sungat yang jadi cadangan air untuk tumbuhan di sekitarnya.

  • Savana Bekol

Tempat inilah yang jadi menyebabkan adanya julukan Little Africa in Java untuk Taman Nasional Baluran. Dari keseluruhan 25.000 hektar kawasan Taman Nasional Baluran, sekitar 10.000 hektarnya adalah milik Savana Bekol.

Disini wisatawan bisa melihat pemandangan gunung yang eksotis juga padang rumput yang sangat luas saat tak sedang kemarau. Sedangkan saat kemarau, kita bisa melihat padang gersang dengan matahari yang akan terlihat sangat terik seperti di Afrika.

Lucunya, karena ini alam bebas, katanya kita bisa ketemu hewan macem-macem di situ. Seru kali ya pas foto-foto eh tahu tahu ada ular lewat atau Banteng yang lagi jalan-jalan. Hehe

  • Pantai Bama di Kawasan Taman Nasional

Taman ini ada di ujung atau titik akhir perjalanan ke Taman Nasional. Unik kan? Taman Nasional tapi ada pantainya. Saking luasnya gaes, gimana nggak pengen kesana coba.

Yang unik dari pantai ini juga selain karena lokasinya yang masuk Taman Nasional, juga karena adanya kera-kera liar. Iya, pantai Bama ini memang habitat mereka.

Kera-kera ini katanya bisa saja mengincar makanan yang akan kita bawa. Karena kera liar, tentunya karakter kera di sini cukup galak makanya kita disarankan ekstra hati-hati.

Pengen juga nggak ke Baluran??

Baluran selalu masuk ke travel list ku yang aku idam-idamkan. Saat ke Ijen beberapa bulan lalu, kayaknya sebelum pandemi, niatnya udah langsung mau ke Baluran sekalian perjalanan pulang.

Waktu itu memang tanggal merah kalau nggak salah. Aku belain juga cuti sehari buat ke Ijen sama Baluran. Kawah Ijennya dapet, tapi di Baluran zonk nggak bisa masuk. Ternyata Taman Nasional Baluran ini juga tutup hari itu. Apesnya, Baluran akan buka keesokan harinya. Lah, aku udah balik Surabaya dong besok, sedih banget nggak kesampaian.

3. Jawatan Benculuk

jawatan benculuk banyuwangi
pic by: instagram @joeadimara_

Cowokku yang tahu lebih dulu destinasi wisata ini. Iya, tempat wisata ini katanya populer banget di kalangan para pecinta fotografi.

Oh iya, belum sebut ya tadi, cowokku suka banget foto-foto, doi juga punya kamera profesional buat menyalurkan hobi dan kesenangannya itu.

Makanya pas ngomongin Travel list kita nanti pas udah menikah, doski minta masukin destinasi wisata ini. Katanya tempatnya cantik banget dan bakal bagus banget kalau dia abadikan di kameranya.

Jawatan Benculuk adalah destinasi wisata hutan dengan pemandangan alam berupa rerimbunan pohon Trembesi yang konon katanya telah berusia ratusan tahun. Ukuran pohon Trembesi ini besar-besar banget, bahkan ada yang diameternya mencapai 3 meter.

Jawatan ini sebuah hutan kecil  dengan luasnya hanya sekitar 8 Ha. Sebenarnya hutan ini milik perhutani yang kemudian dikelola dengan baik hingga akhirnya bisa jadi tempat wisata yang sangat eksotis dan menarik wisatawan.

Aku setuju banget sama usulan doi buat kesini besok pas pandemi ilang, soalnya kalau aku lihat di foto-foto yang tersebar di dunia maya, Jawatan Benculuk ini tampak rindang dan sejuk gitu loh. Cocok banget buat orang yang biasa hidup di kota super panas bernama Surabaya seperti aku ini.

4. Pantai Pulau Merah

Pic by: instagram @eriecyanuar94

Kalau Lombok punya pantai pasir merah, Banyuwangi juga punya loh. Bedanya, bukan karena pasirnya yang berwarna merah atau pink, tapi karena sunset di pantai ini benar-benar tepat di depan bibir pantai, bukan di pojokan gitu. Jadi saat sunset, pantai ini bakal benar-benar bisa sampai merah karena matahari yang tenggelam tak terhalang apapun dari pandangan pengunjung pantai.

