Macam-macam Dokumen Lamaran Kerja Beserta Urutannya yang Benar

dokumen lamaran kerja

Macam-Macam Dokumen Lamaran Kerja Beserta Urutannya yang Benar – Sudah melamar ke banyak perusahaan tapi masih belum dipanggil juga? Mungkin ada yang salah dalam pengumpulan dokumen lamaran kerja. Baik itu masih kurang lengkap atau urutannya yang mempersulit HRD untuk langsung melihat berkas milikmu dengan cepat.

Ingat bahwa HRD biasanya akan melakukan screening pada ratusan surat lamaran kerja

yang masuk hanya dalam waktu singkat. Apalagi jika melamar di perusahaan besar yang bisa aja ada ribuan pelamar.

Dokumen Lamaran Kerja dan Urutannya

Beberapa perusahaan bahkan telah menggunakan software khusus untuk melakukan screening yang sesuai dengan kriteria umum. Langkah ini mereka lakukan untuk mempersingkat proses rekrutmen. Jadi berkas lamaran kerja via email yang kamu kirim tidak terbaca datanya, padahal mungkin kamu memiliki potensi yang unggul.

Jangan sampai pada tahapan seleksi awal tidak lolos karena keteledoran dalam mengirimkan dokumen lamaran kerja yang tidak urut. Berkas yang dikirim secara urut akan terbaca dengan mudah dan langsung tahu apakah kamu sesuai dengan kriteria lowongan.

Berikut ini urutan yang bisa kamu ikuti ketika mengirimkan berkas-berkas lamaran.

Curriculum Vitae (CV)

Urutan berkas lamaran kerja yang pertama bukan surat lamaran yang dicantumkan melainkan CV atau daftar riwayat hidup. Mengapa? Karena melalui CV, HRD akan langsung tahu biodata lengkap serta riwayat pendidikan dan pengalaman kamu. Mereka tidak ingin repot untuk terlalu lama membaca surat lamaran dan mengecek kelengkapan dokumen lamaran kerja yang kamu kirim.

Artikel Terkait:  Lengkap! Ini Dia Job Desk dan Tanggung Jawab Staff Accounting

Karena dilihat pertama kali maka sebaiknya buat CV kamu semenarik mungkin. Jangan terlalu bertele-tele dalam menyampaikan. Pergunakanlah poin untuk menyampaikan informasi supaya mudah dibaca. Jika melamar untuk pekerjaan seperti desainer, tentu tampilan CV harus menarik. Kamu bisa mencari dan melihat banyak referensi contoh CV lamaran kerja di google ya. Moga someday bisa aku share juga di blog ini ya gaes.

Surat Lamaran

Berkas yang ada di urutan kedua barulah surat lamaran. Jangan lupa mencantumkan surat lamaran walaupun segala informasi tentangmu telah dicantumkan di awal. Mengapa surat lamaran itu penting? Karena di dalamnya tertulis posisi pekerjaan apa yang dilamar dan menjelaskan dokumen lamaran kerja apa saja yang dilampirkan.

Ada banyak contoh berkas lamaran kerja yang bisa kamu dapatkan secara online. Hal yang perlu diperhatikan ketika menulis surat lamaran adalah penggunaan bahasa yang baku. Sampaikan info singkat mengenai data diri dan posisi yang dilamar. Surat ini sebagai bukti resmi bahwa kamu tertarik dengan pekerjaan tersebut.

Portofolio

Pada beberapa jenis pekerjaan, portofolio dibutuhkan. Apalagi jika di lowongan disebutkan bahwa harus mencantumkan portofolio. Biasanya portofolio dibutuhkan untuk pekerjaan seperti jurnalis, fotografer, illustrator, desainer, dll. Portofolio berada di urutan dokumen lamaran kerja via email nomor tiga.

Berikan hasil karya terbaikmu dalam portofolio supaya mampu bersaing dengan pelamar lainnya. Namun jika sebelumnya tak ada pengalaman karena kamu fresh graduate bukan masalah. Kamu tetap bisa melamar tanpa mencantumkan portofolio.

