Pengalaman Pentingnya Memiliki Asuransi Jiwa dari AXA Mandiri

asuransi jiwa-layanan ekslusif axa mandiri 3

 AXA Mandiri – Satu kalimat pepatah yang tepat banget untuk menggambarkan asuransi jiwa adalah ‘sedia payung sebelum hujan’. Pasalnya, kita nggak akan pernah tahu apa yang akan menimpa kita ke depannya nanti. Ada berbagai asuransi jiwa dan kesehatan yang beredar di Indonesia saat ini, salah satunya adalah AXA Mandiri.

AXA Mandiri memiliki berbagai jenis asuransi, salah satunya adalah Asuransi Jiwa yang merupakan salah satu produk “jagoan” dari perusahaan asuransi internasional AXA yang bermitra dengan Bank Mandiri. Asuransi jiwa ini sangat penting dimiliki setiap orang karena kita tidak akan pernah tahu apa yang terjadi di masa depan.

Risiko-risiko yang mungkin terjadi di masa depan ada banyak macamnya mulai dari finansial hingga kesehatan. Nah, manfaat mempunyai asuransi jiwa yaitu berjaga-jaga akan kemungkinan terburuk pada hal-hal tersebut atau mengantisipasi kemungkinan datangnya resiko kehidupan, yang di mana kita pasti tidak tahu kapan itu akan terjadi.

Apa yang Dimaksud dengan Asuransi Jiwa?

Sebelum ngomongin lebih jauh tentang asuransi jiwa, baiknya kita pahami dulu ya apa itu asuransi jiwa. Jadi, asuransi jiwa adalah sebuah produk keuangan yang fungsinya untuk menanggung kerugian finansial kita sebagai pemegang polis asuransi jiwa saat terjadi hal-hal yang tak diinginkan seperti terkena musibah, mengidap penyakit kritis, bahkan sampai meninggal dunia.

Nah, enaknya, jika yang memegang polis asuransi ini adalah kepala keluarga, maka istri dan anaknya pun akan ikut serta menerima perlindungan dari asuransi jiwa yang dimiliki.

Ketika Bapak Sakit dan Ibu “Terpaksa” Jadi Kepala Keluarga

Jadi teringat masa susah keluarga kami dulu. Sekitar 12 tahun lalu. Yap, malam itu aku tertidur di sofa ruang tamu karena habis belajar buat ujian nasional SMA yang akan berlangsung beberapa bulan lagi. Subuhnya, aku dikagetkan dengan suara gedoran pintu kamar tempat bapak tidur. Ibu masih siap-siap masak di dapur seperti biasa untuk ibu jualan di warung nya di pasar.

Masih setengah sadar aku jalan ke kamar bapak, dan aku benar-benar dikagetkan dengan posisi Bapak ku yang terlentang di kasur sambil tangannya berusaha menggapai pintu. iya, Bapak udah nggak bisa menggerakan bagian kiri badannya saat itu.

Singkatnya, dokter menyatakan bapak terkena stroke sehingga sebagian badan sebelah kiri dari atas ke bawah tak bisa digerakan. Bapak yang tadinya jadi sumber pemasukan utama (karena ibu buka warung makan kecil-kecilan untuk membantu bapak) praktis harus berhenti dan hanya bisa berbaring di ranjang.

Artikel Terkait:  Rencanakan Masa Depan Anak dengan Tabungan BRI Junio

Kami, terutama ibu, yang kala itu ekonominya juga pas-pas an diharuskan putar otak memikirkan kondisi finansial keluarga ke depannya. Yap, bapak tak punya kewajiban lagi menafkahi kami dengan kondisinya seperti itu. Kita hanya bisa berdoa dan support bapak sebisa kami.

Ibu, Banting Tulang Cari Nafkah dan Rawat Bapak yang Stroke

Untungnya, ibu punya skill masak yang nggak main-main. Hampir semua masakan hasil olahan tangan ibu enak dan diakui banyak orang. Nggak salah kalau ibu buka warung makan. Namun, bagi kami yang biasa dihidupi dengan penghasilan bapak tentu tetap akan merasakan perbedaan. Ibu harus kerja lebih keras berkali-kali lipat untuk dapat penghasilan lebih setiap harinya. Ibu juga mulai menerima pesanan katering makan dan kue dari tetangga sekitar.

Aku yang saat itu masih SMA kelas 3 hanya bisa bantu ibu mengurus bumbu dapur seperti mengupas kentang, bawang merah, memotong kacang panjang dan sebagainya. Hal-hal ringan saja yang bisa kubantu.

