Stimulasi adalah Hal Penting dalam Kecerdasan dan Tumbuh Kembang. Ini Penjelasannya!

stimulasi adalah

Stimulasi adalah istilah yang biasa kita dengar dan berkaitan dengan tumbuh kembang anak. Para ibu atau mommy tentu tak asing dengan istilah ini bukan? Yap, Mendengar kata stimulasi, pastilah erat kaitannya dengan istilah kecerdasan sampai tumbuh kembang. Kedua hal ini merupakan peristiwa berbeda yang hampir tidak bisa dipisahkan dan kerap disalah artikan. Keduanya memiliki peranan penting untuk mencapai potensi optimal biologis seseoran dan penting diperhatikan demi masa depan anak itu sendiri.

Terutama bagi anak-anak di usia keemasannya. Faktor yang mempengaruhinya sangatlah beragam, termasuk faktor genetik, sosial hingga perilaku. Prosesnya pun cenderung memberikan hasil akhir yang berbeda-beda pada setiap anak. Sebagai orangtua yang bijak, sudah selayaknya kita paham mengenai hal tersebut.

Stimulasi adalah Peristiwa Penting dalam Kehidupan Anak

Stimulasi adalah

Stimulasi adalah sebuah rangsangan terkait tumbuh kembang anak. Pemberian stimulasi kerap dilakukan sejak bayi baru lahir atau bahkan sejak bayi masih di dalam kandungan. Kegiatan ini dilakukan setiap hari demi mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Caranya adalah dengan memberikan rangsangan di semua sistem indera.

Seperti halnya indera penglihatan, peraba, pendengaran, penciuman, serta indera pengecapan. Rangsangan juga harus dilakukan untuk gerak kasar dan gerak halus pada kaki, tangan serta bagian jari. Selain itu, masih ada banyak jenis rangsangan yang dapat mengoptimalkan tumbuh kembang.

Stimulasi merupakan hal yang penting, di mana ini bisa dilihat berdasarkan hasil penelitian. Terlihat jika anak yang kurang mendapat kasih sayang dan juga stimulasi bisa mengalami gangguan. Ada hambatan dalam tumbuh kembang hingga kesulitan anak dalam belajar atau melakukan interaksi dengan lingkungan sekitar.

Stimulasi dapat memberikan pengaruh yang begitu besar terkait perkembangan otak anak yang akan menjadi dasar kehidupan di masa nanti. Pemberian stimulasi terbaik adalah semakin dini usia anak, sehingga tumbuh kembangnya juga makin optimal.

Tetapi berdasarkan penelitian, jaringan otak anak yang diberikan stimulasi dapat berkembang hingga 80% di usia 3 tahun. Lain halnya bila anak tidak diberikan stimulasi atau rangsangan. Hal ini akan membuat jaringan otak menjadi semakin mengecil dan menurunkan fungsi otak. Sehingga dampaknya tumbuh kembang anak terhambat dan tidak optimal.

4 Aspek Stimulasi Perkembangan

Terdapat 4 aspek stimulasi yang penting pengaruhnya dalam perkembangan tubuh anak, di antaranya seperti berikut.

1. Motorik Kasar

Motorik kasar atau gerak kasar merupakan salah satu aspek yang erat kaitannya dengan kemampuan anak dalam melakukan banyak hal. Misalnya saja untuk pergerakan, sikap tubuh, serta melibatkan otot untuk aktivitas duduk, berdiri, dan masih banyak lainnya.

2. Motorik Halus

Motorik halus atau gerak halus merupakan salah satu aspek yang penting untuk dilakukan stimulasi. Kegiatan ini memberikan stimulasi untuk meningkatkan kemampuan anak dalam melakukan gerakan koordinasi otot-otot kecil. Contohnya saja seperti kegiatan mengamati, menulis, membaca dan lain sebagainya.

3. Bicara dan Bahasa

Aspek penting lain yang harus diperhatikan dalam pemberian stimulasi adalah bicara dan bahasa. Kemampuan ini berhubungan dengan pemberian respon ketika mendengar suara, kegiatan berbicara, komunikasi, mengikuti aturan dan lain sebagainya.

4. Sosialisasi dan Kemandirian

Setiap anak diharuskan pula untuk memiliki kemampuan di bidang aspek kemandirian. Contohnya saja kemampuan anak makan sendiri, membereskan mainannya setelah dipakai, sosialisasi dengan orang lain, interaksi anak di lingkungan dan sebagainya.

Prinsip Dasar Stimulasi Tumbuh Kembang Anak

Prinsip Dasar Stimulasi Tumbuh Kembang Anak

Membicarakan mengenai stimulasi tumbuh kembang anak, ada beberapa poin penting yang selayaknya dipahami oleh para orang tua. Selain itu, para pendidik dan juga pengasuh anak juga diharapkan untuk memahami dasar informasi tersebut.

  1. Pemberian stimulasi yang tepat berdasarkan pedoman atau acuan tenaga kesehatan yang memahami tumbuh kembang anak.
  2. Stimulasi pada anak haruslah didasari dengan rasa cinta dan juga kasih sayang tinggi dalam perlakuannya.
  3. Ketahuilah bahwa usia anak-anak cenderung meniru tingkah laku orang terdekat atau orang dewasa di sekitarnya. Itulah sebabnya, orang yang berada di sekitar anak haruslah menunjukkan perilaku yang baik dan layak dijadikan contoh.
  4. Memberikan stimulasi yang sesuai dengan kelompok usia anak.
  5. Pahamilah bahwa dunia anak dasarnya adalah dunia bermain dan bersenang-senang. Maka dari itu, kita perlu memberikan stimulasi dengan cara yang menyenangkan seperti mengajak bermain, menyanyikan lagu, menggambar dan kegiatan seru lain. Pastikan kegiatan tersebut tanpa adanya paksaan dan tanpa hukuman.
  6. Berikan stimulasi secara bertahap dan terus-menerus, serta berkelanjutan menyesuaikan usia anak.
  7. Kegiatan stimulasi dapat memanfaatkan berbagai alat bantu atau peralatan permainan yang sederhana dan aman.
  8. Berikan kesempatan yang sama bagi anak perempuan maupun laki-laki saat menstimulasitumbuh kembang anak.

Bisa disimpulkan, bahwa stimulasi adalah sebuah kegiatan atau peristiwa untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Sehingga nantinya tercapai kondisi kehidupan anak yang baik dan berkualitas di masa depannya.

Dengan mengetahui informasi seputar stimulasi anak tersebut, diharapkan menambah pengetahuan para orangtua, pengasuh atau pun pembimbing anak. Sehingga kita tahu mana yang terbaik untuk tumbuh kembang dan kecerdasan anak. Morinaga Platinum bisa menjadi langkah tepat para orangtua untuk mengoptimalkan kecerdasan dan tumbuh kembangnya.

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.