Mengenali Jenis Kerontokan Rambut, Dari yang Ringan hingga Paling Parah

Bagi hampir semua orang, rambut adalah mahkota yang menunjang rasa percaya diri dalam berpenampilan. Oleh karena itu, mendapati helai demi helai rambut berjatuhan di lantai atau tertinggal di sisir seringkali memicu kekhawatiran. Namun, tahukah Anda bahwa tidak semua jenis kerontokan rambut itu sama?

Jumlah rambut normal adalah kurang lebih 100.000 helai, dan akan lepas atau rontok sekitar 50-100 helai setiap harinya. Hal ini merupakan kondisi normal, sebab rambut yang rontok akan tergantikan dengan rambut baru. Namun jika jumlah rambut rontok setiap harinya sudah berlebihan, maka itu akan mengakibatkan penipisan rambut atau kebotakan.

4 Jenis Kerontokan Rambut yang Perlu Anda Ketahui

Mengenali jenis-jenis kerontokan rambut sejak dini sangatlah penting dilakukan, agar dapat mengambil tindakan sebelum kerusakan menjadi permanen. Inilah empat macam kerontokan rambut yang paling sering terjadi beserta karakteristiknya.

1. Kerontokan Rambut Akibat Gaya Hidup

Ini adalah jenis kerontokan rambut yang paling umum dan sifatnya paling ringan. Bahkan gejalanya juga terasa hanya sementara. Rambut memerlukan nutrisi yang lengkap setiap harinya untuk tetap tumbuh dan kuat, seperti protein, zat besi, zinc, dan vitamin, terutama biotin dan vitamin D.

Apabila Anda menjalani diet ekstrem atau sering mengonsumsi makanan cepat saji yang minim nutrisi, akar rambut akan kekurangan zat pembentuknya. Akibatnya, helai rambut menjadi rapuh, mudah patah, dan rontok sebelum waktunya. Jenis kerontokan ini dapat diatasi secara mandiri dengan menjalankan gaya hidup sehat.

2. Kerontokan Musiman atau Pasca-Stres (Telogen Effluvium)

Pernahkah Anda mengalami kerontokan rambut yang lebih parah daripada hari biasanya? Anda perlu mengingat lagi apakah sebelumnya baru saja sembuh dari sakit parah, setelah melahirkan, atau baru saja mengalami kejadian yang membuat stres. Jenis kerontokan rambut ini dikenal secara medis dengan istilah Telogen Effluvium.

Secara alami, siklus pertumbuhan rambut dibagi menjadi fase tumbuh (anagen) dan fase istirahat atau gugur (telogen). Saat tubuh mengalami syok fisik atau emosional yang hebat, tubuh akan memaksa sebagian besar rambut yang sedang tumbuh untuk langsung melompat ke fase istirahat secara bersamaan. Maka terjadilah kerontokan yang parah.

Meskipun terlihat mengkhawatirkan karena jumlah rambut berkurang drastis secara merata, kondisi ini umumnya bersifat sementara. Rambut baru akan kembali tumbuh dalam waktu 6-9 bulan setelah pemicu stres teratasi. Sebagai upaya pencegahan, penting untuk mengelola stres dengan baik.

3. Kerontokan Berpola Bulat atau Bercak (Alopecia Areata)

Berbeda dengan dua penyebab sebelumnya yang sifatnya menyeluruh dan merata, jenis kerontokan rambut yang satu ini jauh lebih spesifik dan terlokalisasi. Rambut di area tertentu bisa tiba-tiba rontok hingga membentuk satu atau beberapa pola bulatan halus. Kebotakan berpola pada kulit kepala ini disebut dengan istilah Alopecia Areata.

Alopecia Areata merupakan penyakit autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh salah sasaran menyerang folikel rambut sendiri. Akhirnya proses pertumbuhan rambut terhenti secara mendadak. Penyakit inilah yang kemudian menjadi penyebab rambut pitak. Kondisi ini bisa terjadi secara bertahap atau tiba-tiba.

