Mengenal Diabetes Type 2, Faktor Risiko, Penyebab dan Penanganannya

Diabetes type 2

Mengenal Diabetes Type 2 – Mungkin semua orang tahu penyakit diabetes, tapi kamu tahu nggak sih ada diabetes type 2? Kalau belum, yuk kita belajar bareng-bareng dan gali informasi tentang apa itu diabetes type 2, faktor risiko, penyebab hingga cara penanganannya.

Diabetes merupakan salah satu penyakit berbahaya dan beresiko yang harus dihindari atau segera diobati jika kamu didiagnosis terkena penyakit ini. Diabetes sendiri merupakan gangguan metabolisme yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah. Penyakit ini memiliki dua jenis yaitu diabetes type 1 dan diabetes type 2.

Apa sih yang Dimaksud dengan Diabetes Type 2?

Diabetes type 2 seringkali disebut sebagai penyakit gula darah tinggi atau diabetes melitus, di mana kerja insulin menjadi terganggu atau tubuh tidak dapat memproduksi insulin yang cukup. Padahal tubuh sangat memerlukan insulin yang cukup untuk mengontrol kadar gula atau glukosa.

Jika penyakit ini dibiarkan tanpa pengobatan, diabetes type 2 bisa menimbulkan komplikasi yang cukup parah.

Beberapa komplikasi akibat penyakit diabetes ini yaitu seperti makroangiopati atau gangguan pembuluh darah besar (pembuluh darah jantung, pembuluh darah otak), sistem persarafan terganggu, adanya gangguan pada pembuluh darah kecil, disfungsi ereksi serta gangguan pada otot jantung.

Selain itu, penderita diabetes tipe 2 juga memiliki risiko terkena infeksi dengan mudah.

Diabetes melitus tipe 2 juga seringkali dianggap sebagai diabetes mellitus yang tidak bergantung dengan insulin. Diabetes ini menjadi penyakit jangka panjang yang dapat terjadi saat tubuh menggunakan insulin secara tidak efektif.

Penderita penyakit diabetes tipe 2 mempunyai kadar gula darah atau glukosa dalam tubuh yang tinggi diatas normal tidak bisa menggunakan insulin tubuh secara efektif atau tubuh kekurangan insulin yang relatif dibandingkan kadar glukosa darah.

Ibuku, Didiagnosa Dokter Menjadi Penderita Diabetes Sejak Setahun Lalu

ibuku dan diabetesnya - diabetes type 2

Bak petir di siang bolong, setahun lalu, saat aku dan kakak pulang kampung dari perantauan masing-masing yaitu Surabaya dan Jakarta. Karena mikir mumpung pulang ke desa, kita berdua pengen cek kesehatan ibu.

Jujur, selama merantau kami selalu khawatir sama ibu. Bukan karena apa, ibu dan bapak hanya tinggal berdua sama Bapak. Sedangkan ibu harus merawat bapak yang sakit stroke. Kami takut aja ibu kecapean dan kurang istirahat sampe akhirnya bikin kondisi badannya nggak fit.

Jadi, niat ngajak ibu kontrol kesehatan ke dokter ya cuman biar jaga-jaga aja di usia senja ibu, apa yang harus kami  lakukan sebagai anak. Misalnya aja kasih makanan A B C atau melarang ibu makan makanan tertentu.

Ibu kami cek-an kesehatannya secara lengkap terutama kami concern ke kolesterol dan tekanan darah ibu karena dulu ada riwayat darah rendah. Namun alhamdulillah tekanan darah ibu normal.

Namun aku dikejutkan dengan pernyataan dokter yang menyatakan ibu kami kadar gula dalah darahnya tinggi alias mengidap diabetes. Jujur kami berdua kaget kok bisa diabet?

Setahu kami, dari dulu jaman aku masih sekolah sampai sekarang, ibu termasuk orang yang paling hati-hati dalam mengkonsumsi sesuatu. Bahkan dari kami semua anggota keluarga di rumah. Minum es teh aja tuh nggak pernah loh.

Meski kaget, kami memilih untuk legowo dan mensupport ibu no matter what. Saran dokter, ibu lebih baik berhenti makan nasi putih dan digantikan dengan nasi merah. Info dokter lagi, gula dalam nasi putih itu termasuk tinggi. Dan tentu ibu setiap hari 3x makan nasi putih ini.

Ibu dianjurkan rutin puasa atau berhenti makan nasi putih selama 3-6 bulan. Setelah 3 bulan, ibu harus kontrol kembali. Jika saat kontrol selanjutnya kadar gula darah ibu masih tinggi maka terpaksa ibu harus suntik insulin.

