Cara Mudah Menentukan Arah Kiblat dengan Tepat

Cara Menentukan Arah Kiblat

Tak sedikit yang masih bingung menentukan arah kiblat saat sedang bepergian. Walaupun tidak ada masjid atau mushola, wajib bagi umat muslim untuk menjalankan sholat lima waktu.

Arah kiblat adalah sebuah arah yang menuju pada bangunan Ka’bah yang ada di Masjidil Haram, Arab Saudi. Penentuan arah ini pun terus berkembang dari cara-cara tradisional sampai memanfaatkan teknologi seperti sekarang.

Macam-Macam Cara Menentukan Arah Kiblat dengan Mudah

Cara Menentukan Arah Kiblat

Kiblat bukan hanya untuk sholat saja Ada beberapa fungsi lainnya seperti menentukan arah jenazah orang muslim dan arah berihram dalam haji Kiblat juga menjadi arah wajah hewan saat hendak disembelih saat Idul Adha.

Pada masa awal Islam, penentuan kiblat ditentukan dengan memanfaatkan benda langit sebagai pedomannya seperti bintang. Rasi bintang Orion yang berada di arah barat menjadi pedoman koblat.

Ada tiga teori yang digunakan untuk menentukan arah kiblat yaitu lingkaran besar atau Orthodrom. Selain menggunakan teori tersebut ada juga yang memanfaatkan kompas kiblat. Kompas yang telah ada dari sekitar tahun 1300 ini berbentuk seperti kompas biasa.

Hanya saja untuk arah kiblat menggunakan kompas dapat dilihat dari ukiran daftar arah kiblat yang terdapat di dalamnya. Cara lain yang cukup mudah dimengerti adalah dengan peta datar. Di mana metode ini memanfaatkan trigonometri bola untuk menghasilkan garis lurus. Garis akan ditarik lurus dan terdekat yang menghubungkan lokasi dengan Kabah.

Lalu bagaimana menentukan arah kiblat Indonesia? Apakah harus menggunakan kompas kiblat atau perlu mengukur dengan peta datar? Tentu saja tidak. Ada beberapa cara lainnya yang bisa dilakukan untuk menentukan arah kiblat sebagai berikut ini:

1. Pertumbuhan lumut pada batang pohon

Apabila sedang berada di alam dan tidak memiliki smartphone maka tanda-tanda alam menjadi patokan sederhana yang bisa diperhatikan. Contoh tanda pertama yang paling mudah diamati adalah pertumbuhan lumut yang terdapat pada batang pohon.

Lumut yang paling banyak tumbuh di salah satu sisi pohon menunjukkan arah Timur. Karena sisi matahari pagi yang belum terlalu terik akan membantu lumut untuk tetap tumbuh dengan lebat. Sedangkan batang yang yang tidak banyak ditumbuhi lumut merupakan arah Barat.

Lumut tidak akan tumbuh dengan lebat pada saat matahari sedang terik dalam waktu lama. Di mana batang pohon yang tidak banyak lumutnya itulah kiblat yang bisa ditentukan.

2. Bayangan benda tegak lurus

Cara sederhana yang lainnya adalah dengan mengamati bayangan benda tegak lurus. Bagi masyarakat Indonesia akan lebih baik untuk mengamati bayangan pada pukul 16.18 WIB. Menurut BMKG waktu tersebut menentukan posisi matahari tepat di atas Ka’bah.

Supaya arahnya tepat benda yang digunakan harus benar-benar tegak lurus dan yang menjadi patokan adalah ujung bayangan. Kemudian benda juga harus berada di permukaan yang datar. Ketika muncul ujung bayangan pada waktu tersebut maka itulah kiblat yang jadi patokan.

Menentukan kiblat dengan cara ini dilakukan setiap dua kali dalam setahun yaitu pada tanggal 16 Juni atau 28 Mei. Karena pada waktu dan tanggal tersebut terdapat dua matahari yang berada di atas Ka’bah sehingga arah bayangannya menunjukkan kiblat dari daerah manapun.

3. Melihat matahari

Masih dengan cara sederhana yaitu mengamati alam, kali ini yang bisa dilakukan adalah dengan melihat arah matahari. Cara ini juga termasuk tradisional dan banyak dilakukan masyarakat muslim di seluruh dunia ketika belum ada teknolog secangih sekarang.

Caranya adalah dengan memperhatikan arah terbit dan terbenamnya matahari. Arah terbit matahari selalu menandakan Timur sedangkan arah terbenam adalah Barat. Arah terbenamnya matahari inilah yang menjadi patokan dari kiblat.

4. Memanfaatkan GPS

Global Positioning System atau yang kerap disebut dengan GPS adalah sebuah kemajuan teknologi yang sangat membantu menentukan kiblat dari mana saja. Penentuan kiblat dengan GPS ini tergolong sangat akurat karena bisa memperlihatkan titik akurat Ka’bah.

Cara menggunakan GPS sangat mudah, cukup dengan mengetik alamat atau nama negara dan tekan cari. Otomatis GPS akan melacak lokasi Ka’bah dan hasilnya lebih akurat. Ada juga informasi tambahan mengenai derajat arah.

5. Memanfaatkan aplikasi pada smartphone

Selain GPS, ada juga cara lain yang memanfaatkan teknologi yaitu dengan menggunakan aplikasi. Beragam jenis aplikasi bisa diunduh secara gratis dan bisa dijadikan panduan tepat mengenai kiblat.

Salah satunya adalah maqmur.com yang aplikasinya bisa langsung diunduh melalui Play Store. Kelebihan dari aplikasi ini adalah bebas dari iklan, jadi para pengguna tak perlu terganggu dengan iklan yang sering muncul.

Selain menentukan kiblat, aplikasi ini akan membantu semua umat muslim untuk membuat catatan beribadah serta tersedia juga Al-Quran digital. Tak lupa terdapat pengingat sholat yang akurat sesuai dengan lokasi yang ada di seluruh Indonesia.

Kini untuk mencari arah kiblat tidak ada lagi yang terasa sulit. Cukup dengan memperhatikan alam sekitar atau dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia.

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.