Pelajari Ciri-ciri Investasi Bodong Untuk Hindari Penipuan

Ciri-ciri Investasi bodong 1

Ciri-ciri investasi bodong sebenarnya mudah terdeteksi. Tetapi tidak semua orang memiliki kepekaan dalam mengidentifikasinya. Parahnya, para penipu ulung ini juga menawarkan produk seperti ini kepada orang-orang yang belum memahami prosedur investasi legal.

Yang mengherankan, masih banyak pula korban investasi bodong yang juga kalangan masyarakat dengan pendidikan tinggi. Lalu, apa yang harus diwaspadai supaya kita tidak tertipu?

Cermati Ciri-ciri Investasi Bodong

Edukasi tentang investasi bodong sebenarnya sudah cukup banyak. Tetapi, entah mengapa korban masih saja berjatuhan. Pasalnya, penipu berkedok pemilik perusahaan investasi cukup meyakinkan korban mereka dengan berbagai macam metode.

Namun demikian, ada beberapa hal penting yang perlu dicermati masyarakat untuk mendeteksi apakah program investasi yang akan mereka ikuti tersebut adalah investasi legal.

Mengutip dari http://investbro.id/, Ciri-ciri investasi bodong pertama adalah nilai investasi rendah dengan pengembalian sangat tinggi. Ciri-ciri  investasi bodong seperti ini sudah ada sejak kasus investasi bodong di awal 90an.

Namun, masih saja banyak orang yang tertipu dengan model investasi dengan pengembalian super fantastis. Yang lebih tidak masuk akal adalah pengembalian jumlah investasi dengan waktu yang sangat singkat, untuk level sebuah investasi besar, dengan resiko yang rendah.

Ciri-ciri Investasi bodong 1

Pemilik investasi bodong akan menawarkan

  • Pengembalian nilai investasi yang tinggi, cepat dan bebas pajak. Tentu hal ini sudah tidak masuk akal.
  • Pengembalian nilai investasi tinggi meliputi saham, investasi properti, foreign exchange, trading saham dengan metode yang sangat mudah.
  • Kesempatan investasi tanpa resiko seperti bebas menjual properti atau saham kapan saja, mendapatkan uang kembali jika tidak berhasil, dan juga dapat mengoper investasi kepada orang lain
  • Diskon sangat besar untuk investor pemula.

OJK Menjadi ‘Senjata’

Ciri-ciri investasi bodong kedua adalah menempelkan logo Otoritas Jasa Keuangan pada proposal atau situs yang mereka buat atau bahkan dari aplikasi online. Hal ini tentu memang membingungkan.

Jika hal ini terjadi, maka calon investor harus melakukan penelusuran ke OJK sendiri. Pasalnya, saat ini membuat situs dan aplikasi di ponsel pintar sangatlah mudah.

Pemilik perusahaan investasi bodong pasti sudah dapat memprediksi bahwa calon-calon investor yang akan mereka tipu dapat langsung percaya apabila mereka membuat situs atau aplikasi sendiri, dengan logo OJK yang dicantumkan.

Mengadopsi Sistem Multilevel Marketing

Ciri-ciri investasi bodong ketiga adalah rekrutmen anggota baru dari anggota yang baru bergabung. Konsepnya memang konsep multilevel marketing. Namun, lagi-lagi, semua calon investor harus memperhatikan dua poin penting sebelumnya.

Biasanya, investasi bodong ini menjanjikan investasi jumlah sangat besar, dengan nilai pengembalian sangat besar dan cepat dalam bentuk reksadana. Padahal, dana keuntungan dari reksadana dapat dinikmati dalam jangka waktu yang cukup lama, dan jumlahnya pun tergantung pasar saham.

Memaksa

Pemilik investasi bodong pasti memiliki kesan memaksa calon investor untuk segera melakukan investasi.

Mereka akan terus menerus menelepon calon investor dengan iming-iming bahwa mereka harus segera berinvestasi karena program diskon besar-besaran yang ditawarkan akan segera berakhir. Jika memang hal ini terjadi, maka calon investor harus segera mengabaikan penawaran ini.

Pernahkah Anda mendapatkan pesan dari Whatsapp dari teman Anda yang meminta Anda membuka link tertentu untuk mendapatkan hadiah? Saat Anda membuka link tersebut, nomor WA Anda sudah tercatat di sistem mereka.

Resikonya memang mereka dapat dengan mudah mengirimkan penawaran-penawaran investasi bodong. Selain itu, Anda pun harus menghindari permintaan pertemanan atau pesan pribadi dari seseorang yang tidak Anda kenal sebelumnya.

Media sosial cukup rawan sebagai penyebar hoaks dan juga investasi bodong. Untuk itulah, siapapun harus memiliki perlindungan keamanan untuk akun media sosial mereka.

Bahkan, para penipu ini juga mengirimkan surat elektronik meskipun kita masih terlindungi karena biasanya surel seperti itu langsung masuk ke folder SPAM.

Surel tersebut biasanya mengatakan bahwa Anda merupakan pemenang sayembara dan Anda harus memberikan data-data personal.

Hati-Hati Review di Mesin Pencari

Tak jarang, kita memilih restoran dengan review terbaik. Okelah, kita mencoba restoran tersebut dan ternyata hasilnya cukup memuaskan. Tetapi, tidak demikian dengan investasi bodong. Banyak perusahaan bodong yang menggunakan robot untuk review positif yang berkesan ‘terlalu positif’.

Biasanya, kita mengecek review perusahaan tersebut setelah kita mendapatkan penawaran-penawaran menarik dari pemilik atau marketing dari investasi bodong tersebut secara kontinyu dan dengan kesan ‘memaksa’.

Memang, beberapa investasi legal pun memiliki review positif. Namun, ada terselip beberapa komentar yang netral atau kekecewaan beberapa investor, meskipun kekecewaan tersebut tidak mengindikasikan adanya penipuan yang mereka alami.

Cara terbaik untuk mengecek adalah dengan menelusuri nama perusahaan tersebut di daftar perusahaan investasi yang terdaftar di OJK.

Saat ini, banyak pilihan investasi yang ditawarkan, baik legal maupun ilegal. Hal ini cukup membingungkan mereka yang sedang ingin melakukan investasi di pasar saham, reksadana, atau foreign exchange atau forex.

Investasi seperti ini cukup menggiurkan karena investor memang tidak harus menunggu likuiditas yang sangat lama seperti investasi properti. Banyak orang sukses menjadi trader, tetapi jumlah investor yang bangkrut dan kehilangan semua hartanya juga tidak terhitung.

Investasi legal yang ada selalu mengantongi portofolio dari hasil investasi yang sedang atau sudah mereka kelola. Calon investor hanya perlu meminta portofolio tersebut dari perusahaan yang bersangkutan.

Perusahaan investor legal tidak akan menolak hal tersebut. Sebaliknya, mereka justru dengan bangga memperlihatkan portofolio mereka sehingga mereka tidak terkesan memiliki ciri-ciri investasi bodong.

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.