Bangkit dari Pandemi Bersama We Love With Love

we love with love Bali

We Love With Love memberi harapan baru bagi pelaku ekonomi (UMKM), pelaku seni dan budaya tanah air.  Sejak virus covid19 masuk ke Indonesia, dan menyebar dengan sangat cepat, terasa banget dampak yang luar biasa bagi berbagai sektor. Mulai dari sektor pendidikan bahkan sampai perekonomian dan wisata.

Bali, salah salah satu dari sekian banyak kota dan daerah di Indonesia yang terkena dampak serupa. Bali yang perputaran ekonomi utama sehari-harinya dari sektor budaya dan pariwisata terpaksa tidur sejenak karena adanya virus ini.

Sekian bulan berlangsung pandemi ini, tentu masayrakat Bali sangat merasakan susah jika aktivitas normal tak segera pulih. Nah, We Love With Love yang bernaung dibawah Yayasan Aku Cinta Dengan Cinta sangat bisa merasakan dan prihatin dengan situasi seperti ini. Mengingat pandemi ini menjadi beban berat untuk perekonomian masyarakat, khususnya pada usaha kecil (UMKM) berbasis pariwisata, seni dan budaya seperti di Bali.

We Love With Love – Bali

We Love With Love - Bali

Mungkin sebagian dari kita masih asing dengan gerakan We Love With Love ini. Pun begitu aku ketika pertama dengar. Begitu tahu tujuannya, aku langsung nyimak dan ingin tahu lebih.

Buat temen-temen yang elum tahu, We Love With Love ini didirikan oleh Novi Rolastuti. We Love With Love melihat pandemi ini menyulitkan pelaku usaha kecil dan banyak seniman. Ia pun menggerakan penggalangan dana untuk membantu seseorang yang kena dampak ekonomi.

Pergerakan Yayasan We Love With Love dimulai dari Bali, hal ini dikarenakan data BPS yang menunjukkan perekonomian Bali menurun hingga 12.28%. Sedih banget ya dengernya?

Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa masyarakat Bali Mengalami penurunan perekonomian, khususnya para pengrajin UMKM dan seniman mereka, sehingga potensi mereka pun menjadi terhambat.

Hal inilah yang membuat yayasan We Love With Love merasa prihatin dan berniat untuk menjelajahi Bali serta bertemu dengan para pengrajin UMKM dan seniman Bali untuk melihat hal apa yang bisa dibantu bersama.

Tim Yayasan We Love With Love pun mencari tahu apa saja kesulitan yang masyarakat Bali hadapi selama pandemi Corona ini.

Nggak heran kalau We Love With Love menemukan kesulitan yang tersebut cukup besar dan menjadi tantangan tersendiri bagi merekarkyat Bali. Misalnya saja dari permintaan produk kerajinan yang menurun, serta fakta bahwa banyak dari mereka yang belum siap menjual produk secara online. Bagi seniman sendiri tentu sangat menyedihkan karena selama pandemi praktis mereka tak bisa menampilkan aksi mereka atau tak mendapatkan panggung sama sekali.

We Love With Love Bersilaturahmi dengan Pengrajin dan Seniman Bali

Namun, hal tersebut tidak lantas memudarkan semangat mereka, karena ada banyak hal yang harus mereka syukuri dan tetap tersenyum. Hal itulah yang dirasakan oleh 12 pengrajin dan seniman yang telah bersilaturahmi dengan tim we love with love. Pandemi ini mengajarkan mereka bahwa alam harus dicintai dan dijaga bagaimanapun keadaannya.

We Love With Love berniatan untuk berbagi serta menyebarkan informasi mengenai pengrajin dan seniman yang ada di Bali kepada masyarakat luas. Untuk melihat dokumentasi video kunjungan tim We love with love dengan seniman dan pengrajin di Bali, kamu bisa mengunjungi channel YouTube @WeLoveWithLove.

Launching We Love With Love

Tari Lampah Nini - We Love With Love

Yayasan We Love With Love juga menjadi perantara bagi kamu yang ingin membantu para seniman dan pengrajin UMKM di Bali dengan menyalurkan dana di situs www.welovewithlove.com atau dengan berbelanja produk lokal Bali.

Yayasan We Love With Love juga mengadakan launching secara virtual livestreaming melalui YouTube We Love With Love pada hari Sabtu, 16 Januari 2021, jam 12.00 WITA. Dalam launching ini juga terdapat pentas tari berjudul Lampah Nini yang sarat akan makna kehidupan.

Karya tari ini menjadi  perenungan manusia dalam menjalani hidup melalui gerak tari. Hidup adalah perjalanan, yang membawa kita pada takdi tak tentu. Perjalanan tidak selalu mulus dan berliku, kadang kita perlu diam dan berlari kencang.

Tarian ini menceritakan sebuah perjalanan dan refleksi hidup manusia terutama di masa pandemi, melalui perpaduan seorang Maestro Tari Tradisional Bali Ni Ketut Arini berusia 77 tahun dengan I Komang Adi Pranata yang merupakan seorang Koreografer Kontemporer Muda.

Adapun rundown Launching Yayasan We Love With Love Live streaming yaitu:

  • Founder’s vision  oleh Novi Rolastuti sebagai pendiri We Love With Love
  • Talkshow bersama Novi Rolastuti
  • Prosesi launching tarian Lampah Nini

Setelah launching akan digelar lelang produk kerajinan kaus, lukisan dan lainnya, dimana nantinya uang tersebut didonasikan untuk para seniman dan pengrajin Bali yang terkena dampak pandemi.

We Love With Love juga mengadakan giveaway untuk 100 donatur pertama berupa kaos berdesain lukisan maestro Maestro I Dewa Putu Sena dari Ubud Bali. Mari saksikan launching ini hingga akhir, karena akan ada kuis serta hadiah menarik lainnya untuk pemenang kuis.

We Love With Love sangat terbuka bagi Anda yang ingin bergabung menjadi sahabat yayasan ini, mari berdonasi, berbelanja produk Bali, hingga sebarkan informasi ini. Hal tersebut sangat berarti.

Dukungan dari sahabat semua sangat berarti bagi pengrajin dan seniman di Bali, dan kita semua. Mari kita tunjukkan kebersamaan, keeratan dan gotong-royong di masa pandemi ini.

Salam We Love With Love.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
We Love With Love
WA : 081236407730
0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.