Naudzubillah, astaghfirulloh. Mendengarnya aja aku langsung meneteskan air mata. Nggak tega kalau sampai ibu harus suntik insulin terus di masa hidupnya.

Keinget banget beberapa orang kantor di tempat kerja lamaku ada yang penderita diabetes type 2 dan harus suntik insulin tiap hari. Aku nggak mau dan nggak pengen ibu kayak gitu, aku nggak pengen ibu mengidap penyakit diabetes type 2.

Alhamdulillah nya, ibu mau patuh nasihat dan saran dokter tanpa mengeluh sedikitpun meski tahu nasi merah itu ya kurang nikmat buat dimakan.

Faktor Risiko dan Penyebab Diabetes Tipe 2

Untuk menghindari penyakit berbahaya yang satu ini, kita harus mengetahui faktor risiko dan penyebab diabetes melitus tipe 2. Adapun beberapa faktor risiko diabetes type 2 yang perlu kamu hindari, di antaranya yaitu:

  • Pendistribusian lemak di badan yang tinggi
  • Memiliki berat badan berlebih atau obesitas
  • Jarang beraktivitas dan berolahraga
  • Gaya hidup kurang sehat
  • Ras kulit hitam, pribumi Amerika, Hispanik, dan Asia Amerika mempunyai penderita diabetes yang lebih tinggi dibandingkan ras kulit putih
  • Sudah berumur diatas 45 tahun, meskipun begitu tak  kemungkinan jika anak muda terkena diabetes
  • Kondisi prediabetes dimana kadar gula lebih tinggi dari normal namun tidak masuk klasifikasi sebagai diabetes
  • Terkena diabetes pada saat hamil
  • Terkena sindrom ovarium polikistik pada wanita yang ditandai dengan datang bulan secara tidak teratur, obesitas dan pertumbuhan rambut berlebihan.

Adapun penyebab diabetes tipe 2 yaitu organ pankreas yang berfungsi memproduksi hormon insulin tidak mencukupi. Padahal insulin memiliki peran untuk mengendalikan kadar gula dalam darah dan memindahkan glukosa darah ke sel tubuh untuk diubah menjadi energi. Sehingga yang terjadi pada penderita diabetes tipe2 yaitu tubuh tidak bisa mengontrol kadar gula darah dalam batas normal.

Penderita yang mengalami obesitas memiliki risiko tinggi terkena resistensi insulin, di mana tubuh memproduksi insulin yang cukup tetapi sel tubuh tidak dapat mengolahnya sebagaimana mestinya.

Hal tersebut disebabkan banyaknya kadar lemak dalam tubuh sehingga tubuh kesulitan memanfaatkan insulin dengan baik. Penyakit diabetes tipe 2 juga bisa terjadi karena riwayat atau keturunan keluarga yang mengidap penyakit sama.

Gejala Diabetes Tipe 2

Penyakit diabetes harus segera diketahui dan diobati, jangan sampai dibiarkan hingga komplikasi yang lebih parah. Adapun berikut ini merupakan beberapa gejala diabetes tipe 2 yang perlu kamu ketahui, di antaranya yaitu:

  • Sering merasa haus dan lapar
  • Berat badan menurun
  • Terdapat luka yang sulit disembuhkan
  • Kulit terasa gatal
  • Mudah terkena infeksi
  • Pandangan menjadi kabur / berdampak pada kesehatan mata
  • Sering kelelahan
  • Mati rasa pada tangan dan kaki
  • Kesemutan
  • Pada wanita sering gatal di kemaluan
  • Pada pria gangguan ereksi

Kampanye “Bersama Diabetasol, Sayangi Dia” Membuatku Makin Tersadar untuk Menjaga Kesehatan Diri Sendiri dan Juga Keluarga yang Mempunyai Riwayat Keturunan Penderita Diabetes

World Diabetes Day Bersama Diabetasol

Alhamdulillah, bersama beberapa waktu lalu punya kesempatan buat ikut dan nyimak live Diabetasol dalam rangka World Diabetes Day 2020 dengan tajuk “Bersama Diabetasol, Sayangi Dia”. Sebagai anak dari penderita diabetes atau yang biasanya dinamakan diabetesi, tentu aku sangat antusias mengikuti acara ini.

Banyak banget ilmu dan informasi seputar diabetes yang bisa berguna buatku dan keluargaku terutama, juga tentunya aku share ini dalam artikel dan semoga banyak yang juga yang baca dan makin aware juga tentang diabetes ya.