Ada yang bilang juga sebutan pulau pantai merah di pantai ini karena adanya bukit hijau kecil yang menjorok ke arah tengah laut. Nah bukit ini diselimuti tanah merah yang terletak di dekat bibir pantai. Bukit ini bisa didatangi dengan berjalan kaki saat air laut sedang surut.

Pantai pulau merah ini sendiri ada di Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Bagiku yang seorang anak pantai banget, memasukan destinasi wisata pantai di Travel List itu wajib banget, apalagi kalau nanti udah halal sama suami ya kan? Wkkw

Aku sering ke pantai tapi mentok ke Malang aja, sering sampai nge camp di pantai sama teman-teman. Pantai bagiku tempat yang nyaman dan sempurna buat menenangkan diri dan juga quality time sama para sahabat. Aku seneng ngobrol intens dengan orang-orang terdekat dengan backsound suara ombak.

5. Teluk Hijau “Green Bay”, Surga yang Tersembungi

pic by: instagram @anglurselur_

Green Bay Banyuwangi atau Teluk Hijau Banyuwangi ini bak surga yang tersembungi di Banyuwangi.

Pasalnya, buat kesini rutenya emang tak semudah wisata pantai lain.

Pantai atau teluk ijo (green bay) ini nampaknya udah nggak asing lagi buat wisatawan atau tarveller baik dari dalam maupun luar negeri.

Keindahan lautnya yang masih alami dan “perawan” banget makanya teluk Hijau ini jadi salah satu wisata favorit.

Dinamakan teluk ijo karena lautnya yang terlihat berwarna hijau. Di sana juga ada tebing yang mempercantik pemandangan di Green Bay.

Dengan pemandangan yang memukau seperti gambar yang aku sadur dari instagram di atas, jelas banget dong aku ingin kesana.

Meski jauh, aku pasti nggak bakal nyesel deh kalau keturutan kesana. Bismillah!!

RedDoorz akan Mudahkan Kami Mewujudkan Liburan yang Mengesankan di Banyuwangi

RedDoorz akomodasi terbaik dan terjangkau

Sebagai pasangan baru yang akan menikmati waktu liburan bersama, tentu kami ingin liburan kami lancar dan lebih mudah segala macamnya. Apalagi kami lama banget nggak traveling ke manapun selama pandemi.

Tentunya perjalanan kami nanti harus mengesankan dan mendekati sempurna sesuai mau kami mulai dari manajemen waktu yang tepat saat berpindah-pindah lokasi wisata karena ingin semua destinasi wisata didatangi, urusan biaya, keamanan dan juga kenyamanan saat liburan. Termasuk salah satunya masalah akomodasi penginapan.

Penginapan adalah perihal yang sangat penting saat kita liburan ke Kota orang lain. Apalagi kalau sampai berhari-hari. Iya dong, dari sekian travel list yang aku tulis di atas, nggak mungkin bisa aku jalani dalan satu dua hari kan.

Pastinya aku bakal pakai cuti nikah buat Liburan sama suami nantinya (asekkkkkkkk) haha

Seperti yang aku jelaskan tadi, Travel list ku mulai dari kawah Ijen sampai pantai-pantai yang ada di Banyuwangi bakal menghabiskan tenaga kalau penginapannya jauh jauh dari lokasi wisata.

Terlebih lagi jarak tempat wisata satu dan lainnya banyak yang berjauhan. Seperti misalnya lokasi kawah ijen yang jauh dari Baluran, juga lokasi Baluran yang jauh banget dari Pantai Selatan Banyuwangi. Bakal bingung dan capek banget kalau keluar dari tempat wisata, kita harus balik ke Penginapan yang sama dan lokasinya jauh.

Nah, solusinya biar nggak capek ya kita harus pindah-pindah tempat menginap dan selalu cari lokasi penginapan yang dekat dengan lokasi wisata yang akan kita datangi esok harinya dong.

