Kenali 4 Jenis Keterlambatan Tumbuh Kembang Anak Sejak Dini

Melihat masa tumbuh kembang anak sedari lahir merupakan hal yang sangat dinantikan dan membahagiakan bagi para orang tua. Pencapaian apa saja yang telah dilakukan oleh bayi sejak umur 0 bulan hingga 3 tahun biasanya sangat pesat. Ada dua macam aspek tumbuh kembang anak yang bisa dilihat yaitu pertumbuhan secara fisik atau perkembangan struktur dan fungsi tubuh anak yang lebih kompleks.

Tumbuh kembang anak

Namun, ada kalanya tumbuh kembang anak terjadi keterlambatan. Ibu tentu memiliki kekhawatiran terhadap hal ini jika memang benar terjadi. Setidaknya ada beberapa jenis keterlambatan pertumbuhan pada anak yang harus di-antisipasi sejak dini.

Jenis-jenis Keterlambatan Tumbuh Kembang Anak

Keterlambatan tumbuh kembang anak biasanya disebabkan oleh banyak faktor. Bisa karena kondisi genetik atau terjadi komplikasi saat bayi dalam kandungan atau dilahirkan. Bahkan pada beberapa kondisi, keterlambatan ini biasanya agak sulit diketahui. Berikut beberapa jenis keterlambatan perkembangan anak yang perlu perhatian khusus.

1. Keterlambatan Kognitif

Keterlambatan ini biasanya berpengaruh pada fungsi intelektual pada anak sehingga kesulitan dalam memahami pelajaran dan mengganggu kesadaran. Keterlambatan kognitif juga membuat anak jadi sulit berkomunikasi dan bermain bersama teman se-usianya.
Penyebab keterlambatan kognitif adalah cedera otak akibat infeksi meningitis sehingga terjadi pembengkakan di otak. Kondisi down syndrome biasanya juga meningkatkan keterlambatan kognitif.

2. Keterlambatan Gerak

Pada kondisi ini, anak biasanya kurang mampu mengendalikan otot pada kaki, tangan, dan juga lengan. Keterlambatan gerak biasanya sudah bisa dilihat pada bayi yang susah berguling atau merangkak. Lalu saat anak mulai tumbuh, akan sulit melakukan pekerjaan dasar seperti menggenggam  benda atau menyikat gigi sendiri.
Keterlambatan motorik ini disebabkan oleh achondroplasia yaitu kondisi genetik yang membuat anggota gerak jadi lebih pendek dan mempengaruhi otot.

3. Keterlambatan Secara Perilaku, Emosional, dan Sosial

Keterlambatan perilaku, emosional, dan sosial ini biasanya disebabkan oleh perbedaan otak saat melakukan proses informasi atau reaksi terhadap lingkungan sekitar. Keterlambatan ini mengganggu kemampuan anak belajar, komunikasi dan interaksi sosial dengan orang lain.

4. Keterlambatan Berbicara atau Speech Delay

Keterlambatan tumbuh kembang anak biasanya bisa dilihat saat anak mengalami keterlambatan bicara reseptif dan ekspresif. Gangguan reseptif adalah kondisi dimana anak akan sulit memahami kata-kata yang diucapkan orang lain. Kondisi akan semakin parah karena anak juga tidak mampu mengenali warna, bentuk benda, dan anggota tubuh.
 
Gangguan ekspresif yaitu kondisi dimana anak kurang mengetahui banyak kosa kata dan kalimat rumit untuk anak usai balita. Sehingga anak akan sangat lambat berbicara, mengucapkan kata-kata, dan juga membuat kalimat.
Speech delay maupun keterlambatan tumbuh kembang anak yang lainnya tentu membuat orang tua harus paham tentang pentingnya memberi stimulasi untuk anak agar memiliki kemampuan dalam berbicara. Ibu atau ayah harus sering mengajak anak ngobrol atau bermain bersama. Nah, selain beberapa hal tersebut ada satu solusi terbaik untuk anak yang bisa dipilih oleh orang tua yaitu dengan melakukan stimulasi dan intervensi dalam tumbuh kembang anak melalui Dini.id.

Dini.id merupakan sebuah startup yang memang dirancang khusus untuk memberikan program stimulasi dan intervensi pada tumbuh kembang anak. Caranya yaitu dengan menggabungkan ilmu psikologi, teknologi, tim ahli, dan juga peran orang tua.

Berikut beberapa program yang diberikan oleh Dini.id :

  • Sistem assessment online secara gratis pada website www.dini.id. Sistem ini mampu identifikasi keterlambatan dan juga potensi dalam tumbuh kembang anak. 
  • Menyediakan kelas stimulasi dan intervensi yang dipadukan dengan bermain. Kegiatan ini dilakukan di playgroundplayground yang memiliki mitra dengan Dini.id. Kegiatan ini bertujuan untuk mengaktifkan neuron dalam otak anak, diharapkan agar perkembangan kognitif pada anak meningkat. Hal ini tentu memicu dasar perkembangan tahap selanjutnya pada anak, terutama dalam hal belajar.
  • Menyediakan program assessment, investigasi, dan observasi yang di-supervisi langsung oleh psikiater dan psikolog berpengalaman untuk pengoptimalan pada anak yang memiliki kebutuhan khusus dan unik, dan tentu saja berbeda-beda.

Dengan melakukan intervensi dan stimulasi diharapkan speech delay pada anak bisa teratasi. Dan tak hanya gangguan keterlambatan bicara saja, namun beberapa gangguan tumbuh kembang anak lainnya juga bisa teratasi dengan intervensi dan stimulasi yang dilakukan oleh Dini.id. Semangat ibu dan ayah!
0 Shares:
1 comment
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You May Also Like