Bersama Diabetasol Sayangi Dia

Dari apa yang aku dapat di live zoom bersama Diabetasol ini, dijelaskan bahwa Diabetes merupakan salah satu penyakit berbahaya yang harus dihindari dan cepat diatasi jika terdiagnosa penyakit ini. 14 November menjadi tanggal memperingati hari diabetes sedunia atau World diabetes Day sekaligus menjadi tanda atau peringatan bahwa diabetes masih menjadi ancaman dunia.

Menurut data International Diabetes Federation, hingga 14 Mei 2020 sebanyak 463 juta orang dewasa di dunia terkena penyakit diabetes dengan prevalensi global hingga 9,3%. Pada tahun 2020, 75% penderita diabetes berusia 20 hingga 64 tahun. Sehingga dapat disimpulkan bahwa diabetes bisa menyerang siapa saja, bukan hanya orang tua tetapi juga anak muda.

Kondisi diabetes makin beresiko tinggi di masa covid 19 ini, sehingga kita harus menjaga gula darah dengan tepat. Diabetasol menjadi pilihan tepat untuk mendukung diabetesi hidup lebih sehat dan memberi nutrisi diabetesi untuk menjaga gula darah.

Diabetasol sendiri diproduksi oleh Kalbe Nutritionals yang merupakan anak perusahaan dari PT Kalbe Farma Tbk berkomitmen untuk melakukan edukasi diabetes kepada masyarakat luas serta mendukung para penderita diabetes.

Bapak Tunghadi Indra yang merupakan Director of Special Needs and Healthy Lifestyle Nutrition Kalbe Nutritionals mengatakan jika prevalensi diabetes di dunia dan Indonesia meningkat.

Para penderita diabetes juga memerlukan perhatian khusus dari semua kalangan, meskipun diabetes tidak bisa disembuhkan dengan cepat namun manajemennya harus diperhatikan, support system di sekitar diabetes juga sangat dibutuhkan.

Berdasarkan data international diabetes federation atau IDF, 90% dari penderita diabetes merupakan pasien diabetes type 2 atau diabetes melitus.

Meningkatnya jumlah diabetes type 2 ini difaktori oleh sosio-ekonomi, lingkungan, demografis, hingga genetik. Adapun faktor utama lainnya yaitu kurang aktivitas fisik di tengah masyarakat Urban serta kelebihan berat badan.

Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, SpPD, KEMD FACE yang merupakan Executive Committee Member IDF Western Pacific Region (2009-2011 & 2012-2015) mengatakan Jika jumlah diabetes yang tinggi membutuhkan perhatian semua orang sebagai pengendalian diabetes.

Keluarga memiliki peran penting untuk mendukung upaya kesehatan diabetesi, mulai dari perencanaan makan, perencanaan olahraga, edukasi serta pengaturan obat. Berdasarkan penelitian, dukungan keluarga yang positif membuat kontrol gula darah lebih baik.

Adapun Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, spPD-KEMD, yang merupakan ketua umum perkumpulan endokrinologi Indonesia (PERKENI) menyatakan jika Indonesia berada di status waspada diabetes. Hal

Ini sesuai dengan data IDF, dimana Indonesia berada pada urutan ke-7 dari 10 negara pasien diabetes tertinggi. pada tahun 2020 sebanyak 10.681.400 orang pertahun dengan prevalensi 6,2% terkena penyakit diabetes.

Dan diperkirakan pada tahun 2045 meningkat menjadi 16,7 juta pasien per tahun. berdasarkan data tahun ini, sekiranya 1 dari 25 penduduk Indonesia mengalami diabetes.

Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, spPD-KEMD, juga mengungkap bahwa kasus paling banyak di Indonesia yaitu penderita diabetes type 2 Hal ini disebabkan karena gaya hidup yang tidak sehat atau karena keturunan keluarga yang juga mengalami penyakit diabetes.

Dr. dr. Sony Wibisono, spPD-KEMD, FINASIM yang merupakan presiden PB Persadia Terpilih periode 2020-2022 menjelaskan bahwa untuk mengontrol kadar gula darah serta mengelola diabetes melitus harus dilakukan secara bersamaan antara pasien dengan keluarga yang mendukung.

Diabetasol memiliki kontribusi yang besar untuk mendukung diabetesi, salah satunya dengan kembali mengadakan aktivitas bertema “Bersama Diabetasol, Sayangi Dia.” Kampanye ini mengajak semua pihak mulai dari keluarga, tenaga medis, sahabat dan kerabat untuk memberi dukungan kepada diabetesi.

