Hai guys kali ini aku bakalan kembali review salah satu drama series Thailand yang baru saja selesai aku tonton. Eh kok sekarang aku sering banget ya ngereview drama series Thailand.
Jadi sebenarnya sudah dari lama aku menggemari film atau drama series Thailand cuman ko ya baru kepikiran untuk nulis reviewnya akhir-akhir ini. Padahal drama series dan film yang aku tonton udah banyak banget jumlahnya. Namun dari sebanyak itu nggak akan semuanya aku rekomendasiin kok, hanya yang menurutku bagus aja yang bakal aku tulis di blog ini.
Beberapa bulan lalu aku menonton Project s the series : Skate Our Soul. Kemudian beberapa hari yang lalu aku tertarik melanjutkan Project S The Series yang lain berjudul SPIKE.
Pas aku lihat rekomendasi Youtube aku tentang drama series SPIKE ini, Wahaku terkejut dong. Secara aku suka banget nonton dan ngikutin voli nasional karena suka banget sama tim SURABAYA BHAYANGKARA SAMATOR (meskipun gak pinter maininnya) haha. Ya pasti buat yang suka voli mungkin tertarik lah nonton SPIKE ini. Apalagi yang main ganteng-ganteng banget ya kan. LOL
CAST AND INSTAGRAM ACCOUNT PROJECT S THE SERIES – SPIKE
Oab Oabnithi as Puen ( Open Spiker)
Bank Thiti as Than ( Setter )
Beam Papangkorn as Singha ( Setter )
Punjan Kawin as Win ( Coach )
Saiparn Apinya as Kru Best ( Manager )
Cookkai Pavadee as Jern ( Ahli Gizi dan Bagian Konsumsi)
Baca Juga : [REVIEW] Project S The Series: SKATE OUR SOULS – Seorang Anak Melupakan Depresi Di Atas Papan Skate
PROFIL PROJECT S THE SERIES – SPIKE
YEAR :
GENRE :
EPISODE :
RATING :
TAYANG DI:
BISA DITONTON DI:
SINOPSIS/PLOT/ALUR CERITA PROJECT S THE SERIES – SPIKE
Namun konflik pun mulai terjadi. Kemampuan Puen dan Singha yang menonjol membuat St Sebastian tertarik untuk merekrut mereka dan menjadikan mereka salah satu anggota dari timnya. Namun karena Puen adalah orang yang setia dengan timnya dan menganggapnya sebagai keluarganya dia pun menolak.Sebaliknya Singha malah memutuskan untuk pindah ke tim voli lawan dan menunjukkan ketidak setiaan nya kepada tiga sahabat lainnya.
Hal ini pun menyakiti hati Puen dan membuatnya sangat membenci Singha serta berkeinginan keras untuk mengalahkan St Sebastian di turnamen tahun berikutnya.
Kekosongan posisi Setter atau pengumpan akhirnya diisi oleh Than yang merupakan anak baru di sekolah yang masuk berkat beasiswa. Namun Than sebenarnya mempunyai masalah rumit yaitu hubungannya yang kurang baik dengan ayahnya karena menentangnya bermain dan memilih voli sebagai masa depannya.
Puen juga tidak suka akan Than pada awalnya. Hal ini dikarenakanPuen tahu Than memilih tim voli sekolah Teppanya dikarenakan ditolak oleh St Sebastian. Ini berarti bahwa Than masuk ke timnya sebagai pilihan keduan dan bukanlah pilihan pertama. Hal ini membuat Puen mempunyai kebencian kepada Than sama seperti kepada singha.
Selain itu, Puen juga mempunyai masalah sendiri yang membuatnya trauma dan hampir meninggalkan tim voli sekolahnya.
Permasalahan-permasalahan yang ada harus tetap dilalui oleh mereka untuk mencapai tujuan mereka yaitu kemenangan di turnamen nasional berikutnya.
Bagaimana nasib tim voli sekolah Teppanya selanjutnya? Berhasilkah mereka berdamai dengan keadaan dan membawa pulang tropi kemenangan ke sekolahnya? Mampukah juga mereka mengalahkan musuh bebuyutan mereka yaitu St Sebastian??
Baca Juga : [REVIEW] Project S the Series : SHOOT I LOVE YOU – Thailand Drama
What do you think?
Show comments / Leave a comment