Makin Mudah Menggenggam Mimpi Bersama Suami Berkat Teknologi pada Investasi

peran teknologi pada investasi - sfast sf sekuritas

6 tahun silam….

“Mas, caranya mulai investasi saham gimana?, aku pengen saving uang ke tempat lain selain tabungan konvensional ini”, tanyaku ke Mas B (rekan kerjaku) di sela-sela jam kerja kantor.
“Datang ke kantor sekuritas Rin, daftar terus bikin RDN (Rekening Dana Nasabah) dulu, dapat nomor SID, baru bisa investasi saham, tapi bisanya cuma di jam kerja aja ya”, jawab mas B.
“Loh aku harus ijin keluar kantor dong buat bikin RDN-nya mas? Mana jauh pula kantornya kan dari sini?”, jawabku sedikit kecewa.
“Wah dulu dulu banget lebih butuh effort lagi Rin, kalau mau investasi saham, haha”, kata mas B kembali.

***

Ya, jauh beberapa tahun silam sebelum menikah, aku pernah punya keinginan memulai berinvestasi hingga aku banyak tanya ke senior di kantor (sebut aja mas B) yang emang aku tahu sudah lama berkecimpung dan serius investasi di pasar modal.

Namun niat itu akhirnya aku urungkan karena saat dijelaskan sekilas ternyata menurutku prosesnya cukup ribet dan memakan waktu serta perlu tenaga ekstra untuk keluar rumah atau ijin keluar kantor.

Dan aku melanjutkan hidup dengan tetap menabung di rekening konvensional yang tak jarang membuatku tergoda menggunakan uangnya guna membeli sesuatu yang tak penting. Berharap saldo makin menggunung tapi yang ada malah godaan untuk jajan makin besar.

***

Pasti bukan cuma aku..

Ya, aku yakin di luar sana ada banyak orang yang dulunya menganggap membuka rekening efek dan rekening dana nasabah itu sulit, bertele-tele serta membutuhkan waktu berhari-hari.

Bahkan tak jarang yang mungkin akhirnya mengurungkan niat atau menunda investasi karena alasan tersebut, seperti aku di masa lalu.

Selain karena proses pembuatan RDN yang dulu dianggap ribet, alasan lain yang membuat orang enggan memulai investasi saham dan Reksadana adalah karena belum adanya kesadaran akan manfaat investasi dan ketakutan akan keamanan uang mereka.

Untunglah, sekarang kita hidup di zaman yang semakin maju. Banyak hal bisa didigitalisasi oleh teknologi. Dan berkat teknologi yang kian berinovasi inilah, aku, suamiku dan kita semua saat ini bisa makin mudah saat ingin berinvestasi saham dan Reksadana.

Peran Teknologi untuk Kemudahan Investasi Saham dan Reksadana Saat Ini

Peran Teknologi pada Investasi Saham dan Reksadana

Apa emang hubungannya teknologi dan kemudahan kita berinvestasi saham dan Reksadana saat ini?

Kamu masih bertanya-tanya seperti demikian? Biar aku jelaskan sedikit dari pengalamanku yang akhirnya bisa mudah melakukan investasi karena teknologi ya!

1. Mempermudah Mendapatkan Literasi Keuangan dan Edukasi Terkait Investasi Saham dan Reksadana

Banyak orang lebih memilih menghabiskan uang atau menabung dengan cara lama dan tak terpikir untuk investasi dan dikarenakan minimnya literasi finansial, tak punya perencanaan keuangan untuk masa depan atau terlalu takut untuk investasi karena maraknya berita investasi abal-abal yang bisa merugikan jutaan, puluhan juta hingga ratusan juta rupiah.

Atau juga sepertiku dulu yang pernah berpikir bahwa investasi saham dan Reksadana hanya untuk orang kaya atau sultan aja.

“Aku yang hanya karyawan swasta berpenghasilan standart begini masa bisa sih investasi”, pikirku dulu.

Untungnya saat ini, dengan semakin majunya teknologi, lewat sosial media seperti instagram dan tiktok aja kita tuh bisa loh dapet ilmu seputar keuangan dan investasi dengan penyampaian yang modern dan mudah ditangkap.