Cara yang Tepat untuk Penderita Diabetes agar Gula Darah Selalu Terjaga

Bagi para penderita diabetes harus perhatikan gula darah agar selalu stabil dan terjaga. Hal ini bisa kamu lakukan dengan menjaga pola makan agar gula darah tetap terkontrol serta mengurangi risiko komplikasi.

Meskipun harus melakukan pola makan diabetes dengan baik, namun tidak ada metode diet khusus yang bisa kamu lakukan dengan efektif untuk mengelola diabetes.

Hal ini dikarenakan setiap tubuh orang berbeda-beda, sehingga pola makan sehat dan gizi seimbang harus disesuaikan dengan cara kerja tubuh agar gula darah tidak meningkat. Adapun berikut ini merupakan cara yang tepat untuk menyeimbangkan gula darah bagi penderita diabetes type 2, di antaranya yaitu:

1. Perhatikan Nilai Indeks Glikemik Makanan

Indeks glikemik merupakan takaran nilai dalam makanan yang berfungsi untuk mengukur kecepatan nutrisi makanan untuk diolah menjadi energi dan meningkatkan gula darah.

Penderita diabetes harus memperhatikan indeks glikemik sebelum mengkonsumsi makanan. Makanan yang memiliki indeks glikemik tinggi sangat berbahaya untuk penderita diabetes, karena dapat meningkatkan gula darah dalam tubuh.

Contoh makanan yang mengandung indeks glikemik tinggi yaitu karbohidrat seperti pasta, roti dan nasi putih. Kamu bisa mengkonsumsi karbohidrat dari biji-bijian utuh dan berserat tinggi. Kamu juga perlu mengimbangi makanan berprotein tanpa lemak untuk menghindari peningkatan gula darah dalam tubuh.

2. Pilih Karbohidrat yang Baik

Ada beberapa makanan yang memiliki kandungan karbohidrat berbahaya untuk penderita diabetes. Namun hal tersebut bukan berarti kamu tidak mengkonsumsi sumber karbohidrat, kamu bisa mengkonsumsi asupan karbohidrat yang kaya akan serat, mineral dan vitamin seperti biji-bijian utuh.

3. Konsumsi Asupan Lemak yang Baik

Terdapat dua jenis lemak dalam makanan yaitu lemak jenuh atau lemak trans dan lemak baik. Jika kamu terlalu banyak mengkonsumsi lemak jenuh atau lemak trans, kamu memiliki risiko tinggi terkena penyakit stroke dan jantung.

Namun kamu bisa mengkonsumsi lemak baik seperti lemak tak jenuh tunggal serta tak jenuh ganda untuk menurunkan kadar kolesterol.

Contoh makanan yang mengandung lemak baik yaitu minyak zaitun, ikan, kacang-kacangan, alpukat dan biji-bijian. Sedangkan makanan yang mengandung lemak jahat yaitu daging olahan, daging merah serta susu tinggi lemak.

4. Mengkonsumsi Buah dan Sayur

Buah dan sayur merupakan makanan yang sehat dan kaya akan antioksidan, mineral, vitamin dan serat. Namun ada beberapa buah yang harus dibatasi bagi penderita diabetes seperti nanas, semangka, dan anggur karena bisa meningkatkan kadar gula dalam darah.

5. Menggunakan Produk Diabetasol

Diabetasol merupakan produk susu diabetes yang menjadi asupan nutrisi pengganti makan lengkap dan seimbang untuk para penderita diabetes. Produk ini memiliki kandungan Vitadigest dan indeks glikemik yang rendah untuk membantu penderita diabetes menstabilkan kadar gula darah dalam tubuh.

Mengapa Harus Produk Diabetasol?

Produk diabetasol untuk penderita diabetes

Produk diabetasol merupakan nutrisi pengganti makan yang aman serta diformulasikan khusus bagi penderita diabetes. Ada beberapa keunggulan produk diabetasol diantaranya yaitu:

  • Memiliki kandungan gizi yang lengkap dan seimbang sehingga cocok memenuhi kebutuhan nutrisi untuk diabetes.
  • Memiliki kandungan Vitadigest yang merupakan kombinasi antara karbohidrat lepas lambat, agar setelah makan gula darah tidak meningkat secara drastis. Sebagai karbohidrat lepas lambat, kandungan ini juga bisa membuat kamu kenyang lebih lama serta gula darah terjaga.
  • Memiliki indeks glikemik yang rendah (31), agar tubuh dapat menyerap asupan secara perlahan. Selain itu, produk diabetasol juga menjadi sumber serat baik.
  • Memiliki vitamin D serta menjadi sumber kalsium untuk menjaga kesehatan tulang.
  • Memiliki kandungan mineral dan vitamin seperti vitamin A vitamin E, vitamin C dan Zinc, sebagai antioksidan yang dapat menjaga daya tahan tubuh.