Nah untungnya, saat aku cek aplikasi RedDoorz di hp ku dan aku masukan lokasi Banyuwangi, aku diberi banyak banget pilihan tempat menginap.

RedDoorz ada dimana-mana

ASIKNYA, lokasi hotel atau penginapan yang ada di RedDoorz ini tersebar di banyak tempat di Banyuwangi. Seneng banget aku lihatnya, wuhuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu. Yang dekat Baluran ada, yang dekat pantai juga ada loh.

Lihat deh gambar di atas, ada beberapa hotel di Banyuwangi yang tersebar seperti RedDoorz Syariah near UNTAG Banyuwangi, RedDoorz near Airport, RedDoorz near Pantai Boom, Sans Hotel Borobudur Banyuwangi, RedDoorz near Baluran Park, RedDoorz near Banyuwangi Baru Station dan lain sebagainya.

Apa itu RedDoorz?

RedDoorz adalah sebuah jaringan penginapan budget online terbesar di Indonesia. RedDoorz ini fokus pada perkembangan penginapan yang distribusi penjualannya dilakukan secara online.

Jadi RedDoorz bekerjasama dengan properti-properti yang potensial. Tentunya dengan adanya RedDoorz semua pihak akan diuntungkan ya. Pihak customer seperti aku ini akan dimudahkan dalam mencari hotel atau penginapan saat membutuhkan, dan bagi pemilik properti juga terbantu karena distribusi penjualan atau sewa propertinya bakal terbantu dengan adanya website dan aplikasi RedDoorz. Yang aku tangkap sih seperti itu ya.

Kenapa Memilih RedDoorz untuk Sempurnakan Liburan?

Bagiku memilih akomodasi perjalanan mulai dari transportasi hingga penginapan bahkan bekal saat traveling itu penting banget, dan nggak boleh asal-asal an.

Soalnya kalau ada yang terlewat atau missed nih, bisa jadi mood kita berantakan karena hal-hal kecil yang kita abaikan.

Aku pernah punya pengalaman yang nggak enak karena masalah penginapan yang salah pilih. Dapat penginapan yang nggak sesuai harapan itu bisa bikin mood rusak saat liburan. Liburan malah bawaannya capek dan emosi gitu karena tidurnya nggak nyaman.

Makanya aku nggak mau mengulang kesalahan. Apalagi rencana kali ini pergi sama suami, ya kacau dong kalau liburan rusak perkara penginapan aja, nah makanya itu aku milih pakai layanan dari RedDoorz, kenapa?

1. Booking Super Praktis dan Mudah

Buat booking hotel atau penginapan di RedDoorz itu gampang banget. Nggak perlu makan waktu lama, cukup itungan 5 menit aja juga bisa loh. Tinggal pilih hotel, lihat fasilitasnya, kalau udah oke, tinggal checkout, bayar, konfirmasi pembayaran, selesai deh. Simple ya?

2. Ada Dimana-mana dan Bebas Pilih Hotel Sesuai Selera

Temen-temen suka jalan-jalan ke luar kota nggak sih? Nggak usah ke luar kota dulu deh, coba lihat di kota kalian sendiri. Kalian sering lihat nggak penginapan dengan logo nama RedDoorz di depan bangunannya? Banyak kan?

Nah, kalau kalian ke luar kota, kalian juga bakal menemukan hal yang sama loh. Emang RedDoorz itu ada banyak banget properti yang bekerja sama. Makanya hampir ada di semua kota, bahkan di kota-kota kecil sekalipun. Bahkan kini RedDoorz ada di 50 kota di Indonesia,  dan sudah ada lebih dari 1000 properti di Asia Tenggara dan lebih dari 30.000 kamar loh.

Makanya kalau pergi kemanapun sebenernya nggak usah bingung-bingung banget karena ada RedDoorz ye kan??

3. Harga Sangat Terjangkau dan Sering ada Diskon

Lihat deh di aplikasi RedDoorz, cek coba harga-harga nya. Aku coba cek hotel-hotel di Banguwangi yang insyalloh aku tempatin saat melancong ke Banyuwangi nantinya, eh kaget dong, emang semurah itu harganya. Buat para backpacker cocok banget karena nggak bikin kantong kita kempes.

