Alasan Kenapa Memutuskan Beli Mobil, Padahal Belum Punya Rumah Sendiri (???)

Setiap orang yang bekerja baik bekerja sendiri sebagai pengusaha atau sebagai karyawan atau pegawai di suatu tempat atau perusahaan tentu menginginkan kemajuan dalam hidupnya. Termasuk dalam segi ekonomi. Sudah wajar setiap manusia yang berjuang dan bekerja setiap harinya mempunyai keinginan untuk membeli atau memperoleh sesuatu dari penghasilan yang didapatkannya.







Alasan Kenapa Memutuskan Beli Mobil, Padahal Belum Punya Rumah Sendiri. (???)

Pun begitu juga aku. 1 tahun yang lalu aku memutuskan untuk membeli mobil hatchback bekas atau second. Untuk keputusan aku tersebut memancing beberapa orang untuk bertanya atau pasarannya bisa dibilang bang ” nyinyir”. Tak sedikit tentu yang menanyakan atau menyarankan kenapa tidak membeli rumah dahulu ketimbang membeli mobil.

Belum punya rumah sendiri kok udah mau beli mobil. Situ mau tidur di mobil?. Apa beli mobil cuman buat gaya-gayaan?”

Wah ini Komentar kejam sih. Dalam hati ingin ku berkata “lu kira beli mobil pakai daun. Enak amat beli barang mahal cuman buat gaya-gayaan” hahaha. Namun tentu saja perbuatan tersebut hanya terlintas dalam benak saja. Wkwk. aku cukup cuek untuk mengatasi komentar seperti itu. Hahaha

Ya begitulah kira-kira para netizen dan orang-orang lainnya. Wajar, mungkin niatnya memang mengingatkan. Meski kadang mereka juga lupa kalau orang yang diingatkan tadi barangkali sudah punya ribuan pertimbangan loh untuk sampai akhirnya memutuskan untuk beli mobil dahulu ketimbang beli rumah.

Dan ini adalah beberapa pertimbangan aku sampai akhirnya memutuskan untuk beli mobil terlebih dahulu meskipun belum bisa beli rumah sendiri.

1. Dari Sisi Kebutuhan: Lebih Butuh Mobil Daripada Rumah Untuk Saat Ini

Sebagai wanita single atau belum married sekaligus anakan rantau, untuk tempat tinggal saat ini aku masih merasa sangat cukup dengan menyewa kamar kos aja. Tentu aku memilih kamar kost yang nyaman bagi aku. Untuk itu aku memang belum merasa terlalu butuh rumah pribadi apabila jika aku tinggali seorang diri.

Sementara itu aku membutuhkan mobil memang bukan untuk aktivitas aku setiap hari. Alhamdulillah untuk bekerja hampir 2 tahun kemarin aku kost di area dekat kantor. Udah baru beberapa minggu ini aku memanfaatkan fasilitas kantor yaitu mobil antar jemput karena aku berpindah kos yang lokasinya lebih jauh dari kantor.

Namun tentu kegiatan aku juga bukan hanya bekerja di hari kerja saja. aku tentu butuh mobil untuk bepergian, liburan, mengunjungi saudara terutama Kakak dan para keponakan aku yang ada di luar kota. Dan tentu membawa mereka pulang kampung untuk bertemu Bapak dan Ibu aku di desa.

Sudah tentu apabila aku ganti keputusan membeli mobil aku ini dengan menyewa mobil tentu akan mengeluarkan biaya yang pasti akan membuat aku sedikit nggrundel atau kurang ikhlas mengeluarkan uang jumlah banyak hanya untuk sewa saja. aku lebih suka menggunakan uang aku yang menganggur untuk membeli sesuatu yang bisa membuat aku merasa bangga dengan diri aku sendiri dan tentu hal ini juga akan membahagiakan kedua orang tua aku.


Alasan Kenapa Memutuskan Beli Mobil, Padahal Belum Punya Rumah Sendiri. (???)

2. Dari Sisi Cash Flow Atau Kondisi Keuangan: Uang Baru Cukup Untuk Beli Mobil.

Bisa dibayangin kan untuk membeli rumah mungkin sebulan cicilan bisa 5 sampai 10 juta itupun untuk jangka waktu kredit 10 sampai 15 tahun. Sedangkan untuk mobil pasti biaya perbulannya akan di bawah dari nominal tersebut apalagi tentu jangka waktu pembayarannya hanya sekitar 3 sampai 5 tahun.

Jadi selain uang terkumpul yang aku gunakan sebagai DP hanya sanggup untuk mengambil mobil, juga setelah aku hitung-hitung pasti aku belum sanggup menyicil untuk membeli rumah sendiri.

Akhirnya aku memilih untuk mengambil mobil. Karena aku masih single dan belum menikah sah-sah saja aku memilih untuk membeli mobil terlebih dahulu. Nanti, aku akan membeli rumah dan berjuang bersama suami aku untuk mengumpulkan uang demi memperoleh cita-cita aku tersebut.