Varian Produk Diabetasol dan Cara Mengkonsumsinya

Diabetes type 2 merupakan penyakit berbahaya yang perlu kamu hindari dan waspadai. Penyakit ini kian meningkat setiap tahunnya, bahkan penyakit diabetes berbahaya lebih besar di masa pandemi covid 19, terlebih jika sudah terinfeksi virus tersebut. Indonesia sendiri menjadi negara terbesar ke-10 dengan penderita diabetes tertinggi.

Produk diabetasol menjadi pilihan yang tepat untuk menjaga gula darah bagi penderita diabetes. Ada 2 jenis produk diabetasol yaitu:

Diabetasol Powder dan Diabetasol Sweetener

  • Diabetasol Powder yang bermanfaat sebagai pengganti nutrisi makanan (meal replacement)
  • Diabetasol Sweetener sebagai gula atau pemanis yang aman untuk penderita diabetes.

Adapun berikut ini merupakan cara penggunaan produk diabetasol, di antaranya yaitu:

  • Kita bisa mengkonsumsi produk diabetasol powder sebanyak 2 kali sehari dengan takaran 4 sendok per saji, untuk mengganti makan di pagi dan malam hari, serta menjaga gula darah lebih mudah.
  • Jika kamu ingin menikmati makanan manis namun terasa khawatir, kamu bisa mengganti pemanis dengan Diabetasol Sweetener Zero Calorie. Produk tersebut memiliki cita rasa yang lebih enak dengan pemanis alami sorbitol. Diabetasol Sweetener juga bisa dinikmati sebagai teman untuk meminum kopi, minum teh, jus, memasak hingga membuat kue, rasanya pun tidak berubah pada suhu dingin atau panas.

Untuk tahu lebih lengkap seputar diabetes dan produk-produk Diabetasol, kamu bisa langsung cek di:

  •  Website : diabetasol.com
  • IG: @diabetasol_id

Itulah beberapa hal mengenai penyakit diabetes type 2 serta produk diabetasol yang baik bagi penderita diabetes. Bersama produk diabetasol, kamu dan kita semua bisa menjaga gula darah serta menyayangi dia dan keluarga.

Manajemen gula darah yang baik bagi penderita diabetes sangat penting dilakukan, agar gula darah selalu stabil serta tidak komplikasi.

Kamu bisa mendukung penderita diabetes dengan membantunya memanajemen gula darah yang baik dan benar mengunakan produk diabetasol.

Bersama Dia, siapapun yang kamu sayangi, yuk sama-sama jaga kesehatan diri mulai dari sekarang. Salam hidup sehat!

1 Shares:
55 comments
  1. Diabetes tipe 2 ini yang perlu dijaga ya mbak, apalagi kalau udah luka, penanganannya harus lebih ekstra

    1. Bener banget mba, alm Bapakku dulu keluka di kakinya, yang orang sehat bisa sembuh 1-2 minggu, tetapi beliau perlu hampir 3 bulan untuk pulih.

  2. Aku juga pernah belajar mengenai DM 1 dan DM type 2..dari situ aku belajar bahwa diabetes itu bisa menyerang siapa saja termasuk kita yang tanpa keturunan. Ternyata diabetasol mempunyai banyak manfaat, baru tau, terima kasih informasinya kak.

  3. Diabet ini ada berapa tipe ka ? Aku taunya cuma tipe 1 dan 2 aja. Bener gak ? Serem juga yaa akibat dari diabet tipe 2 ini komplikasinya banyak. Harus jaga pola makan yang baik ya untuk menghindarinya.

  4. alhamdulillah di keluarga saya nggak ada keturunan diabetes. tapi harus jaga makanan juga sih ya, supaya kesehatan terjaga.