Bagusnya, meski harganya sangat terjangkau tapi RedDoorz ini memperhatikan banget kondisi properti yang tersedia di aplikasinya. Dan kalau aku baca emang begitu sih tujuan dan cara kerja RedDoorz. RedDoorz membuat “rules” agar properti yang bekerjasama dengan RedDoorz ini layak untuk dipromosikan dan nyaman ditempati customer, lalu RedDoorz akan bantu promosinya. Jadi bisa disimpulkan banget kalau properti yang ada di sana pasti dirawat.

Bukan hanya itu, RedDoorz juga sering ada diskon-diskon gitu. Udahlah harganya murah, makin murah lagi karena ada diskon. Aku suka mantengin akun instagramnya juga biar nggak ketinggalan informasi promo dan diskonnya RedDoorz. Hahahaha! Emang sesuai banget dnegan slogan RedDoorz “RedDoorz, comfortable rooms at great prices”

4. Fasilitas Kamar Super Lengkap dan Bersih

Seperti yang aku bilang tadi, RedDoorz menjaga benar-benar biar properti yang dipromosikan di aplikasi layak pakai, kayak dijadikan tempat menginap yang nyaman. Makanya sebisa mungkin dipikirkan benar-benar fasilitas dan kebersihannya. Apalagi pas pandemi atau pasca pandemi nanti.

Saat kita mau memilih kamar untuk booking, kita bisa melihat fasilitas-fasilitas apa aja yang ada di hotel RedDoorz. Menurutku fasilitasnya udah cukup lengkap bangte untuk kebutuhan menginap beberapa malam, misalnya aja:

  • Wifi
  • TV
  • Air mineral
  • Sprei yang Selalu Bersih
  • Kamar Mandi Bersih
  • Perlengkapan Mandi

Saat pandemi gini juga, RedDoorz menjaga propertinya dengan rutin menyemprotkan desinfektan di area publiknya, di lobi, kamar, toilet dan sebagainya. Bahkan di RedDoorz mendapat HygienePass Official Certified dari AKMI atau Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia, jadi semua properti RedDoorz yang mendapat sertifikat ini dibersihkan dan disanitasi setiap hari untuk memberikan kita semua masa menginap yang aman dan nyaman bagi semua.

Sertifikasi HygienePass di RedDoorz ini berarti di RedDoorz sendiri telah menerapkan protokol kesehatan seperti:

  • Pengukuran suhu saat check-in
  • Kondisi kesehatan dan survey riwayat perjalanan
  • Semua satff hotelnya pastinya wajib memakai masker
  • Pembersih tangan atau handsanitizer berbasis alkohol 80% dan disediakan di area resepsionis dan area umum
  • Pembersihan dan desinfeksi properti terjadwal

Kebersihan dan kenyamanan kamar kan penting banget ya bagi sebuah penginapan. Di aplikasi dan website RedDoorz kita bisa melihat rentetan daftar properti beserta harga dan juga fasilitas apa yang disediakan. Tentunya ini bakal jadi bahan pertimbangan kita saat akan memilih penginapan kan.

**

Nah itu dia sekelumit ceritaku membuat rencana liburan dengan pasangan saat udah halal nanti. Minta doa tulusnya ya teman-teman, semoga dilancarkan. Aku doain juga teman-teman semua dilancarkan dalam setiap kegiatan dan rencana buat masa depan.

Kita doa bareng yuk biar pandemi cepat pergi dari negara tercinta kita ini, biar bisa nyaman lagi kita beraktivitasnya, biar bisa liburan lagi juga. Buat temen-temen yang mau bikin Travel List kayak aku di atas, jangan lupa masukin BANYUWANGI sebagai kota yang ingin kalian kunjungi ya. Siapa tahu nanti kita ketemu di sana, hihi. Jangan lupa juga pakai aplikasi RedDoorz dan menginap di hotel atau penginapan yang bekerjasama dengran RedDoorz biar bisa lebih hemat tapi tetep dapet kenyamanan.