Mendapat Literasi Keuangan Kini Bahkan Bisa dari Sosial Media

Sosial media para akun literasi keuangan dan financial planner bisa kita gunakan sebagai media pembelajaran tentang investasi.

Dari aku yang dulunya buta tentang investasi, nggak tau bedanya saham dan reksadana apa, cara kerja dan cara investasinya bagaimana.

Sampai kini aku bisa investasi di kedua instrumen tersebut, salah satu penyebabnya adalah karena mudahnya aku belajar lewat sosial media.

2. Investasi Makin Mudah, Semua Bisa Dilakukan Lewat Aplikasi

Tahukah kamu? Investasi saham dan reksadana saat ini sangatlah dimudahkan dari segi teknisnya. Beda seperti zaman dulu.

Ternyata, jauh sebelum teknologi maju seperti sekarang, orang yang ingin investasi di pasar modal harus mengeluarkan effort yang nggak main-main. Sebagai karyawan, aku ngebayanginnya aja kayaknya udah capek duluan dan terbatas juga waktunya.

Dulu, pembelian saham masih menggunakan papan manual dan kertas untuk bertransaksi. Transaksi juga masih dilakukan di lantai Bursa Efek Indonesia atau BEI (dulu masih bernama BEJ atau Bursa Efek Jakarta).

Hampir setiap hari lantai bursa dipenuhi oleh para investor yang ingin melakukan aktivitas jual beli saham. Saat ingin membeli saham, investor harus menelepon sales atau broker untuk order.

BEI bahkan harus membuat lantai perdagangan bertingkat karena terbatasnya ruang untuk menampung aktivitas perdagangan kala itu.

Terbayang nggak seperti apa lalu lalang manusia di BEI saat itu? Terbayang nggak lelahnya harus keluar rumah, harus izin keluar kantor, harus menghadapi kemacetan jalan, panasnya matahari atau kebasahan karena hujan untuk mencapai Bursa Efek Indonesia?

jual beli saham saat ini - sfast sekuritas

Beda dengan saat ini, nggak ada lagi ceritanya sekarang mau investasi saham harus capek-capek keluar rumah atau cari alasan buat ijin keluar kantor di jam kerja untuk bikin Rekening Dana Nasabah biar bisa investasi.

Sekarang, berkat kemajuan teknologi, kita udah bisa investasi saham dan Reksadana dari genggaman, dari smartphone yang kita pegang setiap saat, yang kita bawa kemana-mana.

Mulai dari pembuatan RDN atau Rekening Dana Nasabah, pembuatan SID (Single Investor Identification), menganalisa saham, top up saldo RDN, memilih emiten saham atau produk Reksadana yang sesuai profil risiko kita, hingga membeli saham dan Reksadana, semua bisa kita lakukan lewat HP loh.

Kita bisa lebih fleksibel menentukan kapan kita akan jual atau beli saham. Kita juga bisa mengawasi pergerakan pasar modal di HP kita setiap saat. Teknologi benar-benar membawa perubahan besar dalam investasi saat ini.

3. Siapa Saja Bisa Mulai Berinvestasi

Ya, berkat teknologi dan adanya aplikasi investasi, semakin banyak pula yang makin melek akan investasi dan artinya juga siapa aja bisa memulai investasi.

Mahasiswa, karyawan kantoran, ibu rumah tangga, satpam, pedagang, driver ojek online, pebisnis, orang tua pun bisa. Nggak ada aturannya investasi hanya boleh untuk orang yang punya jabatan atau berpenghasilan tinggi.

Kita semua punya kesempatan yang sama untuk belajar, memahami dan menabung atau meletakkan aset pada investasi saham dan Reksadana berkat teknologi.

Asalkan punya niat, punya ilmu yang cukup atau keinginan belajar investasi alias (bukan asal ikut-ikutan investasi), punya dana yang disisihkan untuk investasi, dan juga punya smartphone di genggaman, maka kita semua bisa mulai investasi kapan aja dan dimana aja, bahkan sambil rebahan pun bisa.