  5. Kakakku juga diabet..cuma gak tau dia tipe 2 atau apa yg jelas kalo udah naik gula darahnya lemas aja bawaanya, sama sering merasa haus.. pengaruh mata yang lebih terasa katanya buram melihat sesuatu..makanya dia lebih sering makan beras merah sekarang sama diabetasol juga buat malam

    1. Pola hidup penderita diabet memang harus dijaga ketat ya mbak, aq aja kesian liat tetanggaq tiap pagi suntik insulin

      1. Wah…udah sampai suntik insulin ya. Aku engga kebayang lho, suntik tiap hari gitu. Malah ada tante yang suntiknya langsung di perut. Duh…audzubillah…

    2. Wah, padahal ibu mbak rini nih termasuk rajin minum jamu dan pola hidupnya cukup bagus yaa..

      Memang nih penyakit keliatan nggak kayak bregas2 aja gt tp kalo dh parah infeksinya kemana mana. Sket ku lagi suka mix nasi putih sama grain jg, rasanya lebih ngenyangin dan enak jg ternyata.

      Thanks infonya mba rin. Semoga ibu bapak lekas sehat kembali.

  6. Pernah menjenguk pasien diabet. Liat kakinya yang luka rasanya hati jadi ikut teriris-iris. Semoga keluarga selalu dalam sehat ya..

  7. Sangat pentinf bagi kita untuk mencegah diabetes dengan menjaga kadar gula darah salah satunya dengan mengonsumsi diabetasol

  8. Selama ini aku tahunya cuma kalau sakit diabet ya diabet aja, eee ternyata ada 2 tipe. Dengan membaca ini memang asupan makanan yang masuk ketubuh perlu dijaga ya mbak rin, anyway daibetasol sekarang bertambah variannya ya.

  9. Ibu semoga sehat selalu ya mba Rini. Peran caregiver sangat penting dalan menjaga kesehatan pasien. Memang kesabaran sangat dibutuhkan dalam hal ini. Untung ada diabetasol yang menjaga kesehatan dan pola makan tetap sesuai kebutuhan.

  10. Huhu, semoga Ibu mba Rini segera sembuh. Salut mau ngikuti semua anjuran dokter yang memang sih, nasi merah itu hambar mkwkw. Sekarang meskipun nggak ada turunan DM, bisa kena yaaa, terutama DM tipe 2. Aku kudu lebih jaga kondisi nih, ngasih tahu orangtua dan keluarga juga

  11. Swmoga ibunya Kak Rini sehat selalu ya. Diabetes Type 2 ini lumayan ngeri karena memang bisa bikin komplikasi.

    Semoga dengan rajin konsumsi Diabetasol, beliau sehat selalu.

  12. Melihat gejala-gejala diabetes ada kesemutan dan kelelahan jadi takut sendiir aku Mbak hehe. AKu dikit-dikit kesemutan. Tapi beberapa enggak sih. Semoga kita semua sehat-sehat aamiin

  13. Mudah2an sehat terus ya mba Rini dan keluarga. Kalau di keluargaku, ayahku yg ounya faktor risiko dari kakek. Alhamdulillah beliaunya selalu jaga pola makan dan minum. Mudah-mudahan kita semua sehat

  14. Aku juga udah konsumsi Diabetasol untuk jaga2 agar gula darahku normal. Sempat di atas standar sih karena emang aku selalu makan nasi putih dan es teh manis setelah makan. Gimana ga tinggi coba kadar gula gw? Hahaha.

  15. Semoga ibunya mbak rini sehat selalu. Ibuku juga kena diabeter, sedih banget rasanya. Jadi pola makannya bener-bener harus dijaga sekarang dan jadi sering minum obat.

  16. Diabetes tipe 2 level lanjutan ya, baca-baca agak takut juga sih apalagi aku hobi minum boba, huhu. Sekarang ini nggak tua nggak muda harus jaga pola makan, meskipun nggak punya turunan tetap harus jaga kesehatan.

  17. Diabetes salah satu PTM yang tidak kenal usia menurutku, oleh karena itu perlu pola hidup sehat juga, soalnya dulu pernah punya temen kerja awalnya yang kena itu

  18. Emang silent killer ya diabetes ini, mbak. Almarhum ayahku meniggal krn diabetes. Emang harus jaga pola makan bgt. Syukur deh ada kampanye gini dari Diabetasol. Jadi masyarakat makin aware gitu utk mencegah diabetes. Sehat2 terus ya ibunya mbak Rini. Bener-bener dipatuhi mbak do and dont nya..

  19. Aku kira, penyakit diabetes ya cuma itu-itu aja. Ternyata ada dua macam ya. Pantas saja agak bingung pas baca type 1 dan type 2. Tapi sekarang udah tahu kok perbedaannya

  20. Jadi ingat mediang Ibuku, beliau juga di diagnosa punya Diabetes. Bertahan-tahun mengidap penyakit tersebut dan ada banyak larangan yang mesti diperhatikan.