Sedangkan ibu, harus merawat bapak yang terbaring di kamar, bolak balik dari rumah ke warung, juga mengurus dapur dan masakan untuk dijajakan di warung. Andai kala itu ada hal lain yang bisa aku bantu buat ibu, pengen banget rasanya meringankan beban ibu (sedih banget ingetnya)

Cita-cita Melanjutkan Kuliah Usai Lulus SMA, Gagal

Oh iya, aku punya dua kakak, keduanya sebenarnya sudah kerja dan merantau di Surabaya. Namun, secara ekonomi kedua kakak ku nggak bisa banyak membantu ibu. Kakak pertamaku sudah berkeluarga dan harus membiayai kedua anaknya. Kondisi keuangan kakak pertamaku juga nggak terlalu baik. Sedangkan kakak keduaku baru 3 tahun merantau di Surabaya dan masih belum punya penghasilan yang cukup.

Aku, yang kala itu sekolah di sekolah favorit si Kebumen, punya impian besar untuk melanjutkan kuliah sesuai jurusan yang aku sukai. Ya, salah satu kebanggaan yang bisa aku berikan ke orang tua ku adalah di pendidikan. Aku bisa sekolah di salah satu sekolah terbaik  di kota kami ternyata jadi kebanggaan sendiri bagi mereka.

Lingkungan dan teman-teman SMA ku adalah orang-orang yang punya semangat belajar yang tinggi. SMA ku sendiri menargetkan semua siswanya untuk melanjutkan kuliah setelah lulus.

Aku sendiri punya cita-cita untuk lulus kuliah dan menjadi seseorang yang bisa mengangkat martabat keluarga. Sayangnya, setelah bapak sakit dan ibu jadi kepala keluarga, aku tak bisa lagi meminta orang tau ku membiayai kuliahku.

Sebenarnya bapak sendiri udah menabung buat uang kuliah ku nantinya. Namun, semua nya akhirnya terpakai untuk biaya rumah sakit dan biaya berobat jalan bapak.

Aku pun nggak bisa protes dan lebih merasa legowo mengikhlaskan cita-citaku harus berhenti atau tertunda dulu. Ya, aku tak melanjutkan langsung kuliah selepas lulus SMA.

Selepas SMA aku harus merantau meninggalkan bapak dan ibu berdua di rumah untuk menyusul kakak di Surabaya. Aku mencari kerja kesana kemari demi bisa punya tabungan. Setelah 2 tahun kerja, barulah aku punya uang yang cukup untuk meneruskan kuliah.

Artikel Terkait:  Milenial, Investasi Jangka Pendek ini Cocok untuk Kalian

Saat menjalani perkuliahan pun aku tak melepaskan pekerjaanku dan memilih untuk menjalani perkuliahan di kelas malam atau kelas karyawan.

Alhamdulillah, setelah 7 tahun bekerja, nasib baik menyertaiku. Tentu berkat doa dan restu orang tuaku.

Pengalaman Hidup Membuatku Tersadar Pentingnya Memiliki Asuransi

Pengalaman susah dan menyedihkan yang aku tulis tadi membuatku banyak berpikir dan sadar betapa pentingnya jika kita memiliki asuransi seperti asuransi jiwa. Adanya asuransi membuat kita bisa berpikir leluasa dan terhindar dari kondisi yang tidak mengenakan apalagi masalah finansial.

Mungkin jika dulu Bapak punya asuransi, bapak bisa lebih tenang karena meski tak berpenghasilan tapi tetap merasa bisa melindungi keluarganya dan mempunyai biaya yang cukup untuk berobat tanpa mengharuskan ibu harus banting tulang lebih.

Mungkin benar bapak dulu punya tabungan, tapi itu adalah tabungan pendidikan yang sebenarnya bapak siapkan untukku melanjutkan kuliah. Karena kondisi saat itu, tentu tabungan yang ada harus dialihkan untuk pengobatan bapak. Dan merelakan kuliah tentu resiko yang harus ditanggung.

Pengalaman kami sekeluarga benar-benar menyadarkanku untuk lebih prepare lagi buat masa depan. Sekalipun aku punya tabungan kelak, tapi jika ada hal yang tak diinginkan terjadi misal sakit atau kecelakaan, bukan tak mungkin tabungan yang ada akan langsung habis dalam sekejap. Malah bisa jadi jauh dari kata cukup.

Kini, setelah aku cukup dewasa, punya pekerjaan yang baik serta penghasilan yang cukup, sudah waktunya aku mengatur ulang semua prioritas dalam hidup. Mempunyai asuransi bagiku kini sebuah kebutuhan.

Manfaat Asuransi Jiwa yang Perlu Dipahami

asuransi jiwa-layanan ekslusif axa mandiri 3

Tentu bukan tanpa alasan kenapa banyak pakar ekonomi menyarankan kita atau keluarga kita semua untuk mempunyai asuransi jiwa. Berikut beberapa manfaat memiliki asuransi jiwa tersebut.