Berkat Teknologi, Siapa Aja Bisa Investasi!q

Berkat peran kemajuan teknologi yang memudahkan kita untuk investasi yang aku sebut tadi, seharusnya alasan malas keluar rumah, susah ijin keluar kantor di jam kerja untuk pergi ke perusahaan sekuritas, dan alasan nggak paham tentang saham dan reksadana seharusnya bisa gugur ya.

Tinggal niat investasinya aja nih bener-bener bulet atau belum. Kalau udah, pasti udah mau mulai dari sekarang.

Investasi adalah Bentuk Ikhtiar untuk Mewujudkan Mimpi-mimpi

Aku sendiri sudah mulai investasi saham dan Reksadana hampir 3 tahun terakhir ini. Ya, sebelum menikah sama suami.

Aku adalah anak desa yang merantau ke kota dan punya banyak mimpi dalam hidup. Kecil di keluarga dengan ekonomi di bawah rata-rata, dan menyadari kerasnya bertahan hidup di kota besar membuatku lebih menghargai uang yang aku hasilkan dari pekerjaan sebagai karyawan kantoran. Aku ingin mempunyai banyak simpanan uang untuk masa depanku.

Setelah menikah Desember 2021 lalu, pasti sedikit banyak hidupku berubah. Terutama terkait tujuan keuangan.

Sekarang, aku nggak cuma mikirin masa depan diri sendiri, tapi juga masa depanku bersama suami dan masa depan anak kami kelak (doakan semoga segera diberi rezeki ya, temen-temen ^^ )

Awalnya suami juga belum terlalu melek investasi. Belum ada rencana keuangan jangka panjang sebelum kami menikah.

Alhamdulillah setelah aku ajak belajar dan diskusi bareng terkait keuangan dan investasi, dam suami mau menyamakan niat.

Suami juga memberikan kepercayaan untukku mengelola keuangan keluarga karena memang dia tahu banget aku sejak lama bahkan jauh sebelum menikah sama dia udah terbiasa rapi mengatur keuangan pribadi.

Ya, kami sepakat ingin membangun masa depan sama-sama. Menyamakan tujuan untuk keluarga kecil kami dan mengatur strategi untuk mewujudkannya.

Ikhtiar untuk Mewujudkan mimpi dengan investasi - sfast sekuritas

Kami punya banyak tujuan keuangan bersama mulai dari menyiapkan dana darurat, memproteksi keuangan kami dengan asuransi, memiliki rumah sendiri, menyiapkan pendidikan anak hingga kuliah nanti, buka bisnis bareng, menyiapkan dana pensiun, umroh, dan lain sebagainya.

Yap, banyak banget ya mimpinya wkwkwk

Ya gapapa kan mimpi juga gratis. Meski begitu kami sadar kok untuk mencapai semua itu nggak gampang. Tapi kami optimis kami bisa asalkan kami punya niat merealisasikannya.

Apa yang kami lakukan untuk mewujudkan semua mimpi kami tadi?

Strategi Mewujudkan Mimpi Keluarga Kecil Baru Kami - sfast sekuritas

Aku dan suami punya strategi agar bisa lebih dekat dengan tujuan keuangan yang aku sebut tadi, yaitu:

1. Menekan Pengeluaran Bulanan

Hal pertama yang kami lakukan adalah mengatur strategi gimana caranya agar biaya yang kami keluarkan setiap bulannya bisa lebih ditekan.

Alhamdulillah aku terbiasa mencatat atau membuat laporan keuangan pribadi bahkan jauh sebelum aku mengenal suami.

Kebiasaan ini berguna banget saat ini, dari mencatat pemasukan dan pengeluaran rumah tangga, kami jadi bisa mengevaluasi biaya apa yang terlalu tinggi dan biaya apa pula yang masih bisa kita tekan atau kurangi.

Coba deh kalian renungkan, uang kalian dalam satu bulan habis untuk apa aja? Ada nggak biaya-biaya yang seharusnya bisa lebih kecil sehingga keuangan kamu lebih lega dan bisa digunakan untuk menabung atau kebutuhan prioritas lainnya?

Kalau kami?