 

Terimakasih sudah membaca sampai akhir. Thankyou…

diikut sertakan dalam RedDoorz Blog Competition #TravelWishlist “Mau jalan-jalan ke mana setelah pandemi usai?” yang diselenggarakan oleh RedDoorz Indonesia

 

Referensi:

  • Cerita dan pegalaman pribadi
  • Infografis by celotehdinihari.com edited with CANVA
  • https://phinemo.com/9-alasan-kawah-ijen-harus-dikunjungi-paling-tidak-sekali-seumur-hidup/
  • https://www.indonesia.travel/id/id/destinasi/java/kawah-ijen
  • https://www.idntimes.com/travel/destination/rizal/ini-11-alasan-kenapa-banyuwangi-patut-jadi-tujuan-liburanmu-yang-berikutnya/full
  • https://www.idntimes.com/travel/destination/kaia-dharma/spot-wisata-alam-banyuwangi-mirip-luar-negeri/5
  • https://lokalx.id/alasan-wisata-ke-banyuwangi/
  • https://www.liputan6.com/lifestyle/read/4464695/6-fakta-menarik-banyuwangi-di-jawa-timur-yang-perlu-diketahui
  • https://www.nativeindonesia.com/taman-nasional-baluran/
  • https://www.topijelajah.com/jawatan-benculuk.html
  • https://pariwisatabanyuwangi.com/wisata-banyuwangi-jawatan-benculuk/
  • https://travel.okezone.com/
  • https://www.reddoorz.com/blog/id/feature/reddoorz-untuk-kalian-yang-belum-mengenal-kami
  • foto: instagram @eriecyanuar94
0 Shares:
31 comments
  1. Aduhhh baca artikel ini jadi pengen ke Banyuwangi dan napak tilas ke semua destinasi yang disebutin Mba Rini.
    Terakhir kali aku ke Banyuwangi sekitar 3 tahun yang lalu, itupun karena ada urusan organisasi mahasiswa. Pernah ke Kampung Osing Kemiren aja waktu itu.

    Banyuwangi sama Bali lumayan deket, gak perlu naik pesawat. Tentu bisa menghemat pengeluaran.

  2. Buat honeymoon nih enak
    RedDoorz memang memberikan informasi sekaligus pemesanan tempat singgah yang berkualitas sih, tapi harganya terjangkau. pengalaman di Bandung dipesenin lewat aplikasi ini

  3. Aku udah pernah ke banyuwangi, tapi aku juga tetep pengen main lagi ke sana. Terutama ke Baluran!

  4. Saya oengen ke pulau Lombok bersama keluarga, berangkat naik pesawat dan pulang naik kapal laut sebab pengen mengabadikan moment lumba-lumba yang melompat-lompat saat senja di pinggir kapal

  5. Mba Rini, semoga rencana pernikahannya terealisasi dan lancar ya. aku jug apengen ke Banyuwangi, destinasi trvaelnya keren keren, makanannya juga

  6. Semoga terlaksana pernikahannya mbak. Lancar dan tanpa kendala yang berarrti, tercipta keluarga yang samara. Wah Banyuwangi menyimpan banyak destinasi wisata yang memukau ya. jadi pengin juga travelling ke sana.

  7. MasyaAllah mba riinn. Alhamdulillah. Selamat yaa mba mudah2an semuanya dimudahkan. Dilancarkan sampai hari H. Daaaannn semoga bisa honeymoon jg ke tempat impian, Banyuwangi hihi. Doain bisa ke Banyuwangi jg yaah wkwk

  8. waaaa udah kangen juga nih pengen jalan-jalan hhuhuuu.. Banyuwangi ternyata keren banget yaaa, wisata alamnya juga gak kalah cantik, makananny apalagi, udh gitu murah-murah pula katanya, jadi ikutan pengen kesana ehehe

  9. Aku juga pengen nih ke Banyueangi mbak Rin. Udah dari tahun kapan itu pengen ke sana eh belum kesampaian sampai pandemi gini. Wkwk..

  10. Bagus-bagus banget tempat wisatanya mbak, jadiin wishlit juga ah, eh tapi bukan sama pasangan halal, belum punya soalnya, haha..