Semuanya ada masanya kok. Apalagi untuk orang-orang yang mau berusaha. aku juga kepikiran enak juga lah kalau aku sebelum nikah sudah mempunyai aset yaitu berupa mobil yang beberapa tahun lagi juga lunas.

Dan setelah itu aku dan suami bisa fokus mengumpulkan uang untuk mengambil rumah. So, saat kita mengambil keputusan untuk di beli rumah kita sudah nggak pusing pusing lagi memikirkan uang untuk mobil karena aku sudah punya aset tersebut.

Tentu tugas suami adalah mengumpulkan uang juga untuk biaya pernikahan atau biaya rumah tangga nanti. Ya kayak bagi tugas masalah keuangan aja.

3. Membeli Mobil Adalah Salah Satu Pencapaian Yang aku Cita Cita Kan

Sedikit terdengar over ambisius, aku dan kakak aku saat kecil hingga remaja hidup dalam kondisi keuangan keluarga di bawah rata-rata. Bisa dibilang sangat miskin. Namun sama sekali kami berdua tidak pernah menyesalinya bahkan selalu merasa berterima kasih atas kehidupan yang Tuhan berikan ini. Dan juga tentu kepada orang tua kami dengan semangat “kaki dikepala, kepala dikaki” membiayai kami sampai SMA.

Begitu masuk dunia kerja dan lulus S1 dengan uang yang kami peroleh sendiri tentu tak serta merta menjamin kehidupan ekonomi kami langsung berubah lebih baik. Kami tentu pernah menjalani kehidupan yang sangat keras di Surabaya. Bahkan untuk menyewa kos saja kami hanya mencari yang mempunyai tarif sekitar Rp300.000-Rp500.000 per bulan untuk berdua sekamar. Untuk makan sehari-hari harus masak karena uang tidak akan cukup apabila kita selalu makan di luar setiap hari.

Yah Itu semua adalah cerita masa lalu yang sekarang tetap kamu syukuri sebagai pengalaman dan pelajaran. Alhamdulillah kehidupan kami, aku dan kakak aku sudah semakin baik. Kami semakin mandiri dan bisa berdiri di kaki kami sendiri.

Setelah beberapa tahun lalu kakak aku alhamdulillah berhasil membeli mobil. Kakak aku pernah bercanda “kamu yang rajin nabung rin, semoga Lebaran tahun depan udah sama-sama bisa bawa pulang mobil dan ngajak bapak ibu jalan-jalan.”. alhamdulillah perkataan adalah doa dan sekarang kesampaian.

FYI, bapak aku terkena stroke sudah bertahun-tahun dan tentu beliau sudah tak sanggup lagi jalan-jalan. Bahkan untuk ke teras depan rumah saja sudah kelelahan. Bisa bayangin kan betapa bahagianya Bapak aku ketika melihat anaknya bisa membawa pulang mobil kerumah dan membawanya jalan-jalan yang tentu hal tersebut sudah hampir 10 tahun tidak bisa beliau rasakan. Dan ya, jujur aku katakan itu adalah salah satu alasan terbesar aku dan kakak aku membeli mobil dengan uang yang kami kumpulkan.

Resiko Memilih Beli Mobil Dulu Ketimbang Rumah

1. Harga Jual Turun

Pasti sudah tahu dong nilai sebuah mobil pasti lama-kelamaan akan apa mengalami depresiasi atau penurunan nilai. Berbeda dengan nilai tanah dan rumah yang justru sebaliknya yaitu selalu naik. Nah untuk itu memang bagi orang yang membeli mobil rasanya tidak perlu mengharapkan keuntungan finansial dari pembelian mobil. Kecuali mobil itu memang digunakan untuk mendapatkan penghasilan atau mendukung kinerja kita sehari-hari.

2. Mobil Bukan Merupakan Investasi, Tapi Mobil Tentu Jadi Sebuah Aset

Mempunyai sebuah mobil tidak bisa dianggap sebagai investasi. Balik lagi seperti poin pertama di atas bahwa nilai mobil akan semakin turun setiap tahunnya. Karena itu tak perlu mengharapkan keuntungan finansial dari pembelian mobil. Namun tetap saja kepemilikan terhadap mobil berarti menambah daftar aset atau harta kita.

aku percaya setiap orang punya pencapaiannya atau cita-citanya untuk mempunyai suatu benda atau barang yang diinginkannya. Jadi ya sah-sah aja buat siapa aja yang memutuskan untuk beli mobil walaupun dia belum mempunyai informasi lain.

FYI, meski terlambat aku sedang belajar tentang Reksadana dan investasi investasi lainnya kok. Menurut aku cukup “njlimet” namun asik sih dibayangin apalagi diterapin. Hehehe.

———

Nah kira-kira sekian dulu aja deh sesi curhatnya. Semoga kita selalu bisa menghargai keputusan orang lain dan berpikir positif tentang hal tersebut.


RINI NOVITA SARI
IG @RINIE_NOE
Rinienoe46@gmail.com
0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.