Tentu ada. Biaya pulsa dan internet, biaya entertain (hiburan, misal biaya nonton ke bioskop, makan di luar, nongkrong dan sebagainya), dan termasuk hemat pemakaian listrik dan memilih produk elektronik yang low watt agar biaya listrik nggak membengkak.

2. Mencari Penghasilan Tambahan (Side Income)

Karena sama-sama karyawan, aku dan suami berpenghasilan utama dari gaji yang mana besar kecilnya gaji ini ditentukan oleh manajemen atau direksi di perusahaan tempat kami kerja.

Seperti temen-temen tahu lah, namanya perusahaan biasanya menaikan gaji kita setahun sekali sesuai peraturan daerah (UMK/UMR) atau sesuai dengan kinerja karyawan apakah layak diberikan kenaikan salary atau enggak.

Intinya, potensi untuk penghasilan naik banget tuh bukan cuma dipengaruhi faktor internal (usaha kita sendiri) tapi juga ada peran eksternal.

Karena itu, kami nggak mau memasrahkan diri kami pada satu sumber penghasilan aja. Apalagi di masa ekonomi Indonesia yang up and down ini.

Kami mulai mencari dan menggali sumber-sumber penghasilan yang kiranya cocok dengan kemampuan kami. Aku sendiri sudah mulai menekuni dunia blogging dan kepenulisan sejak beberapa tahun ke belakang.

Suami pun yang suka fotografi mulai nyemplung ke dunia digital dengan menjual foto yang dia miliki di shutterstock dan website jualan foto lainnya.

Alhamdulillah sih, karena sumber penghasilan lain kami ini bisa membuat keuangan keluarga kecil kami lebih lega dan lebih banyak uang yang bisa kami tabung per bulannya.

3. Investasi

Penghasilan kami dari pekerjaan utama dan pekerjaan sampingan selalu kami pakai untuk bayar tagihan, hutang dan kebutuhan pokok dulu. Setelah semua terdistribusikan maka kami akan lanjut menempatkan uang ke dalam investasi.

Jadi, biasanya aku alokasikan sendiri juga untuk uang cash yang harus ada di rekening konvensional itu berapa. Setelah itu aku diskusi sama suami mau investasi di instrumen apa aja bulan ini.

Alhamdulillah sejak awal menikah di Desember 2021 hingga saat ini, kami belum pernah absen investasi.

Konsistensi memang jadi pegangan kami. Aku sendiri memang tipe investor yang menerapkan strategi DCA (Dollar Cost Averaging) saat investasi.

Artinya, setiap bulan aku selalu top up RDN dan membeli produk investasi tanpa terlalu dalam melihat kenaikan atau penurunan harga saham dan begitu seterusnya setiap bulan.

Alhamdulillah sejak investasi dari awal menikah, beberapa tujuan keuangan kami sudah ada yang tercapai, misalnya mengumpulkan dana darurat yang kami targetkan 6x pengeluaran bulanan.

Aku menempatkan dana darurat di instrumen Reksadana Pasar Uang dan Reksadana Pendapatan Tetap.

Selain itu kami masih terus membeli saham untuk tujuan investasi yang lain yaitu untuk pendidikan anak yang target tercapainya memang masih lama (jangka panjang).

Alasan Memilih Investasi Saham dan Reksadana

Kenapa kami memilih investasi di instrumen saham dan Reksadana? Tentu aja bukan tanpa alasan.

Sejak mengenal investasi kami belajar beberapa hal, salah satunya adalah jika ingin investasi, pastikan kita mengenal produknya, cara kerjanya, keuntungannya dan juga sesuaikan investasi yang dipilih dengan profil risiko kita.

Profil Risiko Investasimu - sfast sekuritas

Awal mula aku investasi, aku masih tergolong dalam profil risikp konservatif. Makanya, di awal dulu aku hanya masih berani menaruh dana ke instrumen Reksadana khususnya Reksadana Pendapatan Tetap dan Reksadana Pasar Uang.

Setelah sekian waktu berlalu dan mental investasiku masih terpupuk, barulah aku berani investasi di Reksadana Saham dan berlanjut ke investasi saham yang lebih high risk.