4. Kerontokan Akibat Faktor Genetik atau Hormon (Androgenetic Alopecia)

Faktor genetik atau hormon adalah penyebab utama kebotakan jangka panjang yang paling sering dialami pria maupun wanita. Pada pria, kondisi ini disebut Male Pattern Baldness yang ditandai dengan mundurnya garis rambut di dahi, membentuk huruf “M”, atau penipisan di area ubun-ubun.

Sementara pada wanita (Female Pattern Baldness), biasanya terlihat gejala berupa penipisan rambut yang melebar di sepanjang garis belahan rambut tengah tanpa membuat dahi mundur. Jenis kerontokan rambut ini dipicu faktor genetik atau keturunan dan sensitivitas folikel rambut terhadap hormon Dihidrotestosteron (DHT).

Hormon Dihidrotestosteron menyebabkan folikel rambut menyusut dari waktu ke waktu. Helai rambut yang tumbuh menjadi semakin pendek, tipis, dan hingga akhirnya tidak tumbuh sama sekali. Karena sifatnya yang progresif, jenis kebotakan ini perlu penanganan sedini mungkin untuk menentukan apakah kebotakan bisa dihambat atau tidak.

Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?

Kehilangan sekitar 50-100 helai rambut per hari sebenarnya masih masuk dalam kategori normal sebagai bagian dari siklus regenerasi alami tubuh. Namun, Anda harus mulai waspada dan memberi perhatian lebih jika mengalami tanda-tanda berikut ini:

Mengalami kerontokan rambut tentu bisa menimbulkan rasa cemas. Namun kuncinya adalah jangan panik, tetapi jangan juga mengabaikan. Banyak orang terjebak membeli berbagai produk perawatan rambut di pasaran secara acak, tanpa mengetahui akar masalah yang sebenarnya. Penanganan yang salah pada jenis kerontokan rambut bisa memperparah keadaan.

Apabila kondisi rambut pitak tidak kunjung membaik atau area botaknya justru meluas, sebaiknya jangan hanya mengandalkan informasi umum dari internet. Diagnosis yang tepat dari tenaga profesional adalah langkah krusial untuk menyelamatkan folikel rambut Anda yang masih aktif.

Jika Anda membutuhkan penanganan serius, terstruktur, dan berbasis medis, berkonsultasi dengan klinik spesialis restorasi rambut adalah pilihan terbaik. Farmanina Aesthetic & Hair Clinic — yang dikenal sebagai klinik promotor yang membawa teknologi Hair Transplant metode DHI bersertifikat resmi ke Indonesia dari London — siap membantu.

Untuk mengatasi berbagai jenis kerontokan rambut, Farmanina menawarkan DHI (Direct Hair Implantation), yaitu teknik transplantasi rambut modern yang menggunakan pena implanter khusus untuk menanamkan folikel rambut secara langsung ke area yang mengalami kebotakan tanpa memerlukan sayatan.

Metode ini menjadikan proses implantasi lebih efisien, meminimalkan trauma, serta lebih nyaman bagi pasien. Penggunaan pena implanter memungkinkan dokter menanamkan folikel dengan tingkat presisi tinggi, sehingga menghasilkan tampilan akhir yang terlihat alami, proporsional, dan lebih lebat.

Penerapan standar internasional juga membantu menjaga kualitas folikel tetap optimal selama proses transplantasi, yang menghasilkan tingkat keberhasilan pertumbuhan hingga 97%. Sistem hitung biaya layanan dilakukan detail dan transparan, berdasarkan jumlah helai rambut sesuai kondisi kepala pasien, bukan satu paket harga.

Farmanina Care juga hadir sebagai program perbaikan atau tanam ulang untuk pasien yang gagal transplant rambut di klinik lain. Anda juga bisa menikmati beragam treatment terbaik lain di Farmanina, antara lain:

Menunda untuk mengatasi jenis kerontokan rambut hanya akan membuat kondisi semakin memburuk. Kepercayaan diri dan kualitas penampilan Anda akan dipertaruhkan. Maka dari itu, segera temukan solusi rambut rontok dan kebotakan di Farmanina Clinic.

Referensi:

https://www.dove.com/id/stories/tips-and-how-to/hair-care-tips-advice/4-jenis-kerontokan-rambut-yang-harus-kamu-tahu.html

https://mandayahospitalgroup.com/id/rambut-rontok/

 

Exit mobile version