Perlindungan Diri dari Kejadian Tak Terduga

Kita bukan dukun atau cenayang dong tentunya yang konon katanya bisa melihat dan meramalkan masa depan. Ekkeke. Kita adalah manusia biasa yang menjalani aktivitas sehari-hari seperti biasa tanpa tahu apa yang akan terjadi hari esok atau bahkan satu menit kedepan kan?

Semua hal bisa terjadi entah itu baik atau buruk, semua bisa menimpa kita kalau emang udah takdirnya. Bagi kita yang beraktivitas di luar rumah atau malah yang harus bekerja dan berhadapan dengan banyak bahaya tentu akan sangat mengkhawatirkan akan terjadinya suatu hal buruk tadi. Padahal, di rumah, setiap hari udah ada manusia-manusia yang menunggu kita.

Nah itulah, jika kita punya asuransi jiwa dan rutin membayar premi asuransi, masa asuransi jiwa ini akan memproteksi kita dari berbagai risiko yang tak terduga seumur hidup seperti kecelakaan, kehilangan kemampuan bekerja (cacat dan sebagainya), musibah tak terduga dan lain-lain.

Perlindungan Diri dari Kesulitan Finansial

Memiliki asuransi jiwa akan membuat kita merasa lebih nyaman masalah keuangan. Tak hanya melindungi diri kita sendiri, tapi ahli waris seperti orang tua, istri atau anak dan saudara kandung juga bisa terproteksi dan mendapatkan uang pertanggungan saat (naudzubillah) umur pemilik polis asuransi jiwa berakhir.

Artikel Terkait:  Keuntungan Pinjaman Dana Tunai Bank BTN yang Mudah dan Ringan

Melatih dan Memaksa Mengalokasikan Uang

Memiliki asuransi jiwa bisa dikorelasikan dengan memberikan perlindungan bagi diri sendiri dan keluarga. Perlindungan ini tentu membutuhkan dana yang harus kita alokasikan khusus sebagai dana perlindungan tadi.

Yap, kita nggak akan pernah tahu apa yang terjadi pada kita dan keluarga kita kedepannya nanti kan. Musibah akan mungkin saja terjadi di luar kehendak kita. Nah, saat hal itu terjadi, besar kemungkinan kita harus mengeluarkan biaya yang tak sedikit.

Fungsi asuransi jiwa adalah memprotect diri kita atau keluarga dari hal demikian itu. Musibah yang mungkin menimpa kita akan tercover dengan biaya yang telah kita masukan pada asuransi.

So, hal-hal yang nggak diinginkan tadi pun nggak akan mengganggu saldo tabungan kita yang mungkin telah diperuntukan atau dialokasikan untuk kepentingan lain. Intinya, nggak akan mengganggu kondisi finansial kita lah karena kita udah punya dana jaga-jaga di asuransi..

Dengan kewajiban ini, tentu kita jadi terlatih dan terbiasa menyisihkan sebagian uang dan membuat kita lebih cermat dalam mengelola laporan keuangan pribadi.

Nikmati Asuransi Jiwa Terbaik dengan Layanan Eksklusif dari AXA Mandiri

Oke oke, aku yakin saat kesadaran akan kepemilikan asuransi jiwa udah ada, kita masih harus dibingungkan dengan asuransi seperti apa sih yang recommended dan patut kita punya. Pasalnya, di luar sana ada banyak banget lembaga keuangan yang menawarkan produk asuransi jiwa ini.

Aku sendiri prefer buat milih dan merekomendasikan produk asuransi jiwa dari AXA Mandiri. Kepopuleran nama besar AXA Mandiri dan kredibilitasnya dalam mengelola dana masyarakat atau nasabahnya selama bertahun-tahun alias track record-nya menjadi alasan kenapa asuransi jiwa yang satu ini layak dimiliki.

Tidak cuma asuransi jiwa, AXA Mandiri sendiri juga punya produk-produk asuransi yang lain. Seperti asuransi kesehatan, asuransi pendidikan, asuransi perlindungan hari tua, asuransi perjalanan, asuransi aset, dan masih banyak lagi produk dari AXA Mandiri.

Dengan banyaknya produk asuransi yang dimiliki, teman-teman bisa memilih asuransi apa yang kira-kira cocok untuk hidup teman-teman sekalian. Aku memilih asuransi jiwa karena memang nampaknya cocok untuk hidup yang aku jalani saat ini. Namun, yang pasti tetap tidak melupakan asuransi kesehatan yang merupakan bagian penting dari hidup kita saat ini. Karena kesehatan merupakan hal yang utama, terutama dengan kondisi darurat kesehatan seperti saat ini.

Jadi dapat disimpulkan bahwa AXA Mandiri ini merupakan asuransi yang aku rekomendasikan untuk saat ini. Apalagi dengan adanya layanan eksklusif yang ada, membuatku semakin yakin bahwa aku tidak salah dalam memilih asuransi jiwa dari AXA Mandiri.

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.