Karena alasan-alasan tersebut, aku dan suami memilih investasi di 2 instrumen yaitu di Reksadana dan Saham. Mau tahu kenapa kami pilih 2 instrumen ini? Aku jelasin yah.

Apa itu Reksadana dan Alasan Memilih Investasi di Reksadana

Reksadana adalah suatu wadah untuk menghimpun dana dari investor dimana dana ini nantinya akan dikelola dan diinvestasikan oleh Manajer Investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi atau deposito.

Karena itu, ada macam-macam jenis investasi Reksadana diantarana Reksadana Saham, Reksadana Pasar Uang, Reksadana Pendapatan Tetap, dan sebagainya.

Aku investasi di Reksadana apa?

Yap, aku investasi di ketiga jenis Reksadana yang aku sebutkan tadi. Kenapa? Karena tujuan investasiku ada banyak dan beragam, ada yang untuk jangka pendek dan juga jangka panjang. Jadi aku sesuaikan jenis Reksadananya dengan tujuan investasiku dan suami.

Sebelum memulai investasi saham, aku lebih dulu investasi di Reksadana ini loh. Kenapa?

alasan memilih investasi reksadana

Aku merasa Reksadana cocok banget untukku yang masih sangat pemula kala itu. Investasi ini melibatkan profesional yaitu Manajer Investasi yang mengelola dana ke instrumen-instrumen yang dinilai akan memberikan potensi imbal hasil di masa depan. Jadi, aku sangat merasa dipermudah dengan mekanisme ini.

Selain itu, investasi Reksadana juga terjangkau banget. Untukku yang waktu itu masih pemula dan belum punya banyak penghasilan, aku bisa mulai investasi dari nominal Rp100.000. Bayangkan, uang yang biasanya buat beli kopi kekinian, kini bisa dipakai buat investasi loh!

Selain itu, risikonya pun relatif lebih kecil terutama untuk investasi Reksadana Pasar Uang dan Reksadana Pendapatan Tetap. Fix lah buat pemula sepertiku cocok banget!

Alasan Memilih Investasi Saham dan Keuntungannya

Berbeda dengan investasi Reksadana, investasi saham memang terbilang investasi yang lebih tinggi risikonya. Dan aku paham banget itu. Makanya, untuk investasi saham, saat ini aku hanya memilih saham perusahaan-perusahaan yang fundamentalnya bagus dan masuk daftar saham LQ45 dan Big Cap aja.

Apa sih investasi saham?

Alasan Kami Memilih Investasi Saham

Investasi saham artinya kita membeli lembar saham sebagai bukti kepemilikan atas suatu perusahaan. Dengan investasi saham artinya kita jadi seseorang yang memiliki bagian modal suatu perusahaan.

Aku suka banget sama investasi saham ini karena ya emang return nya yang lebih tinggi, meski tak terlepas dari risikonya yang mengikuti ya. Karenanya emang butuh strategi untuk investasi saham ini.

Aku pakai investasi saham ini untuk tujuan investasiku dan suami yang jangka panjang. Misalnya untuk dana pensiun atau dana pendidikan anak hingga kuliah nanti.

Investasi Saham Kini Makin Mudah dengan Aplikasi Investasi SFAST

Investasi Saham Kini Makin Mudah dengan Aplikasi Investasi SFAST

Buat temen-temen yang juga ingin investasi Reksadana dan Saham, sekarang bisa makin mudah lewat aplikasi SFAST. SFAST adalah Surya Fajar Automated System Trading yaitu aplikasi online trading yang dikembangkan oleh SF sekuritas.

Meskipun lekat dengan online trading, tapi jika investasi di aplikasi SFAST kita nggak wajib melakukan trading kok. Misalkan aja kayak aku dan suami yang memang tujuan investasinya untuk jangka panjang (alias tidak berniat jual beli saham secara cepat) maka aplikasi SFAST ini juga tetap bisa digunakan.

Surya Fajar Sekuritas sendiri berkedudukan di Jakarta dan telah resmi berdiri sejak 18 Januari 2018 dengan Akta Pendirian No. 47 (Akta Pendirian SF Sekuritas) dan mendapatkan Izin Usaha sebagai Perusahaan Efek (perantara Pedagang Efek) dari Otoritas Jasa Keuangan pada tanggal 08 Oktober 2018 dengan nomor izin : KEP-64/D.04/2018.