Artikel Terkait:  Tentang Lembur dan Perhitungan Upah Lembur yang Benar Sesuai Peraturan

Paklaring

Dokumen lamaran kerja yang selanjutnya adalah paklaring atau surat keterangan kerja dari perusahaan yang sebelumnya. Melalui surat ini perusahaan terdahulu akan memberikan nilai kinerja kamu. Untuk bisa mendapatkan paklaring kamu bisa memintanya kepada atasan sebelum resign.

Apa pentingnya paklaring? Surat ini akan menunjukan bagaimana kompetensi kamu ketika bekerja. Bagi perusahaan yang saat ini kamu lamar akan menjadi surat ini sebagai referensi tersendiri.

Ijazah

Barulah untuk dokumen selanjutnya kamu bisa menyertakan ijazah lengkap dengan transkrip nilai. Ijazah ini akan menjadi bukti penting bahwa kamu telah menyelesaikan pendidikan. Apalagi jika ada syarat pendidikan tertentu untuk melamar kerja. Ijazah yang dikirim via email bisa di scan terlebih dahulu.

Apabila kamu mengirimnya via pos ijazah dan transkrip bisa difotokopi dan tambahkan legalisir jika diperlukan.

SKCK

Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) biasanya juga akan diminta oleh perusahaan. SKCK berada di urutan berkas lamaran kerja ke enam yang perlu diperhatikan. Pentingnya SKCK ini untuk mengetahui bahwa tak ada catatan kriminal oleh pelamar. Kamu bisa membuatnya dengan datang ke polsek terdekat sesuai KTP tempat tinggal.

Di sana kamu akan mengisi berkas-berkas kemudian mendapat surat pengantar ke polres. Jangan lupa untuk melengkapi dokumen pembuatannya seperti fotokopi KTP, KK, akte kelahiran, dan juga foto.

KTP dan SIM

Pada urutan ketujuh bisa menyertakan KTP dan juga SIM yang membuktikan bahwa kamu adalah warga negara Indonesia. Bagi yang sedang melakukan persiapan lamaran kerja, jangan lupakan dua dokumen ini ya.

Artikel Terkait:  Jenis-Jenis Lowongan Pekerjaan Untuk Semua Jurusan

Beberapa lowongan ada yang membutuhkan SIM dan juga tidak. Jika diperlukan maka fotokopi atau scan KTP dan SIM menjadi satu lembar berkas supaya tidak kesulitan untuk dicari. Pastikan SIM yang kamu lampirkan belum melewati masa berlakunya.

Jika difotokopi pastikan hasilnya jelas tidak buram, apalagi informasi yang tertulis pada KTP dan juga SIM. Hindari untuk memperkecil tetapi fotokopi sesuai dengan ukuran aslinya.

Berkas Pendukung

Pada urutan terakhir kamu bisa menambahkan berkas-berkas pendukung yang menunjukkan keterampilan pelamar. Berkas pendukung ini bisa berupa sertifikat organisasi, workshop atau seminar, sertifikat kursus, atau magang. Pastikan juga berkas pendukung ini memiliki relevansi dengan posisi yang dilamar.

Misalkan aja kaya aku dulu pas daftar lowongan kerja sebagai staff accounting, maka tentu buat bekal aku mengikuti kursus yang masih nyambung sama akuntansi yaitu kursus brevet pajak.

Setelah semua berkas lengkap dan urut jika dikirim melalui pos maka siapkan amplop lamaran kerja yang benar. Pilih ukuran yang sesuai besar kertas dokumen serta tuliskan posisi yang dilamar, alamat dan nomor telepon pelamar serta alamat perusahaan yang dituju.

Jika kamu melamar melalui email maka tak perlu menggunakan amplop. Sebaiknya semua dokumen lamaran kerja dijadikan satu dalam file “dokumen lamaran kerja PDF” supaya HRD tidak perlu banyak mengunduh file. Pastikan ukuran file kecil sehingga tidak menyulitkan HRD. Sebelum mengirim berkas lamaran kerja email, pastikan kamu membuat kata pengantar di dalam email dengan bahasa baku dan juga sopan. Selamat mencoba.

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.