  21. Ternyata diabetes itu terbagi menjadi tipe-tipe gitu ya, aku cuma tau diabetes aja.
    Kalau sudah masuk diabetes tipe 2 harus dijaga betul ya supaya gak mengalami komplikasi & infeksi. Dulu tetanggaku harus disuntik gitu tiap hari gak tau ini tipe yang mana.
    Butuh support keluarga ya kalau sakit diabetes, mau gak mau peran dokter jadi digantikan di rumah sama dengan mamanya ya. Semangat terus ya

    1. yupss..bener mbak. Ada tipe-tipenya. Saya juga tahunya dari kakak saya. Dulu mikirnya, kalau diabetes yaa, diabetes aja ternyata banyak macamnya.

  22. Semoga sehat selalu ya Kak ibunya. Jadi ingat budheku yang kena diabetes juga, kasihan deh udah belasan tahun. Dia untungnya mau menjauhi pantangan, terutama kurangi konsumsi gula dan nasi. Baca webinar bergizi gini jadi makin ngerti buat jaga diri. Sekarang penderita diabet juga makin muda kan, kudu rajin olahraga dan makan yang selektif.

  23. Wah detail banget penjelasan ttg Diabet Type 2 ini. Aku pernah denger, tapi engga tahu bedanya dengan tipe-tipe yg lain sih. Nasi merah memang agak apek sih ya, kami mengakalinya dimasak pakai pandan dan airnya agak lebih banyak. Lama-lama biasa sih. Pas makan nasi putih jadi aneh, rasanya maniiiis…
    Semoga Ibu terjaga ya gula darahnya.

  24. Ayahku juga kena diabet, Mbak Rin. Obesitas juga beliau. Makanya, aku berusaha menjaga pola makan beliau. Pelan-pelan mengurangi makan nasi. Ganti dengan banyakin sayur dan buah.

    Tahu sendiri dong, kebanyakan orang Indonesia nggak merasa makan kalau belum makan nasi.

    Anyway, aku beberapa kali menyediakan diabetasol buat pengganti gulanya ayah. Tapi ya itu. Beliau masih kurang sreg kalau nggak pake gula biasanya. Jadi, agak susah.

  25. benar mbak, aku selalu ingatkan ibu mertuaku untuk menjaga pola hidup sehat
    beliau menderita diabet
    aku juga memberinya gula dan susu diabetasol ini

    1. Saya punya temen sekantor, seusia saya juga, yang mengidap diabetes mellitus. Udah lama, sejak masih 30-an kalo ngga salah. Sampai sekarang harus suntik insulin terus.

  26. Sama nih mbak. Ibu saya pun mengidap diabetes. Jadi di rumah ya selalu sedia Diabetasol Vanila dan sweetenernya. Beliau kan masih minum kopi dan teh tuh, jadi ya untuk pemanisnya gak pakai gula, tapi sweetenernya Diabetasol.

  27. ngeri sih kalau sudah kena diabetes ya
    kayaknya separuh kenikmatan hidup berkurang
    makanya memang bener perlu banget menjaga diri biar ga kena
    dari konsumsi gula sampe olahraga

  28. Aku sekarang termasuk udah obes tahap awal gara2 corona ini, bikin jadwal badminton blas ngga ada. Dan juga, aku termasuk yang punya potensi diabetes. Yo wes lah, rutin senam pagi aja lagi ah mulai besok pagi 🙂

  29. Diam-diam nasi ternyata mempunyai efek tidak bagus bagi kesehatan ya. Apalagi orang Indonesia makan nasi 3x sehari dan rata-rata satu piring penuh. Padahal itu glukosa semua. Jika segera diubah dengan gerak dan bekerja menjadi energi tidak apa-apa, tapi generasi sekarang orang-orang nggak banyak gerak jadi resikonya malah lebih besar.

  30. Almarhum bapak saya juga dulu mengidap diabetes, kadang suka khawatir sih karena diabetes khan merupakan penyakit pola makan yang kurang baik, dan memang keluarga kami suka yang manis-manis

  31. Diabetes ini dialami oleh keluarga dari suamiku. Ayah ertua sudah tiada karena diabets danpenyakit penyerta lainnya. Ibu mertua juga indikasi diabetes dan alat cek di rumah selalu ready. Penting banget sih dengan Diabetasol ya, ek buat suamiku juga ini ahhh

    1. Distribusi lemak di badan yang tinggi penyebab diabetes juga ya mbak. Duh, itu suamiku sekarang ini menggendatsss

  32. Papaku juga diabetes, kadang kalau gula darahnya tinggi dia lemes banget. Nah karena aku juga ada risiko diabetes,jadi aku bener-bener mengontrol gula darah yang masuk. Aku sekarang jarang banget makan nasi, apalagi minum manis, wah bisa seminggu sekali.