SURYA FAJAR SEKURITAS

Kenapa Investasi via SFAST?

Bukan tanpa alasan jika memilih aplikasi SFAST untuk investasi saham dan atau trading saham, diantaranya adalah karena:

Kenapa Investasi via SFAST

1. Aman

Investasi adalah menempatkan dana yang kita miliki ke tempat yang kita percayai agar asset kita aman bahkan kalau bisa berkembang.

Merasakan lelahnya cari uang dari pagi sampai petang, nggak mungkin dong kita mau investasi di tempat yang nggak aman, bodong dan atau abal-abal. Karena itu, kita harus cermat memilih aplikasi investasi dan saham online.

SFAST dari salah satunya. SF Sekuritas sendiri terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia, serta memiliki izin pialang saham melalui SK OJK No. KEP-64/D.04/2018 dan izin penjamin emisi melalui SK OJK No. KEP-42/D.04/2019.

2. Terpercaya

Udah sewajarnya kita harus mengenal media dan perantara yang kita gunakan untuk investasi. Jangan sampai gampang terpengaruh bujuk rayu atau jaminan untuk investasi dari orang-orang nakal yang nggak bertanggung jawab dan tak jelas asal usulnya.

SF Sekuritas sangat terpercaya karena merupakan bagian dari group usaha PT Surya Fajar Capital Tbk (SF Capital), yaitu perusahaan terbuka yang bergerak di bidang investasi dan konsultasi manajemen dan telah tercatat pada Bursa Efek Indonesia sehingga setiap aktivitas korporasi dari SF Capital maupun anak usahanya dapat dipantau dan wajib mengikuti aturan yang berlaku di pasar modal.

3. Dukungan Berpengalaman

Selain aman dan terpercaya, SF Sekuritas diisi oleh manajemen yang profesional dan tentunya memiliki pengalaman panjang serta history meyakinkan di dunia investasi dan pasar modal.

Dukungan yang kuat ini membuat SF Sekuritas menjadi pemain papan atas dan dibuktikan dengan diperolehnya izin perdagangan marjin dan penjaminan emisi dalam waktu kurang dari 12 bulan sejak SF Sekuritas resmi beroperasi.

4. Fitur Aplikasi yang Lengkap

Ada banyak menu di dalam aplikasi untuk permudah kita investasi saham dan trading saham. Diantaranya adalah menu Order, Order List, Portofolio, Withdraw Cash, Trading List, market, Indices, Running Trade, Watchlist, Chart dan Heatmap.

Lebih lengkap tentang SFAST

Alamat Kantor

Satrio Tower Building Lt. 9 Unit B, Jalan Prof. Dr. Satrio Blok C4/5, Kuningan, DKI Jakarta 12950, Indonesia

Senin – Jumat: 08.30 – 17.30

Nomor Telepon: 021-2788-3989

Email: cs@sfsekuritas.co.id

WhatsApp: 081317755509 dan 081317755508

 

Itu dia sekilas cerita investasiku. Aku merasa beruntung hidup di zaman teknologi serba maju seperti sekarang. Banyak hal bisa aku lakukan dengan lebih leluasa, salah satunya investasi.

Nggak kebayang kalau aku hidup di zaman dimana kalau mau investasi aja harus ribet keluar rumah, ketemu panas atau hujan di perkotaan.

Nggak nyangka bisa menyimpan dana di tempat yang menurutku lebih menguntungkan daripada sekedar menyimpan uang di bank.

Nggak nyangka juga bisa semudah itu mempelajari investasi hanya dari internet dan sosial media, berkat teknologi.

Anggapanku dulu bahwa investasi hanya bisa dilakukan oleh para sultan atau konglomerat pupuslah sudah.

Kini aku dan suami semakin yakin bisa mencapai tujuan kami satu persatu dengan investasi di banyak instrument seperti saham dan Reksadana. Bismillah ya!!