  11. Kak Rinn, semoga lancar sampai hari H yaah. Ikut bahagia. Tapi memang Banyuwangi ini magis banget, jadi inget dulu ngotot naik ke Ijen eh kena hujan deres mkwkw. Jangankan blue fire, wajah aja sampe ketutupan kabut pas di puncak, kzl. Untung aja ada pelipur lara ke Baluran. Again, congratss buat rencana nikahnyaaaa

  12. Duh, menyesal deh baru bacasekarang… Padahal beberapa bulan kemarin lewat Banyuwangi saat mau ke Bali.. heheheheh

  13. barokallah ya mba Rin, semoga segera halal sampai hari H dan menikmati liburan dengan hati riang

  14. Iya lho Kak, salah satu hal yang bikin aku penasaran juga dengan Banyuwangi adalah Suky Osing. Pernah ikut komunitas bahasa dan salah satu temanku itu dari Suku Osing. Bahasanya beda banget sama bahasa Madura atau Jawa Timuran. Umm i mean, dialeknya deng.

  15. MasyaAllah, destinasinya keren-keren semua Mbak, gak usah jauh-jauh ke Afrika, Indonesia juga punya wisata yang tak kalah keren ya dengan view Afrika, cakep daahh.
    emang beneran asyik ya jika punya pasangan halal yang bisa klop gini, sama-sama suka jalan, lakinya suka foto, wanitanya tentu dong doyan difoto, lengkap deh.. pasti nanti banyak stock foto liburannya yang gak habis-habis buat jadi bahan cerita.
    moga rencana nikahnya segera terwujud ya Mbak, Aamiin 🙂

  16. Semoga lancar ya mbak menuju acara pernikahan dan juga bulan madunya ke Banyuwangi.

    Duh baca ini saya juga makin pengen ke Banyuwangi. Dulu udah rencana mau ajak anak-anak ke Taman nasional Baluran, eh malah tiba-tiba pandemi melanda.

    Sego tempong ini saya suka banget. Pilihan lauknya banyak

  17. Ok, bagian menikahnya semoga disegerakan ya kak dan bisa cepat nyusul kakaknya, hehe. Dan… buat liburan ke Banyuwanginya, aku contek ya kak wishlist-nya, kali aja kapan-kapan aku nanti ke sana bisa pake itinerary ini

  18. Saya baru paham jika Banyuwangi punya wisata yang menarik dari perkenalan Danang DA (Dangdut Akademi). Dan begitu baca artikel ini, makin paham juga kalau Banyuwangi ternyata masuk daerah Jawa Timur.
    Semoga semua wishlist di atas terkabul ya Mbak…

  19. Kuliner banyuwangi lumayan menggoda ya mbak ditambah wisatanya yang begitu indah pas banget jadi destinasi honeymoon bareng suami ya, next kesana ah

  20. Wahh , semoga segera dan lancar menjadi pasangan halal ya, biar pas nanjak ke ijennya ada yang gendong wkwkw

  21. Ternyata belum menikah toh mbak. Semoga disegerakan saja deh agar liburan ke Banyuwanginya tambah mantap, nyaman, dan enjoy bersama yang halal. Setahu saya, perempuan memang harus dengan mahromnya kalau bersafar jauh.

  22. Wah pengen banget ke Banyuwangi. Salah satu ikoniknya tentu kawah Ijen atau blue fire yang ingin banget ke sana. selamat Mbak ya mudah-mudahan segera kesana dan mendapatkan pengalaman yang keren.

  23. wah semoga bisa segera traveling bersaama suami ke banyuwangi ya mbak rin. aku sendiri belum pernah ke banyuwangi, jadi pengen banget berkunjung ke kawah ijen tentunya

  24. Semoga lancar sampai kursi pelaminan ya Mbak.
    Waktu dulu tinggal di Bali, sempat pengen ke Banyuwangi. Padahal banyak teman kantor juga ya dari sana. Kalau diajak sama lokal berwisata, biasanya bisa diajak lebih blusukan. Sayang, sampai sekarang kesana belum terealisasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.