  33. Diabetes ternyata ada typenya ya. Pamanku juga kena diabetes cuma beliau orangnya ngeyelan jadi sering kambuh apalagi klo udah luka.

    Moga ibu kak Rini disembuhkan ya dari segala penyakitnya. Yang penting selalu sedia Diabetasol kedepannya.

  34. Punya tetangga yang juga penderita diabetes ini sedih banget dulu badannya besar, pas kena diabetes jadi kurus banget kita mesti selalu waspada ya ka terhadap penyakit ini

  35. Lengkap sekali, Mbak penjelasannya. Terima kasih.

    Pola makan dan hidup sehat penting banget nih diterapkan. Apalagi, usia semakin bertambah. Kerjaan juga lebih banyak duduknya. Minimal 30 menit harus jalan deh saya.

  36. wah artikel ini lengkap banget mbak
    jadi tau macam macam diabtes dan cara menanganinya
    aku sekarang juga uda mulai kurangin makan minum yang manis manis

  37. Tiap kali baca cerita tentang diabetes, aku jd ingat bapak. Beliau juga didiagnosis diabet tapi setelah komplikasi baru tahunya. Sebelumnya beliau ini gak mau periksa ke dokter. Sedih banget… Untung bapak juga masih mau konsumsi diabetasol.
    Semoga ibu dan bapak mbak rini sehat selalu ya. Amiin

  38. Ibu saya juga menderita diabetes, beliau juga pernah disuruh untuk jangan mengkonsumsi nasi putih terlebih dahulu. Ibu saya juga menggunakan produk Diabetasol untuk memenuhi asupan nutrisinya pengganti makanan lengkap yang biasanya dikonsumsi. Alhamdulillah saat ini gula ibu saya lebih terkontrol dan gasering kumat lagi.

  39. Jaga kesehatan ibu dan kasih support, Kak. Semoga bisa sehat terus dan mendampingi keluarga, bersama Diabetasol yang peduli.

  40. Gejala gejalanya perlu diwaspadai ya, apalagi untuk usia lanjut.

    Semoga ibu sehat sehaylt selalu ya..

  41. Nah kan, aku kira Diabetes itu ya cuma gitu aja. Penyebabnya juga karena faktor genetik. Gak taunya juga dipicu sama gaya hidup ya 🙈

  42. Umur yang masih juga pasti terkena diabetes kalo masih gak bisa hidup secara teratur pasti juga kena sih

  43. Pola makan jadi hal penting banget ya kak, dengan mengatur ini maka hidup kita akan jauh lebih baik. Sering kontrol dan rajin minum obat juga jadi kuncinya

  44. Mama papaku juga penderita diabetes tipe 2 mbaaa.. Emang mesti dijaga ya banget ya asupan gulanyaa.. Papaku jg konsumsi diabetasol nih. Hehe

  45. Gak kebayang kalau ada di posisi Mbak Rini. Pasti khawatir banget ya, Mbak. Pulang-pulang ternyata ibu malah sakit dan baru ketauan. Iya sih, nasi putih memang GInya tinggi dan menurut ahli nutrisi emang kandungan nutrisinya jauh di bawah nasi merah. Itu juga yang membuat saya memutuskan untuk mengganti asupan nasi di rumah. Biar lebih bernutrisi dan rendah GI. Semoga ibu sehat selalu ya Mbak.

  46. Kalau baca spal diabetes pasti terkenang almarhum om saya yang meninggal karena penyakit ini. So memang kita patut waspada dengan diabetes apalagi kalau dalam keluarga ada yang punya penyakit ini ya. Tentunya lebih baik mencegah daripada mengobati

  47. Papaku juga diabetes, kak, dan sudah 4-5 tahun belakangan jadi diet makanan banget untuk kontrol gula darahnya, trus tiap hari juga mesti test gula + bikin catatan gitu. Dulu, mama yang bantuin, sekarang papa bisa lakukan sendiri itu testnya. Untuk asupan gula, diabetasol bagus sih buat pengganti gula di makanan atau minuman biar gak menikmati makanan hambar terus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.