Nggak kata telat untuk investasi. Pikiran “ah aku cuma bisa investasi sedikit-sedikit setiap bulan, mendingan nggak usah deh” itu akan membuat kondisi keuanganmu stay di situ-situ aja. Lebih baik investasi mulai dari sekarang meski nominal kecil, daripada tidak sama sekali. Setidaknya, investasi akan mengubah gaya hidupmu jadi lebih hemat dan menghargai uang yang kamu hasilkan.

Buat temen-temen yang setelah membaca artikel ini juga tergerak untuk mulai berinvestasi, bisa coba di Aplikasi SFAST ya. Kalian bisa download terlebih dulu aplikasinya di sini. Kamu bisa investasi kapan aja dan dimana aja pakai aplikasi ini.

SFAST UNTUK ANDROID
SFAST UNTUK iOS

 

Kalau temen-temen punya cerita investasi atau strategi investasi yang sekarang lagi dilakuin, boleh sharing di kolom komentar ya. Makasih udah baca artikel ini sampai selesai. Semangat INVESTASI!!

 

Referensi:

  • https://www.sfsekuritas.co.id/
  • https://www.sfsekuritas.co.id/cara-pendaftaran
  • https://www.sfsekuritas.co.id/tentang-kami
  • https://www.sfsekuritas.co.id/produk-layanan
  • pengalaman pribadi
  • https://retizen.republika.co.id/posts/29275/investasi-saham-zaman-dulu-vs-sekarang-kini-sudah-mudah-dengan-ipot-ez
  • https://www.instagram.com/sfast.official/
0 Shares:
11 comments
  1. Masyalloh setuju banget mba rin

    Dulu pas single aku ga kepikiran investasi

    Sekarang pas udah ada anak baru sering overthinking ttg masa depan

    Byk bgt yang perlu disiapin ternyata . Bismillah gpp baru mulai investasi daripasa nggak sama sekali

  2. Aku baru investasi saham setahun ini

    Alhamdulillah investasi tuh ternyata secara ga langsung jadi ngerubah mindsetku, skrg lebih irit buat gaya hidup karena kepikiran buat invest terus kalau ada uang

  3. bener juga ya mbak, kebiasaan suka nongkrong, ngopi kekinian, beli yang gak penting emang harus dikurangi

    Kalau dimasukin uangnya ke saham udah untung bgt pasti. Menangis karna telat sadar. 😭😭😭

  4. Makasih mba rini. Artikelnya menginspirasi bgt buat saya yang belum mulai investasi

    Mau coba saya obrolin sama suami deh biar bisa alokasiin duit kesana. Tengkiuuu

  5. Bener juga ya

    Nabung di rekening biasa nggak akan banyak bertumbuh. Bisa tergerus inflasi juga

    Mending ditaruh di instrumen investasi kayak gini

    Kayaknya mau coba reksadana dulu buat nglatih mental. Klo dah siap baru lanjut ke saham aku mbak rin

  6. ya ampun mbak

    dibalik kemudahan invest saham saat ini, ternyata dulunya ribet bgt yaa

    aku juga pgn bgt ini mulai invest ke saham, baru berani ke emas tapi ya segitu-segitu aja

    bismillah mau belajar dlu ah

    makasih mba rin

  7. Wah ternyata investasi saham segamoang itu sekarang stepnya ya

    Tinggal sambil belajar ilmu fundamentalnya ini

    Aku mau coba download sfast juga mba rin

    Mamasih

  8. Selalu informatif artikelnya mba rini, suka sama pemaparannya bisa bikin orang makin aware sama pentingnya investasi

    Nggak ada alasan buat nunda investasi ya mba rin demi masa depan kita sendiri

  9. Infografis buatan mba rini menarik bgt. Jadi tau wah dulu investasi seribet ituuuu yakk

    Ampunn deh.

    Bersyukur idup di era maju teknologi kayak sekarang mbakkk

  10. Kebalikanku mba rin

    Kalau aku sama istri, aku duluan yang tau investasu saham sama reksa

    Makin ke sini istri aku edukasi biar dia paham klo sebagian uang keluarga tuh aku masukan ke invest

    Semangat yuk investasi buat masa depan!!!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

You May Also Like